OBSESI SANG PEWARIS

OBSESI SANG PEWARIS
BAB 64 KEHEBOHAN DI MANSION


__ADS_3

"Selesai." Ken menatap wanita itu yang saat ini tertidur di pundaknya.


Ken tersenyum. Sebenarnya tadi bukannya dia tidak memberikan obat bius kepada wanita itu, hanya saja obat biusnya bereaksi sedikit lebih lama. Ken menggunakan obat bius dengan dosis paling rendah karena memang lukanya sedikit tapi cukup dalam.


Ken membopong wanita itu untuk dibaringkan di atas kasur king size nya. Malam ini dia akan mengalah karena wanita bocah itu tidak ingin pulang ke rumahnya. Dia mengambil foto wanita yang ditolongnya. Kemudian Ken memasukkan foto itu di program yang telah dibuatnya.


Ken berencana mencari tahu identitas dari wanita yang ditolongnya. Dia harus segera menghubungi pihak keluarganya untuk menyusul si wanita ini. Bukan hal yang sulit bagi Ken Lian mencari identitas seseorang.


"Hmm … ternyata warga kota Lunar City. Ini terlalu mudah," gumam Ken yang mulai menarikan tangannya di atas keyboard laptopnya.


Pria itu tersenyum saat mendapatkan alamat tempat tinggal wanita yang sedang tertidur dengan nyenyak. Ken mulai mencari nomor yang dapat dihubunginya. Ken mulai memasukkan beberapa angka di ponselnya dan mulai menghubungi salah satu anggota cewek itu.


Ken juga mengatakan keberadaan mansion Aite dengan jelas. Soalnya pihak keluarga mengatakan akan menyuruh sanak saudara yang tinggal di Venesia. Pihak keluarga juga mengirim foto sanak saudara yang akan menjemput wanita yang ditolongnya.


****************


Langit telah berganti dari gelap menjadi terang. Meyrin baru saja keluar dari kamar mandi hanya memakai bathrobenya. Rambutnya masih basah karena habis keramas. Melangkahkan kakinya ke pinggir kasur tepat di sebelah sisi William.


William masih setia dengan gulingnya dan selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya. Meyrin dengan jahilnya mencium pipi William begitu saja. Singkat, lembut tapi mampu membuat William menggeliat.


"Hi, selamat pagi," sapa Meyrin dengan senyum manisnya saat William membuka kedua matanya.


"Ciuman selamat pagi dong," pinta William dengan manjanya. Meyrin langsung mengabulkannya, kembali mereka saling berpagutan.


Saat Meyrin sedang menikmati ciuman selamat paginya, tangan William sudah bergerilya. Kedua tangannya mulai membuka tali bathrobe yang dikenakan Meyrin hingga menampakkan pemandangan bagian depan tubuh sang wanita.


"Tidak ada olahraga pagi di atas kasur. Mandilah! Aku akan menyiapkan pakaiannya," perintah Meyrin yang beranjak dari kasur sembari mengikat kembali tali bathrobenya.


"Terima kasih, Sayang." William mencuri cium pipi sebelah kanan Meyrin.


"Ke perusahaan?" tanya Meyrin sebelum William masuk ke dalam kamar mandi.


"Tidak! Tapi, aku ada pertemuan dengan beberapa klien sebentar lagi. Pakaian semi formal boleh," jawab William yang langsung masuk ke kamar mandi.


Meyrin mulai menyiapkan baju semi formal yang akan digunakan William hari ini. Tidak lupa long coat warna abu-abu juga dia siapkan. Setelahnya dia masuk ke walk in closet untuk berganti pakaiannya sendiri.


Meyrin menatap pintu kamar mandi yang masih terdengar suara rintikan air shower dari dalam. Wanita itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan menuju ke meja rias. Sedikit memoles wajahnya dengan make up natural.


"Astaga!" Meyrin menatap ngeri pada ruang tamunya.

__ADS_1


Terlihat kemeja dan jas yang tadi malam dipakai William berserakan di lantai. Bantal sofa sudah tidak ada di tempatnya lagi. Intinya keadaan ruang tamu dengan keadaan kamar mereka tidak jauh berbeda, sama-sama seperti kapal pecah.


Tok! Tok! Tok!


Terdengar suara ketukan pintu, Meyrin segera mendekati celah pintunya. Ada Lea di depan pintu. Meyrin menyuruh asisten pribadinya untuk menunggu sebentar lagi. Dia langsung bergegas merapikan ruang tamu. Baju William dimasukkan ke keranjang kotor. Bantal sofa dipungutnya dan ditata di tempat semula.


Lima menit lebih Meyrin merapikan ruang tamu itu agar terlihat layak ditempati lagi. Dia mengeceknya lagi, setelah semua dirasa sempurna, Meyrin membuka pintunya. Terlihat selain ada Lea, Rama dan Paman Nikolai juga menunggunya.


"William di mana?" tanya Nikolai langsung pada Meyrin.


"Aku di sini, Paman. Langsung ke ruang kerjaku saja." William menjawab dan masuk ke ruang kerjanya.


Nikolai pamit ke Meyrin yang dijawab anggukan kepala saja. Sepeninggal Nikolai, Lea meminta waktu untuk berdua dengan Meyrin. Mereka langsung masuk ke kamar meninggalkan Rama seorang diri.


"Ada apa, Lea?" tanya Meyrin saat pintu kamar sudah tertutup.


"Tuan King menelepon bahwa mereka akan tiba hari ini di Venesia. Bukan hanya Tuan King, Tuan Queen juga dalam perjalanan ke Venesia," lapor Lea langsung.


"Kenapa mereka datang secepat itu? Siapa yang berani menyuruh mereka datang tanpa perintahku?" tanya Meyrin penuh nada kegeraman.


"Bukan itu saja, Tuan Aite meneleponku kalau Tuan Ken dari tadi malam membawa masuk seseorang ke kamarnya. Tuan Ken juga sampai detik ini belum keluar dari kamarnya, Nona," laporan tambahan yang langsung membuat kepala Meyrin berkedut.


"Sialan! Apa yang dilakukan Ken sebenarnya tadi malam? Kita kembali ke mansion sekarang!" ajak Meyrin yang mengambil ponsel dan tasnya.


Saat Meyrin dan Lea keluar dari kamarnya, terlihat Rama dan beberapa staf hotel menyiapkan sarapan pagi. Meyrin meminta maaf pada Rama untuk tidak bergabung dengan William dan yang lainnya.


"Kak Rama tolong sampaikan pada William dan Paman Nikolai. Aku harus kembali ke mansion karena ada urusan yang mendesak," pamit Meyrin.


"Baik, Nyonya. Hati-hati di jalan."


Meyrin dan Lea segera bergegas menuju mansion Aite. Ponselnya berdering, menampilkan nama Alex. Asisten pribadi Ken itu menanyakan kabar majikannya kepada Meyrin. Alex menceritakan kalau Ken tadi malam sempat meneleponnya.


"Kamu tenang saja, Ken tidak akan memecatmu. Jika itu terjadi, maka kamu akan jadi asisten pribadinya Emily," ucap Meyrin.


"Apa itu benar, Kak?" tanya Emily di seberang sana.


"Emily! Apa yang kamu lakukan bersama Alex, hah! Bukankah sekarang di London sudah malam hari?" selidik Meyrin.


"Aku baru saja pulang pemotretan, Kak. Sebentar lagi aku mau nonton konser dan Alex menemaniku," jawab Emily.

__ADS_1


"Kamu jangan seenaknya begitu. Bagaimanapun Alex adalah asisten pribadi Ken. Dia harus menjaga Ken dalam kondisi apapun. Bukannya kakak sudah memilihkan asistenmu? Apa ada masalah dengan dia?" selidik Meyrin.


"Maaf, Kak. Besok Alex sudah kembali ke Venesia. Sekali lagi, maafkan Emily," ucap adik tiri Meyrin dengan nada penuh penyesalan.


"Baik. Tolong jangan menambah masalah. Kita di sini sudah kesulitan, jangan ditambah dengan masalahmu lagi. Jika asisten dan pengawalmu tidak becus, maka kakak akan memecat mereka semuanya. Lalu kita memulai seleksi dari awal." Meyrin menjelaskan situasinya sembari memijat keningnya.


"Iya, Kak." Emily pasrah ketika mendapatkan omelan dari sang Meyrin.


"Baiklah, jaga diri baik-baik jika tidak mau kakak kurung." Meyrin mengakhiri panggilan itu.


"Apa belum ada kabar dari mansion?" tanya Meyrin pada Lea.


"Tidak ada, Nona."


30 menit perjalanan dari hotel, akhirnya mobil yang membawa Meyrin dan Lea memasuki halaman mansion. Meyrin segera keluar dari mobil dan mengabaikan semua bawahan maupun maid yang menyapanya. Terlihat Aite dan Joker berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar Ken.


"Apa dia masih di dalam?" tanya Meyrin dengan aura mengintimidasinya.


"Masih, Bos. Kami tidak berani mengetuk pintunya," jawab Aite.


"Jemput King dan Queen di Bandara. Setelah itu tunggu kami di ruang rapat. Jack serahkan padaku!" perintah Meyrin yang tidak menerima sanggahan.


"Baik, Bos."


Aite dan Joker langsung bertindak, meninggalkan kamar yang ditempati Jack atau Ken. Mereka berdua menghentikan langkahnya di tengah anak tangga karena penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh bos kecilnya itu.


"Bisakah kalian menonton di ruang kontrol saja?" bentak Meyrin dengan suara lantangnya kepada Aite dan Joker.


Mendengar bentakan dari bos kecilnya, langsung membuat Aite dan Joker melanjutkan langkah kaki mereka menuruni anak tangga. Mereka menuju ke ruang kontrol sesuai perintah Meyrin. Sebelumnya Aite menyuruh tangan kanannya untuk menjemput King dan Queen di Bandara.


Apa yang akan terjadi pada Ken?


.


.


.


~ To Be Continue ~

__ADS_1


IG @hana_ryuuga


__ADS_2