My Poor Secretary

My Poor Secretary
Part 131


__ADS_3

Di dalam kamar anak-anak, Gwen sedang memeluk Aldrich dan Selena yang terus mendempel pada tubuhnya. Putra dan putrinya terlihat menangis ketakutan akibat kelakuan Alcie Glee.


Tangan Gwen terus mengelus punggung kedua anaknya tanpa henti. “Tidurlah, mama akan menjaga kalian,” ujarnya. Dia berharap dengan Selena dan Aldrich istirahat bisa menenangkan dua bocah itu dan menghilangkan rasa takut.


“Kalau Adrij tidur, mama tidak boleh pergi,” pinta Aldrich. Dia semakin mengeratkan tangannya memeluk Gwen.


“Iya.”


Gwen menepuk kedua anaknya seraya menceritakan sebuah kisah yang layak didengar oleh anak-anak. Mungkin dengan mengalihkan pikiran bisa membuat Selena dan Aldrich tak memikirkan kejadian yang baru saja terjadi. Dia hanya bisa berharap anak-anaknya tak trauma setelah mengalami kejadian yang dilakukan oleh Alcie.

__ADS_1


Tak berselang lama, napas dua anak yang berada di pelukan Gwen itu mulai teratur. Selena dan Aldrich sudah terbang ke alam mimpi.


Gwen melepaskan tangan anak-anaknya yang melingkar di perutnya. Duduk menatap wajah yang sedari kecil harus merasakan kerasnya kehidupan. “Seperti inilah hidup, tak semua orang baik pada kita, bahkan keluarga sendiri belum tentu memperlakukan kita layaknya saudara. Terkadang orang yang berbahaya justru berada di sekitar kita,” ujarnya. Tangannya mengelus dahi yang sedang mengerut seolah tengah bermimpi buruk.


Dirasa kedua anaknya sudah mulai hanyut ke alam bawah sadar, Gwen berniat keluar ingin melihat situasi. Dia mendorong pintu sangat hati-hati agar tak mengganggu tidur Selena dan Aldrich. Tak lupa menutup kembali agar suara dari luar tak terdengar keras.


Gwen langsung membulatkan matanya saat korneanya menangkap Chimera yang ingin mendekatkan wajah Alcie ke api. Walaupun dia sangat kesal dengan selingkuhan suaminya itu, tapi tetap saja tak membenarkan cara kekerasan yang dilakukan oleh bodyguardnya. Kakinya mengayun mendekat, dan tangannya langsung memegang lengan Chimera.


Chimera hanya sedikit memberikan jarak saja dari kompor, tapi tangannya tetap menjambak Alcie. “Dia harus mendapatkan balasan setelah perbuatan yang dia lakukan pada kalian!” tegasnya. Dirinya hanya menjalankan tugas saja untuk menjaga Gwen beserta dua anaknya.

__ADS_1


“Balasanmu terlalu ekstrim, Chimera. Itu bisa membahayakan nyawa orang lain,” tegur Gwen. Dia memang ingin Alcie jera dan tak mengganggu dirinya beserta anak-anak. Tapi bukan dengan cara yang mengerikan seperti yang dilakukan oleh Chimera.


Alcie tersenyum sinis. “Sok baik sekali kau jadi orang,” hinanya. Apa pun yang dilakukan oleh Gwen, di matanya hanya nampak buruk karena penyakit hati sudah membutakan rasa kemanusiaannya.


Chimera semakin menarik rambut Alcie. “Kau benar-benar menguji kesabaranku!” Dia tak memperdulikan Gwen menyukai tindakannya atau tidak, yang pasti dia ingin segera menendang keluar Alcie. Bisa-bisa dia membuat wanita itu babak belur lebih parah daripada saat di kantor polisi.


Chimera menarik paksa rambut Alcie, hingga mau tak mau wanita medusa itu harus berjalan mengikuti langkahnya. Dia mendorong tubuh seksi penuh kepalsuan dan menoyor kepala Alcie. “Untung Nona Gwen memiliki hati yang baik, jika tidak, pasti kau sudah habis di tanganku!”


Pintu pun langsung ditutup oleh Chimera, sebelum emosinya kembali memuncak karena di luar sana terdengar suara Alcie yang sedang mengumpati dirinya.

__ADS_1


Alcie yang rambutnya sudah tak karuan bentuknya itu pun menghentakkan kakinya kesal. “Awas saja kau Gwen, aku akan membuat Danzel meninggalkanmu bagaimanapun caranya!”


__ADS_2