OBSESI SANG PEWARIS

OBSESI SANG PEWARIS
BAB 106 WEDDING DAY H-2 JAM


__ADS_3

Akhirnya hari pernikahan telah tiba. Tinggal beberapa jam lagi, pengucapan sumpah pernikahan antara William dan Laras akan terucap. Berbagai jenis orang dan jabatan menjadi saksi bisu pengucapan janji sakral itu.


Setelah sekian lama kisah cinta mereka berdua terjalin, akhirnya berakhir juga di pelaminan. William dan Laras dalam hitungan jam bukan aku dan kamu lagi, melain menjadi kita. Mereka akan bersatu dalam sebuah ikatan suci di mana Tuhan sebagai saksi bisunya.


Para MUA mulai bertugas dengan tangan-tangan ajaib mereka untuk membuat Laras menjadi wanita tercantik hari ini. Molly dan beberapa karyawannya mulai memeriksa kembali gaun pengantin sang wanita.


William baru saja keluar dari kamar mandi bersama Daniel Arlington. Kondisi William tidak baik-baik saja setelah mual untuk kedua kalinya.


"Emily, tolong jaga Kakak iparmu. Ayah akan ke bawah menyapa yang lainnya," ujar Daniel.


"Baik, Daddy."


Emily berjalan mendekati William. Dia menyerahkan segelas air madu dan jahe hangat ke Kakak iparnya sebelum di make over. William menerimanya dan mengucapkan terima kasih. Dia meminta untuk istirahat 10 menit lagi.


"Istirahatlah, Kak. Nanti aku bangunin."


Laras yang melihat William begitu lemas merasa kasihan sendiri. Dia mengelus perutnya berbicara dalam hati agar sang anak tidak menyiksa Daddy-nya.


"Nyonya, sudah selesai bagian saya," ujar penata rias itu. Sekarang Molly mengambil alih tugas MUA, sedangkan sang MUA sendiri mulai beralih ke William.


****************


Laras menatap pantulan dirinya di cermin. Dia memakai gaun pengantin model balon yang melekat di tubuhnya dengan pas. Atasan berbentuk kemben sederhana dengan motif bunga putih memperlihatkan bagian pundaknya yang terbuka lebar. Sedangkan bagian pinggul ke bawah berupa rok yang melebar seperti balon.


Gaun pengantin yang seharga ratusan dolar itu begitu sempurna di tubuh Laras. Lekukan tubuhnya tercetak sangat jelas, ditambah taburan diamond yang ada di roknya. Belakang dari gaun yang dikenakan Laras memiliki ekor yang begitu panjang. Gaun itu benar-benar terlihat mewah dan elegan.


Wajah yang dipoles dengan make up natural benar-benar menggambarkan sosok Laras yang sudah cantik. Hari ini MUA ingin menonjolkan bibir tipis Laras dengan memakaikan lipstik warna merah menyala. Sepasang anting diamond mini semakin mempercantik sosok Laras.


Rambut panjang Laras dimodel half updo, di mana pengerjaannya mengambil sisi samping kanan dan kiri dan menjadikannya satu dengan sebuah jepit diamond. Sedangkan sisa rambut yang satunya dibiarkan terurai begitu saja, agar pundak Laras tidak terlihat kosong.


Senyum merekah tak pernah lepas dari bibir Laras. Molly mendekat dan membantu Laras memasangkan veil putih di kepalanya. Desainer itu memuji akan kecantikan alami seorang Laras. Dia benar-benar beruntung mendapatkan klien yang cantiknya luar biasa selain Emily.


"Terima kasih, Molly. Ini berkat tangan kerja kerasmu yang sudah membuat gaun ini tampak indah," ujar Laras.

__ADS_1


William mendekati Laras, senyum kebahagiaan tersungging di bibir tebal sang mempelai pria. Molly dan team memilih untuk keluar, memberikan privasi kepada kedua mempelai yang sedang jatuh cinta. Terlihat jelas dari wajah keduanya.


"Kamu sempurna, Sayang." William memeluk Laras dari belakang.


"Terima kasih, Sayang. Apa kamu sudah merasa lebih baik?" tanya Laras.


"Iya. Sepertinya anak kita ingin Daddy-nya menderita."


"Tidak. Anak ini tidak bersalah, dia terlalu baik pada Mommy-nya."


"Dasar. Apa sudah siap menuju altar?" tanya William.


"...." Laras terdiam.


Laras melepaskan pelukan William dan berbalik badan, menatap calon suaminya yang tampak begitu menawan. Lihatlah, wajah tampannya begitu bersinar penuh kebahagiaan, rambutnya disisir rapi, hidungnya mancung serta bibirnya terlihat sangat seksi.


William kali ini memakai baju dengan warna senada dengan Laras. Seperti konsep yang telah dipilih oleh sang istri yaitu wedding white. Kemeja putih yang dipadu dengan jas warna putih serta celana kain yang berwarna senada.


"Aku selalu siap jika itu bersamamu, Sayang." Laras membelai pipi William.


"Apa kalian melupakan kita?" tanya seseorang di samping kanan Laras.


"Sepertinya mereka melupakan kita saking bahagianya," jawab seseorang dari samping kiri William.


William dan Laras yang mengenali suara itu langsung menolehkan ke asal suara. Saat itu tangis kebahagiaan turun begitu saja dan membasahi pipi Laras. Laras segera melepas gandengan tangannya pada William dan sedikit mengangkat gaun pengantinnya, berlari menghampiri Yuki.


"Hei, jangan berlari!" teriak Yuki yang bersiap menerima pelukan Laras.


Laras langsung berhambur ke pelukan Yuki dan menangis. Yuki yang paham akan kondisi sahabatnya itu mengelus dan menepuk halus punggung Laras. Dia tahu, hidup Laras bagaikan roller coaster semenjak Ibu Indah meninggal dunia. Bahkan, saat bertemu dengan ayahnya pun hidup Laras tidak pernah terlepas dari yang namanya masalah.


Ken yang sudah menjadi bagian dari persahabatan mereka, selalu memberikan kabar tentang Laras. Sehingga, walaupun mereka terpisah jarak ribuan kilometer dan sibuk dengan kehidupan masing-masing, setidaknya mereka mengetahui kondisi Laras terkini.


Bahkan, saat mendengar Laras tertusuk ketiga sahabatnya langsung melakukan penerbangan ke Venesia, Italia, sayangnya dilarang oleh Ken. Bukannya tidak memperbolehkan, cuma saat itu kondisi mereka sedang mempersiapkan pertempuran. Ken tidak mau Yuki, Rico dan Dewi terkena imbasnya.

__ADS_1


"Hei, berhentilah menangis." Yuki melerai pelukan Laras dan menghapus air mata yang sudah banjir di pipi sang sahabat.


Beruntungnya, make up yang dikenakan Laras semuanya waterproof. Laras masih sesegukan. Di belakang mereka berdua ada Dewi dan Rico serta William. William mendekati Laras dan tersenyum haru. Dia tidak menyangka setelah tiga tahun lamanya tidak berkumpul akhirnya mereka berlima bisa bersama lagi.


"Aku tidak menyangka bahwa kita akan menikahi sahabat kita sendiri," ujar Rico.


"Aku beda loh yah karena aku mendapatkan orang Jepang asli," bangga Yuki.


"Setidaknya kamu pernah berpacaran diam-diam dengan Rico," timpal Dewi tanpa ada rasa cemburu sedikitpun.


"Terima kasih kalian bisa menghadiri acara pernikahanku dan William."


"Selalu, Laras sayang. Jangan lupa setelah honeymoon, kontrak nikahnya disobek yah. Kalian harus bersama selamanya dan merawat baby-nya dengan baik." Yuki mengelus perut rata Laras yang tertutup gaun pernikahan yang super mewah.


"Gadis yang dulunya anak sederhana, polos siapa sangka kalau sekarang menjadi wanita tercantik dan pemimpin sebuah kerajaan bisnis raksasa di Lunar City. Selamat yah, Ras." Dewi memeluk Laras.


"Jangan lupakan, dia juga wanita terkaya di Lunar City," goda William.


"Wah, bakalan ada investasi besar-besaran nih dari sahabat kita," Rico ikutan menggoda Laras.


"Apaan sih," sungut Laras cemberut dan itu sudah menjadi ciri khas wanita itu ketika digoda.


"Ayo, waktunya mengantar kedua sahabat kita ke altar." Yuki mulai merapikan gaun pengantin Laras.


Novel OSP akan tayang setiap hari pukul 9-10 pagi yah. Jangan lupa like dan komennya biar Hana kenal dengan kalian.


.


.


.


~ To Be Continue ~

__ADS_1


@hana_ryuuga


__ADS_2