
Gwen tetap memeluk Danzel dari belakang. Dia mulai menceritakan kisah hidupnya di masa lalu. Kenangan yang menyakitkan harus kembali dibuka padahal sudah lama dia tak ingin mengingat masa kelamnya.
“Dulu aku dan Davis adalah sepasang kekasih yang sudah menjalin hubungan selama sepuluh tahun. Tapi aku harus meninggalkannya karena keegoisan mamaku yang memintaku untuk menjadi gadis penebus hutang. Orang tuaku meminjam banyak uang dari keluarga Eisten dan tak bisa melunasi, sehingga Sanchez mengajukan syarat agar memberikan aku padanya sebagai alat pembayaran hutang.” Gwen sedikit demi sedikit menceritakan kisahnya mulai dari awal masuk ke lubang hitam keluarga Eisten.
Wanita itu berhenti sejenak karena air mata tak bisa ditahan lagi. Rasanya sangat sakit hidup selalu menderita dan harus diingat lagi.
Danzel yang merasakan Gwen terisak di balik punggungnya pun melepaskan tangan sang wanita. Membalikkan tubuhnya dan memeluk sekretarisnya dari depan. Dia paling lemah jika dihadapkan oleh orang yang dicintai sedang menangis. Walaupun dia tak mengeluarkan suara, tapi elusan tangannya di punggung Gwen sudah cukup menggambarkan bahwa saat ini sedang menyalurkan kekuatan.
__ADS_1
“Dan akhirnya aku pun mau tak mau harus menerima tawaran itu, orang tuaku mendapatkan perilaku kasar dari keluarga Eisten sehingga tak mungkin seorang anak tega melihat orang yang sudah melahirkan tersiksa terus menerus.” Gwen melanjutkan lagi ceritanya walaupun diiringi oleh sebuah isakan.
“Aku tak pernah mencintai Sanchez, selama menjadi istrinya pun aku selalu mendapatkan pukulan bahkan cara bercintanya pun bagaikan hewan tak berperasaan. Dia juga berselingkuh sampai menghasilkan seorang anak, tak pernah memikirkan bagaimana perasaanku sebagai istri. Walaupun aku tak mencintainya sedikit pun, tapi tetap aku adalah pasangan sahnya. Kenyataannya aku tak pernah dihargai olehnya sedikit pun.”
Danzel memegang kepala Gwen dan membiarkan bersandar di dadanya. Hatinya ikut sakit saat mendengar cerita masa lalu wanitanya. Tapi tetap mulutnya masih terbungkam. Dia sedang menjadi pendengar yang baik tanpa menyela saat seseorang sedang bercerita.
“Apakah aku salah jika ingin berpisah dengannya? Selama hidupku selalu mendapatkan penderitaan dan kini ada setitik cahaya yang bisa menuntunku menuju sebuah senyuman bahagia.” Gwen sudah selesai menceritakan kehidupannya di masa lalu, kini dia mengajukan pertanyaan pada Danzel.
__ADS_1
“Tidak, kau berhak untuk bahagia,” jawab Danzel. Dia jadi merasa bersalah sudah meninggalkan Gwen. Tapi wanita itu selalu saja tak pernah mau bercerita dengannya, sudah berapa kali dia meminta agar Gwen berkeluh kesah padanya. “Kenapa sejak awal kau tak menceritakan padaku, Gwen? Kenapa harus menutupi semuanya dan merahasiakan dariku?”
Gwen mendongakkan kepalanya untuk memandang wajah Danzel. “Aku sudah pernah ingin mengungkapkan status asliku saat kita makan malam bersama keluargamu, tapi kau selalu menyelanya.”
“Kenapa tak mencoba mengatakan lagi padaku?”
Gwen menghembuskan napasnya dan kembali mendaratkan kepalanya di dada yang nyaman. “Aku takut kau meninggalkan aku jika mengetahui aku istri orang lain yang seorang narapidana. Saat di mobil sepulang makan malam, aku mencoba bertanya denganmu bagaimana jika aku masih memiliki suami dan juga pendapatmu tentang istri meminta cerai dengan pasangannya yang seorang narapidana,” jelasnya.
__ADS_1