
Saat Mommy Megan datang ke perusahaan kemarin, dia mengirim pesan pada Steve untuk menemui dirinya karena merasa ada sesuatu yang janggal dan disembunyikan oleh asisten anaknya itu. Dan kini Steve sedang berdiri di depan Nyonya Pattinson yang tengah duduk di kursi besi.
“Katakan padaku, Steve. Sebenarnya ada apa dengan Danzel?” Mommy Megan menatap asisten putranya dengan sorot mengintimidasi agar Steve mau berkata jujur padanya.
Steve masih diam mematung tak memberikan jawaban apa pun. Hidupnya diambang antara dua pilihan. Setia dengan atasannya atau sedikit membelot asalkan jujur.
“Kau tak perlu merahasiakan sesuatu dariku. Kau tahu sendiri jika rasa penasaranku tak terpenuhi, maka aku akan melakukan apa pun agar mendapatkan informasi,” tegas Mommy Megan.
Steve menelan salivanya, Nyonya Pattinson jika sudah marah memang sedikit mengerikan karena sisi lembut seorang ibu mendadak hilang. “Tapi Anda harus berjanji akan merahasiakan ini dari Nona Gwen,” pintanya.
“Ya, aku berjanji.”
“Tuan Danzel sedang pergi menenangkan diri, dia mengetahui kalau Nona Gwen masih berstatus istri Sanchez Eisten,” ungkap Steve. Akhirnya dia bisa sedikit lega karena tak harus membohongi Nyonya Pattinson lagi. Sudahlah, masa bodo dengan atasannya jika marah dengannya, yang penting dia tak berbohong terus.
__ADS_1
Mommy Megan menyandarkan tubuhnya di kursi. “Sudah ku duga, pasti ada yang tak beres dengan anakku. Dia terlihat sangat mencintai Gwen tapi mendadak menghilang tanpa kabar, tentu saja itu sangat aneh.”
“Tuan Danzel tak ingin mengambil keputusan saat suasa hatinya kacau. Dia tak ingin menyesal dikemudian hari.”
“Berikan aku nomor ponsel barunya, pasti dia menghubungimu, kan?” pinta Mommy Megan seraya menyodorkan gawainya ke Steve.
“Nomornya tak aktif lagi, Nyonya.”
Mommy Megan berdecak sebal dengan tingkah anaknya. “Kekanakan sekali, sudah besar bukannya menghadapi masalah malah menghindar,” gerutunya.
“Pergilah, segera kirim nomor baru Danzel jika dia menghubungimu,” usir Mommy Megan seraya mengibaskan tangannya.
“Baik.” Steve pun meninggalkan mansion tanpa melewati area dalam bangunan utama tapi menyusuri di luar karena tak ingin membuat lantai hunian megah milik keluarga Pattinson terkena salju dari sepatunya.
__ADS_1
Gwen mendengarkan semua percakapan Mommy Megan dan Steve. Dadanya terasa sesak. “Dan hal yang aku takutkan ternyata sungguh terjadi. Kau pergi meninggalkan aku saat mengetahui status asliku,” gumamnya. Setetes air mata meluncur begitu saja melintasi pipinya.
Gwen tak jadi memberi tahu pada Mommy Megan, dia memilih kembali ke dalam kamar dan merenungkan nasibnya. Duduk meringkuk di atas kasur dan penyesalan demi penyesalan melintas di pikirannya.
“Kenapa nasib hidupku sangat malang sekali? Apakah aku memang tak pantas bahagia?” gumam Gwen sangat lirih. Membenamkan kepalanya di tangan yang bertumpu di atas lutut dan menagis hingga tersedu-sedu.
Kali ini sakitnya jauh lebih terasa dibandingkan saat mengetahui perselingkuhan suaminya. “Ternyata ditinggal tanpa pamit saat sudah dibuat nyaman jauh lebih pedih dibandingkan diselingkuhi.”
Gwen tak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya tanpa Danzel. Bagaimana anak mereka yang masih berada di dalam kandungan harus melewati hidup jika pria itu tak bertanggung jawab.
Masih teringat jelas awal mula Gwen mulai membuka hati untuk Danzel. Pelukan hangat yang diberikan padanya, ciuman manis pria itu, teduhnya perhatian Danzel padanya, dan indahnya semua kenangan yang pernah mereka lewati bersama. Hingga Gwen merasakan sesak di dada karena tangisannya tak kunjung reda. Rindu dan perasaan takut akan ditinggalkan membuat perutnya merasakan kram lagi.
...*****...
__ADS_1
...Sedalam apa pun kau menyimpan bangkai, maka akan tercium juga kalau ada yang menggali....
...Wkwkwkwk kan bener, bangkai kalo udah dikubur dalem mah gak akan kecium kecuali digali lagi. hehehehe ngeselin ya aku...