My Poor Secretary

My Poor Secretary
Part 142


__ADS_3

Mommy Megan dan Gwen menyiapkan sebuah kejutan kecil-kecilan untuk Danzel. Mereka membungkus testpack yang tadi digunakan untuk mengecek kehamilan Gwen dengan box kado berwarna hitam dan berpita abu-abu muda.


“Pasti Danzel sangat bahagia saat pulang dan mendapatkan kabar ini,” ujar Mommy Megan yang baru saja selesai menyusun balon seperti sebuah pesta sederhana dan langsung duduk istirahat di sofa lagi bersama calon menantu beserta suaminya.


“Aku berharap seperti itu.” Gwen mengelus perutnya yang masih datar dengan penuh rasa syukur.


“Besok kita masukkan gugatan ceraimu,” ajak Mommy Megan. Mau menunggu apa lagi dia, sudah jelas akan memiliki calon cucu dari Gwen, tak ingin membuang-buang waktu.


“Apa cukup dengan bukti yang kita miliki?” tanya Gwen.

__ADS_1


“Semoga saja cukup, nanti kau akan dibantu oleh pengacara saat sidang. Aku juga sudah mendapatkan rekaman CCTV saat kau menjenguk suamimu di penjara. Kita jadikan itu sebagai bukti kalau Sanchez kasar dan tak menghargai dirimu sebagai seorang istri. Ditambah kehamilanmu yang pasti kau akan dinilai tak setia karena berselingkuh saat suamimu dipenjara. Tapi tak masalah pengadilan mau menilai kau seperti apa, asalkan proses perceraianmu lancar,” jelas Mommy Megan. Dia benar-benar merencanakan semuanya dengan sebaik mungkin. Jika Aldrich tak bisa diandalkan sebagai bukti perselingkuhan, maka kehamilan Gwen masih bisa dimanfaatkan.


“Baiklah.” Gwen ikut saja dengan rencana calon mertuanya.


Mereka menunggu kepulangan Danzel sampai bosan karena hanya menonton film yang ada di televisi terus. Di apartemen kecil itu tak banyak yang bisa dilakukan Mommy Megan, biasanya dia akan melakukan spa atau berenang jika berada di mansionnya.


“Bagaimana jika Danzel pulang ke sini dan tak melihat aku. Ponselnya mati jadi aku tak bisa menghubunginya.”


“Kirim saja dia pesan, nanti aku akan bantu hubungi Steve agar menyampaikan kalau mulai hari ini kau resmi pindah ke mansion Pattinson.”

__ADS_1


Gwen nampak menimbang keputusannya terlebih dahulu. Dia belum resmi menjadi keluarga Pattinson, hanya mengandung keturunannya saja.


“Sejak kau mengandung cucuku, maka kau sudah resmi ku anggap menjadi bagian keluargaku, Gwen. Jadi tak perlu malu dan banyak berpikir yang tak perlu kau pikirkan,” ujar Mommy Megan seraya memegangi tangan calon menantunya. Dia menebak pikiran Gwen secara asal yang dinilai dari raut wajah seperti sedang merasa sungkan. “Kalau kau tak mau, aku akan memaksamu, menyeret paksa kau keluar dari sini,” imbuhnya memberikan sebuah ancaman.


Daddy Marlin mencubit perut istrinya. “Kau itu sedang mengajak calon menantu tinggal bersama tapi seperti seorang penculik saja,” tegurnya.


“Orang seperti Gwen ini pasti malu-malu kucing dan lebih banyak sungkan dengan orang lain. Maka harus diancam agar mau,” balas Mommy Megan seolah hapal betul dengan tipe manusia seperti calon menantunya. “Bagaimana, Gwen? Kau mau pindah dengan suka rela atau ku seret paksa?” tanyanya sekali lagi.


“Baiklah aku mau, tapi tunggu anak-anakku pulang,” jawab Gwen.

__ADS_1


__ADS_2