My Poor Secretary

My Poor Secretary
Part 130


__ADS_3

Chimera berdiri dengan sorot mata tajam seperti elang. Berkacak pinggang dengan lengan kaos yang diangkat ke atas. Kakinya maju satu langkah hingga menginjak Alcie.


Tanpa berkata apa pun, hanya sorot mata yang sudah mengerikan membuat nyali Alcie yang tadi sok berani kini menjadi menciut. Tangan Chimera meraih Aldrich, mengambil paksa bocah itu dan memberikan pada Gwen.


Di sana masih nampak sepi tak ada suara, namun suasana sangat mencekam karena Chimera terlihat ingin menghajar orang.


Bodyguard Gwen itu menarik paksa Alcie agar meninggalkan kamar anak-anak. Tak lupa menutup pintu agar aksinya untuk membuat jera wanita tersebut tak dapat disaksikan oleh Selena dan Aldrich.


“Ternyata kau yang mengganggu kegiatanku saat buang air besar.” Chimera menjambak rambut Alcie hingga kepala wanita menyebalkan itu menengadah ke atas.


“Sial! Lepaskan aku! Bagaimana bisa kau berada di sini?!” Alcie mencoba menyingkirkan tangan Chimera, tapi semakin dia berusaha terlepas dari Bodyguard itu membuatnya kian meringis karena tarikan di rambutnya justru semakin kuat.

__ADS_1


“Tentu saja aku ada di sini, karena aku adalah bodyguardnya!” Chimera menarik Alcie ke dapur. Ingin memberikan pelajaran untuk yang kedua kalinya agar tak berbuat seenaknya lagi. Sepertinya Alcie tak pernah belajar di bangku sekolah, maka dia yang akan memberikan pelajaran hidup karena dia sendiri juga tak pernah sekolah tinggi.


Alcie merutuki dalam hatinya karena berhadapan dengan Chimera lagi. Terakhir kali uangnya sudah habis untuk operasi plastik akibat wanita berandalan itu.


“Kau sudah mengganggu kenyamanan atasanku, dan kau harus merasakan bagaimana nikmatnya berurusan denganku lagi,” ujar Chimera. Lirih tapi terdengar menakutkan.


“Heh, memangnya apa yang bisa kau lakukan di dalam apartemen seperti ini?” Dengan kepalanya yang mendongak, Alcie mencoba meraba meja untuk mencari pisau. Dan dapat, dia memegang sebuah benda tajam yang kecil.


Alcie semakin mengeratkan tangannya yang memegang pisau di balik badannya. Dia bersiap-siap ingin menyerang Chimera saat wanita berandalan itu lengah. “Enyah saja kau!” seru Alcie.


Alcie mengarahkan benda tajam itu ke wajah Chimera. Ingin menusuk bagian mata tapi sayangnya, gerakannya kalah cepat dengan kepala Chimera yang menghindar dan hanya menggores sedikit di bagian pipi.

__ADS_1


“Ketahui dulu siapa lawanmu sebelum menyerangnya!” tegas Chimera. Dia mencengkeram pergelangan tangan Alcie dan sedikit memutar sendi wanita itu hingga pisau terlepas.


“Argh ...!” rintih Alcie saat tangannya terasa seperti terkilir. “Kasar sekali kau dengan sesama wanita!” umpatnya. Memegangi tangannya yang sakit bukan main.


“Karena kau sudah berani mengganggu Nona Gwen dan anak-anaknya. Maka kau harus merasakan sedikit balasan.” Chimera menyeringai. Tangannya menghidupkan kompor hingga kobaran api keluar dari tungku.


“Kau mau membakar rumah ini? Bagus, mari kita mati bersama agar tak ada yang mendapatkan Danzel satu pun!” Alcie semakin menantang. Jika memang ingin menghanguskan apartemen, maka dia akan kabur pertama kali saat asap mulai banyak dan Chimera lengah.


Chimera terkekeh meremehkan. “Siapa yang ingin membakar apartemen ini? Aku hanya ingin membuat wajahmu yang sudah kau operasi plastik ini meleleh di atas tungku api yang panas.”


...*****...

__ADS_1


...Ngeri amat si Chimera wkwkwk. Kopi sama kembangnya jangan lupa gais....


__ADS_2