
Berita perceraian Gwen sudah sampai ke telinga Mama Esme, Nyonya di keluarga Eisten. Dan dia sengaja datang atas permintaan Sanchez untuk membantu menggagalkan sidang perceraian hari ini.
Wanita tua yang masih saja angkuh sampai sekarang pun sedang berdiri di depan gedung. Dia seperti menanti kedatangan seseorang.
Gwen beserta keluarga Pattinson keluar bersamaan dari mobil. Tangan Danzel semakin di genggam erat saat sorot mata Mama Esme tajam ke arah Gwen.
“Kenapa, apakah dia mengganggumu?” tanya Danzel setelah melihat sorot mata Gwen yang tertuju ke arah wanita tua tersebut.
“Dia mertuaku,” ungkap Gwen.
“Hiraukan saja dia.” Danzel melepaskan tautan tangannya dan beralih merangkul Gwen.
Keluarga Pattinson dan Gwen berjalan melewati Mama Esme tanpa menyapa sedikit pun. Tapi Mommy Megan menarik sudut bibirnya sinis saat pandangan mereka bertemu, seolah keduanya musuh bebuyutan.
__ADS_1
Mama Esme yang merasa tak dianggap ada itu pun berjalan cepat menghampiri Gwen. Dia menarik bahu menantunya. “Heh! Wanita murahan dan tak tahu diri,” hinanya.
“Jaga bicaramu, Nyonya,” tegur Danzel. Dia menarik tubuh Gwen untuk bersembunyi di balik tubuh kekarnya.
Mama Esme tersenyum sinis dan menatap tajam ke arah Danzel. “Oh, ternyata kau yang sudah membuat menantuku mulai perhitungan dan jarang mengirim uang padaku? Dan kau juga yang menghasutnya agar bercerai dengan anakku?” Dia tak terima kehidupan Gwen bisa terangkat oleh keluarga Pattinson sedangkan dirinya masih begini-begini saja.
“Jaga bicaramu, wahai Esme Eisten.” Mommy Megan kini maju. Dia tak terima anak dan calon menantunya dihina seperti itu.
Sorot mata tak suka dari Mama Esme pun terjatuh pada Mommy Megan. “Hei Megan Pattinson, sejak dulu hingga sekarang kau selalu saja mengambil milikku!” Dia beralih menatap Daddy Marlin. “Hi, Marlin, apa kau tak berniat memiliki dua istri? Aku masih kuat melayanimu.”
Plak!
Mommy Megan melayangkan sebuah tamparan ke pipi Mama Esme. “Sadarlah! Dari dulu hingga sekarang kau tak pernah sadar diri. Aku tak merebut siapa pun darimu, suamiku tak pernah mencintaimu!”
__ADS_1
Benar-benar keluarga Eisten membuat darah Mommy Megan mendidih dan emosi. Sudah lama dia tak pernah menampar orang.
“Tapi kau tahu jika aku mencintainya, tetap saja kau menerima cintanya!” Mama Esme membuka kenangan mereka saat muda. Dia dan orang tua Danzel dahulu adalah teman tapi tak terlalu dekat. Karena Mommy Megan dan Daddy Marlin adalah sepasang sahabat saat muda, Mama Esme pun baru mencoba berteman dengan Mommy Megan demi kepentingan pribadi tapi gagal karena pasangan Pattinson itu akhirnya menikah.
“Sudahlah, Mom. Tak perlu mengurusi dia, kita hanya buang-buang waktu.” Daddy Marlin menarik tangan istrinya agar kembali berjalan. Malas sekali meladeni manusia seperti Mama Esme.
Keluarga Pattinson itu kembali mengayunkan kaki memasuki gedung. Sedangkan Mama Esme mengepalkan tangannya karena kesal. “Ingat! Kalian tak akan pernah bisa mengambil Gwen dari keluargaku!” teriaknya.
“Mom, sepertinya ada tukang drama yang akan menghancurkan persidangan ini,” ujar Daddy Marlin saat mereka sudah duduk di dalam ruang sidang.
“Tenang, aku tahu caranya agar dia tak bisa masuk ke sini.” Danzel mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Steve.
“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Gwen penasaran.
__ADS_1
“Aku meminta Steve mencari seseorang untuk menculik mertuamu itu selama persidangan berlangsung. Dia sepertinya jenis manusia tak tahu malu,” ungkap Danzel.