
Gwen menghempaskan tangannya kasar agar tautan Sanchez terlepas dari kulitnya. Dan kini bagian tubuhnya yang tadi dicengkeram erat itu memerah. “Aku tak mau, Sanchez!” tolaknya dengan tegas.
“Aku suamimu, Gwen. Kau tak bisa menolakku karena dari ujung rambut sampai kakimu masih hak milikku!” Sanchez tak gentar ingin bercinta dengan istrinya. Dia hanya ingin menanam di tempat Gwen agar wanita itu hamil dan tak akan menceraikannya. Atau lebih tepatnya supaya istrinya menderita di luar sana karena tak bisa menikah dengan pria lain.
“Cukup, Sanchez! Pertemuan kita sampai di sini, dan segera aku akan memberitahukan padamu jika gugatan ceraiku sudah masuk ke pengadilan.” Gwen tak ingin terlalu lama berada di sana. Bisa gila menghadapi suaminya yang egois seperti Sanchez.
Gwen bukan bermaksud ingin kurang ajar dengan suaminya, tapi dia memikirkan bagaimana Danzel jika mendapatkan bekas Sanchez. Dirinya yang membayangkan saja risi apa lagi CEO Patt Group itu jika mengetahui dia sudah dipegang oleh pria lain walaupun suami sendiri.
“Bermimpilah, Gwen, selagi kau bisa. Karena sampai kapanpun kau tetap harus merasakan penderitaan sama seperti aku. Ingat janji pernikahan kita!” teriak Sanchez saat istrinya berjalan cepat keluar ruangan tersebut.
__ADS_1
Mommy Megan yang mendengar semua pembicaraan calon menantunya itu sampai kesal. Dia membanting ponsel mahalnya yang tersambung dengan alat perekam. “Sial! Pria macam apa dia, rasanya ingin ku cekik sampai tak bernyawa agar putraku bisa menikahi Gwen tanpa hambatan,” umpatnya.
Chimera yang melihat kelakuan orang tua atasannya itu bergeleng kepala. Ternyata orang yang di luar terlihat elegan dan santai kalau marah lebih buas dibandingkan dia yang memang biasa hidup keras. “Jangan marah-marah, Nyonya. Nanti kau bisa darah tinggi,” selorohnya.
Mommy Megan menghela napasnya kasar, menyandarkan kepalanya di jok kursi dengan keras. “Bagaimana aku tak emosi. Keturunan keluarga Eisten itu benar-benar tak tahu diri. Membuatku ingin berbuat kriminal saja.”
“Jangan mengotori tanganmu dengan hal-hal yang tak pernah kau lakukan, Nyonya. Kau memang puas saat bisa menghilangkan nyawanya, tapi pasti selama hidupmu akan dihantui oleh perasaan bersalah dan penyesalan yang tak bisa dibenahi lagi,” nasihat Chimera. Walaupun dia berandalan, tapi tak pernah sekalipun membunuh orang. Hanya sebatas baku hantam saja yang dia anggap sebagai pelampiasan emosi.
Pintu mobil pun terbuka dan memperlihatkan Gwen dengan wajah yang frustasi. Dia duduk di samping Mommy Megan dan langsung mendapatkan tepukan di punggung dari calon mertuanya.
__ADS_1
“Bagaimana jika perceraianku tak berhasil lagi?” tanya Gwen. Dia sangat risau sekarang. Terjebak dalam pernikahan yang memusingkan.
“Kau memiliki anak tirimu sebagai bukti bahwa suamimu telah selingkuh,” jawab Mommy Megan.
“Aldrich sudah resmi menjadi anak angkatku.”
Mommy Megan menepuk jidatnya. “Kenapa kau harus mengangkatnya menjadi anakmu. Itu artinya kau tak keberatan dengan perselingkuhan suamimu,” desahnya.
Sial, Mommy Megan rasanya ikut pusing memikirkan cara lain agar bisa membuat Gwen cepat bercerai dengan Sanchez. Padahal tadinya dia ingin memakai Aldrich sebagai bukti melancarkan perceraian.
__ADS_1
Memang Mommy Megan menginginkan menantu yang baik hati dan perbuatan. Tapi Gwen terlampau baik hati sampai anak selingkuhan suami pun diangkat menjadi anak sendiri.