
Gwen menggelengkan kepala hingga rambutnya bergesekan dengan dagu Danzel. “Tidak ada yang ingin aku ceritakan,” ujarnya. Dia tak ingin menambah beban pikiran pria yang saat ini sudah seratus persen memenuhi hatinya.
Danzel menghela napasnya pelan. “Apakah sesulit itu terbuka denganku?” tanyanya. Dia memutar tubuh Gwen agar berhadapan dengannya dan mendongakkan kepala sang wanita agar bertatapan dengannya. “Aku ingin kita saling terbuka, Gwen. Jika dahulu kau tak pernah melakukan hal itu dengan pasanganmu, maka mulai sekarang belajarlah untuk tak memendam apa pun sendirian. Aku pasanganmu dan sebentar lagi juga kau akan menjadi istriku. Mulailah membiasakan diri untuk selalu cerita denganku walaupun hal itu sangat sepele,” imbuhnya. Menurutnya, saling terbuka sangat penting demi keberlangsungan suatu hubungan.
“Maaf,” balas Gwen menyesal. Dia bisa melihat bahwa Danzel sedikit kecewa karena tak pernah menceritakan apa pun tentang kehidupan pribadinya dengan CEO Patt Group itu. Tapi mau bagaimana lagi, ternyata menyembunyikan sebuah kebohongan membuatnya takut ingin terbuka dengan setiap permasalahan hidupnya yang pasti saling berkaitan dengan sesuatu yang dia tutupi.
“Jika kau tak ingin menceritakan sekarang, maka aku akan menunggu sampai kau siap.” Danzel tak mau memaksa dan membuat Gwen tak nyaman. Tangannya mengelus rambut yang halus milik wanitanya. “Besok aku akan memanggil psikiater untuk mengecek kondisi anak-anak. Aku takut mereka memiliki trauma di masa lalu.”
Danzel tak meminta persetujuan, tapi memberikan informasi. Anak kecil sudah melihat kekacauan dan ancaman yang disebabkan oleh Alcie, membuatnya khawatir jika mereka mengalami trauma atas kejadian tersebut.
...........
__ADS_1
Pagi hari menyapa. Danzel sudah bangun lebih awal. Semalam dia ketiduran sampai lupa tak mandi dan tak ganti baju. Bahkan tak makan karena terlalu nikmat tidur berpelukan dengan wanita yang dia cintai.
CEO Patt Group itu membangunkan Selena dan Aldrich untuk bersiap berangkat. Namun dia membiarkan Gwen tetap terlelap.
“Jangan membangunkan mama, oke? Biarkan dia istirahat, kalian dibantu aunty Chimera untuk bersiap-siap, papa Danzel mau mandi dan berganti pakaian di apartemen sebelah.” Danzel menitipkan pesan terlebih dahulu pada anak-anak sambungnya sebelum meninggalkan tempat tinggal Gwen. Dia ingin membiasakan diri dengan panggilan papa seperti yang dilakukan oleh Selena dan Aldrich yang juga memanggilnya seperti itu.
“Oke, Papa.” Selena dan Aldrich menurut. Mereka bergantian mandi sendiri dan Chimera hanya memantau saja.
“Kau sudah bangun?” tanya Danzel saat dia masuk ke dalam sana sudah ada Gwen yang duduk di sofa.
“Iya, kenapa kau tak membangunkan aku? Aku jadi terlambat bersiap untuk ke kantor,” jawab Gwen seraya mendekati Danzel dan mengambil alih dasi yang belum terpakai. “Biar aku yang memakaikannya.”
__ADS_1
Gwen menaikkan kerah kemeja Danzel dan memasangkan dasi serapi mungkin. CEO Patt Group itu hanya diam menerima semua perhatian Gwen.
“Hari ini kau libur saja, istirahat. Aku tak mau membuatmu kelelahan dan merasakan kram perut lagi seperti kemarin.” Danzel mencoba memberitahukan hal itu dengan sangat hati-hati dan penuh kelembutan. “Tak ada penolakan, Gwen. Mommyku baru saja menelepon memberitahukan bahwa dia akan menemanimu di sini seharian. Jangan membuatnya kecewa.” Telunjuknya ditempelkan pada bibir sang wanita agar tak berbicara sedikit pun.
Danzel mengecup kening Gwen saat Selena dan Aldrich sudah siap untuk berangkat. “Aku pergi dulu,” pamitnya.
Setelah mengantarkan Selena sekolah dan Aldrich ke taman bermain anak, Danzel langsung menuju ke kantor. Dia langsung menemui Steve yang sudah datang sebelum waktu kerja dimulai. “Steve, tolong carikan informasi di mana tempat tinggal Alcie Glee!” titahnya.
...*****...
...Kenapa Gwen ga jujur sama Danzel thor?...
__ADS_1
...Guys, coba kilas balik ke episode 98, jawabannya ada di sana. Gwen udah pernah mau jujur tapi gajadi karna takut ditinggalin Danzel....