My Poor Secretary

My Poor Secretary
Part 144


__ADS_3

Steve yang baru saja sampai ke taman bermain Aldrich pun mengurungkan niatnya yang ingin menjemput karena sudah melihat Gwen keluar dari gedung mewah menggandeng seorang anak kecil.


Asisten CEO Patt Group itu memilih untuk kembali ke perusahaan menghandle semua pekerjaan karena Danzel pergi untuk menenangkan diri. Dia sudah memastikan jika Selena dijemput oleh Gwen.


Steve duduk di kursi kerjanya dan baru mengeluarkan ponsel. Dia membuka pesan yang tadi dikirim oleh Mommy Megan berisikan perintah agar memberitahukan pada Danzel untuk pulang lebih awal ke mansion karena Gwen beserta anak-anak mulai hari ini akan pindah ke sana.


Steve menghembuskan napasnya. Dia jadi terlibat dalam kisah cinta atasannya. “Apa yang harus aku lakukan tuan? Aku harus membalas apa pesan Nyonya Pattinson ini,” gumamnya bingung sendiri.


Steve pun memilih untuk membaca pesan tersebut. Dia justru mengirimkan sebuah alamat baru pada psikiater yang seharusnya datang ke apartemen Gwen, dia rubah ke mansion Pattinson.


“Oh tuanku yang malang, baru merasakan jatuh cinta lagi dan sekarang harus merasakan patah hati untuk kedua kalinya,” lirih Steve. Dia pun mulai menyibukkan diri dengan setumpuk pekerjaan.


Sementara itu, Gwen dan anak-anaknya sudah sampai di mansion Pattinson.


“Selena, mulai hari ini kau juga harus memanggilku grandma dan suamiku dengan sebutan grandpa,” pinta Mommy Megan seraya merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan anak Gwen.

__ADS_1


“Apa mamaku sudah menikah dengan papa Danzel?” tanya Selena.


Mommy Megan terkekeh lucu, anak-anak Gwen semuanya terlihat manis di matanya. “Sebentar lagi mereka akan menikah,” ungkapnya.


Selena mengepalkan tangannya dan mengangkat ke depan dadanya. “Yes ... akhirnya aku memiliki papa sungguhan.” Dia terlihat bahagia dan hal itu membuat hati seorang Mommy Megan trenyuh.


“Ayo kita bantu mamamu menyiapkan kejutan untuk papamu,” ajak Mommy Megan.


“Kenapa? Memangnya papa Danzel ulang tahun?”


“Asyik ... pasti akan semakin banyak temanku dan aku akan melindungi semua adik-adikku.”


Mommy Megan tak tahan melihat anak kecil yang menggemaskan. Memang sudah lama menginginkan mansionnya ramai seperti ini. Dia pun memeluk Selena dengan sedikit meneteskan air mata haru. Bersyukur karena putranya tak salah memilih pasangan. Hanya sedikit rumit saja yang membuatnya harus turun tangan agar hubungan putranya dengan sang menantu lancar.


Mereka pun melanjutkan mendekor ruang keluarga dengan balon yang tadi dibawa dari apatemen Gwen. Dan menunggu kedatangan satu-satunya pewaris kekayaan keluarga Pattinson.

__ADS_1


Mommy Megan mengajak cucu-cucunya dan Gwen untuk berendam air hangat di dalam mansion agar tak bosan.


“Grandma, di sini enak,” celoteh Aldrich. Dia baru pertama kali merasakan hangatnya air dari jacuzzi di kamar utama mansion itu.


“Kau boleh bermain di sini kalau mau. Dan mulai hari ini, kalian akan tinggal bersamaku di sini,” ungkap Mommy Megan.


Mereka pun menghabiskan waktu di sana selama satu jam. Gwen mengedarkan pandangannya mencari jam untuk melihat waktu.


“Sudah jam lima, sebentar lagi Danzel pasti pulang,” gumam Gwen. Dia berdiri mendahulu yang lain. “Aku membersihkan tubuhku dulu,” pamitnya. Rasanya sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan prianya.


Selepas membersihkan tubuh dan bersiap menggunakan baju hangat bermerk versace yang dibelikan oleh Danzel beberapa waktu lalu, Gwen duduk menanti kepulangan CEO Patt Group. Ditemani oleh anggota keluarga lainnya yang sudah siap juga.


Waktu pun terus bergulir dan tak terasa kini sudah menunjukkan pukul enam sore. Suara langkah kaki lebih dari satu pasang pun mulai terdengar. Gwen langsung berdiri siap menyapa.


“Dan—”

__ADS_1


__ADS_2