
Jika Danzel saat ini tengah asyik bermain dengan kedua anak Gwen di dalam apartemen barunya, lain hal dengan Alcie yang kini masih setia berada di dalam jeruji besi yang ada di kantor polisi.
Wanita medusa itu menjadi tahanan sementara akibat mengganggu kenyamanan orang lain. Dia tak disatukan dengan para penjahat yang ada di penjara karena hanya mendapatkan hukuman agar jera saja.
Semua barang Alcie Glee ditahan sementara oleh pihak kepolisian sampai waktu hukuman selesai atau jika ada yang berani menjamin wanita tersebut.
“Hei! beri aku kesempatan satu kali lagi untuk menghubungi kerabatku,” pinta Alcie pada salah satu petugas polisi yang baru saja menghantarkan makan siang untuknya.
__ADS_1
“Kau habiskan dulu makanmu, setelah itu ikut denganku!” titah petugas itu. Dia tak akan melarang atau menolak jika ada tahanan sementara yang akan menghubungi kerabat sebagai penjamin karena itu memang hak mereka untuk meminta hal tersebut. Tapi kewajibannya sebagai polisi juga untuk mengamankan orang-orang yang melakukan pelanggaran. Sehingga dia tetap akan mengawasi Alcie Glee selama berada di sana.
Sebelum makan, Alcie melihat food tray yang terbuat dari bahan stainless steel. Ia menjulurkan lidah keluar seolah sedang muntah. Makanan yang seperti bubur tapi itu adalah mushroom soup yang lebih mirip muntahan orang, secuil roti, beberapa potong buah, dan salad sayur. “Apa kau tak bisa memberiku hidangan yang lebih enak dari ini? Makanan ini tak layak masuk ke dalam perutku!” protesnya. “Setiap hari kau berikan aku makanan yang seperti orang susah terus, memangnya kau tak lihat jika aku ini calon istri orang kaya?!” sentaknya dengan angkuh.
Sudah di dalam tahanan polisi pun Alcie tetap saja tak berubah. Membuat petugas yang kini berdiri di hadapan medusa itu pun bergeleng kepala. “Silahkan habiskan makananmu, Nona!” tegasnya. “Bersyukur kau masih bisa makan, banyak orang di luar sana yang kekurangan!” nasihatnya. “Satu jam lagi aku akan kembali mengambil food tray, jika kau masih ingin menghubungi kerabatmu, maka habiskan makanan itu!” titahnya.
Petugas itu pun memilih meninggalkan Alcie. Dia juga harus mengurus pekerjaan yang lain, jika meladeni tahanan sementara satu itu bisa-bisa membuatnya terlambat menyelesaikan tugas.
__ADS_1
Mau tak mau, Alcie harus menghabiskan makanan yang tak enak itu. Ia tak selera mengunyah. Berkali-kali ingin muntah karena membayangkan jika alat makannya bekas orang lain juga.
“Argh ... bisa gila aku lama-lama berada di sini!” teriak Alcie melemparkan sendok yang ada di tangannya hingga mengenai kening salah satu orang yang juga sedang ditahan di sana.
“Hei! Sudah berisik, berani juga kau melukai keningku!” bentak orang tersebut. Dia adalah seorang wanita bertato, langganan tahanan sementara di sana akibat sering melakukan balapan di jalan.
“Apa?!” Alcie tak kalah menantang. Dia menggulung lengannya ke atas. “Berani kau denganku?!” Ia berdiri dengan rahangnya yang mengeras. Benar-benar tak ada anggun-anggunnya, dia justru seperti wanita jalanan yang hidup urakan.
__ADS_1
“Cuih!” Wanita bertato itu berdiri, memperlihatkan otot tangannya. Berjalan mendekat menghampiri Alcie.
Alcie Glee menelan salivanya saat melihat kawan satu selnya. Ketika duduk, wanita tadi terlihat sangat kecil dan tak berdaya. Ternyata saat berdiri begitu mengerikan.