
“Kau datang saja ke penjara untuk melihat suami Gwen, selagi dia bisa kau jenguk di sana. Cari saja Sanchez Eisten!” Alcie tak gentar ingin menggoyahkan hati Danzel. Ingin sekali membuka mata hati pria itu agar tak mudah dibodohi dan tertipu oleh penampilan Gwen yang baik tapi nyatanya menusuk penuh kebohongan.
Danzel langsung membuka pintu mobil dan masuk ke dalam. Dia tak menanggapi ocehan Alcie. Tapi rasa penasarannya menyeruak memenuhi pikirannya.
“Tuan, kita ke mana lagi? Pulang ke kantor?” tanya Steve setelah duduk di kursi kemudi.
Danzel mengangguk tanpa mengeluarkan suara. Dia masih memikirkan keputusannya ingin membuktikan ucapan Alcie atau tidak. Matanya tak fokus dan terus melamun seraya tangannya mengusap dagu yang ditumbuhi rambut tipis.
Steve tak mau berkomentar apa pun. Dia sudah pernah mencoba menggali informasi tentang Gwen Eisten dan pemikirannya memang mengarah pada semua yang diucapkan oleh Alcie. Tapi, mengingat terakhir kali dia lancang membuat tuannya tak suka dan sekarang lebih baik memilih menunggu perintah CEO Patt Group. Walaupun dia sangat penasaran apakah pemikirannya pada saat itu benar atau salah.
“Kita ke penjara sekarang, Steve!” titah Danzel. Setelah dipikir-pikir rasa penasarannya ternyata jauh lebih besar dibandingkan ketidakpeduliannya. Dia ingin membuktikan dan mendengar secara langsung dari mulut seseorang yang dikatakan masih berstatus suami wanitanya.
“Baik, Tuan.” Steve pun memutar balik mobil, sebab jalan menuju penjara tak searah dengan perusahaan Patt Group.
Kendaraan roda empat itu berhenti di parkiran penjara yang beberapa hari lalu didatangi oleh Gwen. Danzel dan Steve turun bersamaan.
__ADS_1
“Anda ingin ditemani atau sendiri?” tawar Steve. Daripada dia diusir jika tiba-tiba ikut masuk, lebih baik bertanya terlebih dahulu.
“Tunggu saja di luar, ini masalah pribadiku,” titah Danzel. Sorot matanya terus menatap ke depan menuju tempat penjaga penjara. Dia langsung mengutarakan maksud kedatangan di sana dan diarahkan ke sebuah ruangan untuk menjenguk narapidana.
Steve menunggu tuannya di luar ruangan tersebut. Tapi dia masih bisa mengintip melalui pintu yang ada sedikit kacanya.
Danzel duduk dengan hati yang penuh harap. Berharap semoga pria yang akan ditemui bukanlah suami dari wanitanya seperti yang dituduhkan oleh Alcie.
“Gwen, akhirnya kau da—” Sanchez menghentikan ucapannya. Dia pikir istrinya yang datang menjenguknya lagi. Tapi ternyata bukan, justru seorang pria berpakaian rapi layaknya orang kantoran. Dia tahu siapa yang menemuinya, CEO Patt Group.
Danzel mencoba terlihat tetap biasa saja dan penuh wibawa. Dia tak boleh menunjukkan bahwa saat ini sedang banyak yang dipikirkan.
“Ada apa CEO Patt Group sampai mencariku ke sini?” tanya Sanchez. Dia duduk seperti orang malas, tak menggambarkan jika dahulu pernah menjadi seorang CEO sebelum masuk ke dalam penjara.
“Apa benar kau yang bernama Sanchez Eisten?” Danzel justru balik mengajukan pertanyaan.
__ADS_1
“Tentu saja benar!” Sanchez menaikkan sebelah alisnya menunggu pertanyaan apa lagi yang akan dilontarkan oleh Danzel.
“Apa hubunganmu dengan Gwen Eisten?” Danzel mulai masuk ke inti pembicaraan yang sangat ingin dia ketahui.
“Aku suaminya, kenapa kau menanyakan hal itu padaku?”
...*****...
...Sawerannya yuk, kembang apa kupi biar mbah dukunnya seneng wkwkwk...
...*****...
...Sambil nungguin MPS update, bisa mampir ke karya temenku yuk, udah tamat....
__ADS_1