
Danzel berencana ingin memperingatkan Alcie secara langsung agar tak mengganggu keluarganya dan orang-orang yang dia cintai. CEO Patt Group itu sudah lelah menghadapi semua kekacauan yang disebabkan oleh wanita yang tak memiliki urat malu sedikit pun itu.
Pintu ruangan Danzel terayun ke dalam, Steve masuk setelah diizinkan oleh atasannya. “Tuan, saya sudah mendapatkan informasi tempat tinggal Alcie Glee,” ujarnya.
“Oke, ayo kita ke sana.” Danzel tak menanyakan di mana alamatnya. Tapi dia ingin langsung Steve yang mengantarkan ke tempat tinggal Alcie.
Keduanya langsung masuk ke dalam mobil milik Danzel. Steve yang menyetir.
“Memangnya kenapa Anda tiba-tiba ingin tahu tentang Alcie Glee?” Steve mencoba mencari tahu, sebab ini adalah hal yang langka. Tuannya tak biasa meminta mengulik data diri seorang wanita. Bahkan saat dia mencari informasi tentang Gwen saja justru mendapatkan omelan.
“Dia mengganggu mommy, Gwen, dan anak-anakku. Maka aku tak bisa tinggal diam, aku harus menghentikan kegilaannya sebelum membahayakan mereka,” jawab Danzel. Sorot matanya terus menatap ke jalan. Walaupun wajahnya terlihat tenang, tapi sejujurnya dia memendam emosi.
“Anda tak akan memukulnya, kan? Ingat, dia wanita dan bukan lawan yang sepadan denganmu,” peringat Steve sebelum tuannya berbuat nekat, walaupun sudah pasti tak mungkin. Tapi apa salahnya jika mengantisipasi untuk menasehati. Sebab ketika orang sedang emosi, pasti akal sehat akan tertutup dengan kabut gelap hingga aliran darah tak mampu menyalurkan hal-hal baik dalam diri.
__ADS_1
“Tidak, aku juga tak pernah bermain tangan dengan wanita,” jelas Danzel. “Jika kau khawatir aku kelewat batas, maka ikut denganku untuk mencegahku saat hasutan setan mengelabuhi pikiranku,” imbuhnya menawarkan sebuah ajakan untuk ikut turun tangan.
“Oke, sepertinya lebih baik aku ikut.”
Kendaraan roda empat itu pun sampai juga di rumah Alcie Glee. Danzel mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat tersebut.
“Kau serius ini tempat tinggalnya? Tak salah nomor, kan?” tanya Danzel memastikan sekali lagi. Sebab, semua bentuk dan warna rumah di sana sangat mirip. Hanya nomor saja yang membedakan.
“Benar, Tuan. Jika salah, kita ketuk saja semua pintu rumah di sekitar sini,” kelakar Steve. Dia pun mematikan mesin mobil dan membuka pintu bersamaan dengan Danzel yang melakukan hal sama.
“Coba kau ketuk pintunya,” titah Danzel. Jika salah, dia bisa langsung pergi dan membiarkan asistennya yang menanggung malu.
Steve melakukan perintah atasannya. Mengetuk pintu sebanyak tiga kali dan menunggu seseorang yang baru saja memberikan sahutan dari dalam membukakan pintu.
__ADS_1
Ternyata informasi yang didapatkan Steve benar. Alcie Glee yang membuka pintu dengan pakaian serba panjang karena musim dingin membuatnya tak kuat berpakaian seksi, rambut acak-acakan seperti baru saja bangun tidur.
“Danzel, akhirnya kau sadar juga jika membutuhkan aku.” Alcie langsung berbicara dan bergelayut manja di lengan CEO Patt Group itu.
Danzel mendorong kepala Alcie agar tak menempel di tubuhnya yang sangat berharga. “Steve! Tolong jauhkan aku dari wanita ini!” titahnya dengan tegas.
“Baik, Tuan.” Steve pun menarik kedua lengan Alcie hingga menjauh dari tuannya.
Danzel mundur dua langkah agar jaraknya dengan Alcie semakin jauh. Mengantisipasi jika wanita yang lumayan gila itu tiba-tiba menyerangnya. “Aku ingin berbicara langsung pada intinya,” ujarnya tak ingin banyak basa-basi.
Alcie menyeringai menatap Danzel. “Sangat kebetulan, aku juga ingin memberitahu padamu sesuatu.”
...*****...
__ADS_1
...Duhlah, kompor meleduk ni si Alcie. Ember bocor pasti tu manusia satu....