
Mommy Megan terus menggenggam dan memberikan usapan lembut di punggung tangan Gwen selama perjalanan menuju Irlandia. Beruntung cuaca saat itu mendukung untuk penerbangan pesawat sehingga mereka berdua bisa sampai ke negara yang ada di dekat wilayah Kerajaan Inggris itu.
“Gwen, sebelum kau mengatakan sedang hamil pada Danzel, jauh lebih baik jika kau jelaskan dan ceritakan kondisi pernikahanmu dulu hingga kau memilih lebih baik bercerai dibandingkan bertahan dengan suamimu yang seorang kriminal itu,” jelas Mommy Megan. Saat ini dia sedang duduk di dalam mobil menuju rumahnya yang berada di Irlandia, cukup jauh jaraknya dengan bandara.
Gwen mengangguk mengerti seraya mengelus perutnya. “Semoga anak ini bisa membuat Danzel berubah pikiran agar tak meninggalkan aku.”
“Itu pasti, aku yang akan maju jika dia tak mau bertanggung jawab dengan anak kandungnya sendiri,” timpal Mommy Megan. Tangannya mengelus rambut Gwen.
Keduanya memilih untuk istirahat terlebih dahulu selama perjalanan sampai ke tempat tujuan. Ternyata membutuhkan waktu selama tiga jam agar sampai ke tempat di mana Danzel berada.
Mommy Megan menyentuh pipi Gwen saat dia dibangunkan oleh supir. “Gwen, ayo bangun. Kita sudah sampai,” bisiknya.
__ADS_1
Gwen mengerjapkan mata untuk menyatukan serpihan-serpihan nyawa yang belum terkumpul sempurna. Dia pun ikut turun bersama Mommy Megan.
Sebelum melangkah mendekati bangunan satu lantai yang di luar nampak dihiasi oleh dinding kayu, Gwen meyakinkan terlebih dahulu. “Apa Danzel benar di sini?” gumamnya. Suasana di rumah itu seperti tak berpenghuni, sepi dan jendela yang ada di bagian depan pun tertutup gorden.
“Kita tak akan tahu jika belum melihatnya secara langsung,” jawab Mommy Megan. “Ayo.”
Dengan hati-hati Mommy Megan menggandeng menantunya untuk masuk ke dalam rumah keluarganya. Dia bisa mengakses pintu karena semua anggota keluarganya memiliki kunci seluruh aset yang dimiliki oleh keluarga Pattinson.
Aroma yang pertama kali dicium oleh Gwen saat mendaratkan kakinya di lantai berlapis kayu itu adalah alkohol. “Kenapa baunya sangat tak enak,” ujar Gwen. Tangannya mencoba menutupi hidung agar tak bisa mencium bau tak sedap itu.
“Hoek ....” Perut Gwen rasanya seperti sangat mual. Sejak dahulu memang dia tak suka aroma alkohol, tapi tak pernah sampai ingin muntah seperti saat ini. “Maaf, mungkin hormonku mulai sensitif. Bisa tolong tunjukkan padaku di mana toilet? Sepertinya aku harus mengeluarkan gejolak dalam perutku ini,” pintanya.
__ADS_1
“Aku antar saja.”
Mommy Megan dan Gwen pun tak langsung pergi mencari Danzel, namun membiarkan calon menantu keluarga Pattinson untuk mengeluarkan isi perut terlebih dahulu.
“Apa kau sudah lega?” tanya Mommy Megan seraya memijat tengkuk Gwen setelah wanita itu berhenti mengeluarkan sesuatu dari mulut. Dia tak merasa risi sedikit pun menemani Gwen, mungkin memang jiwa keibuannya sudah sangat melekat.
“Sudah.” Gwen mengangguk dan membersihkan bibirnya menggunakan air.
Mommy Megan menuntun Gwen untuk keluar dari toilet, dia terus saja menggandeng menantunya. “Kalau kau tak kuat dengan aroma alkohol, lebih baik kita tunggu penjaga rumah untuk membersihkannya. Danzel pun pasti jauh lebih bau dibandingkan ruangan ini.”
...*****...
__ADS_1
...Yuk baca novel temenku juga judulnya Tawanan Sang Mafia. Langsung cari di kolom pencarian ya, covernya kaya gini....