OBSESI SANG PEWARIS

OBSESI SANG PEWARIS
BAB 128 DUA TAHUN YANG LALU PART 1 (S2)


__ADS_3

"Apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Laras saat melihat William menghentikan ceritanya.


"Setelah itu, Daddy dan Mommy menjemput Paman Nikolai di Bandara. Siapa sangka, ternyata Paman Nikolai diserang dan kedua orang tuaku menjadi sasaran salah tembak." William melanjutkan ceritanya.


Laras menutup mulutnya dengan kedua tangan. Dia tidak percaya bahwa mertuanya meninggal dalam keadaan yang tidak dikira akan terjadi. Saat itu, pasti keadaan keluarga Plowden sangat kacau. Ditambah, Paman Nikolai pasti merasa teramat bersalah pada William.


"Aku yang saat itu sudah merasa hancur karena kehilangan istri tercinta ditambah dengan kabar yang dibawa Paman Nikolai, membuatku semakin tak ingin hidup di dunia ini lagi. Aku benar-benar hancur dan merasa sendirian di dunia ini." William menghentikan ceritanya, menatap Laras dan tersenyum, mengatakan bahwa dia baik-baik saja.


"Bahkan, aku tidak tahu kapan pemakaman kedua orang tuaku. Beruntungnya, Paman Nikolai ada di sampingku dan Rama mengurus perusahaan. Keadaan waktu itu sangat genting begitu juga dengan perusahaan. Ditambah aku yang sudah seperti orang gila."


Laras membawa tangan William ke perutnya dan tersenyum. William menatap Laras dan ikut tersenyum. Dia paham arti dari tindakan sang istri saat ini.


"Aku bisa bangkit karena ada mereka bertiga. Begitu juga dengan sahabat-sahabat kita, Sayang. Tanpa mereka mungkin aku tidak akan sampai ke titik ini."


"Kamu sudah melakukan yang terbaik, Will. Maafkan aku harus pergi dan begitu lama menemuimu. Ada alasan khusus yang membuatku harus menghilang."


William mengelus rambut Laras dengan lembut. Dia paham sikap istrinya itu. Tidak ada yang lebih memahami Laras daripada William. Bahkan, antara Yuki dan William yang sangat dekat dengan Laras, lelaki itu lebih paham akan Laras.


Hal itu membuat William dan Laras sama-sama nyaman. Hingga sebuah perasaan cinta itu hadir menyelimuti hati keduanya. Benang merah melilit di jari keduanya. Dewa dan Dewi asmara telah menembakkan panahnya.


"Lalu, apa yang membuatmu harus menghilang?" tanya William.


"Waktu itu …."


****************


"Nona muda, ini apa?" tanya Josh asisten pribadi Daniel.


"Surat ceraiku dengan William. Pastikan William sendiri yang menerimanya," perintah Laras.


"Nona, istri saya Lea baru saja tiba. Apa saya boleh menjemputnya terlebih dahulu?" izin. Josh.


"Tidak masalah."


Setelah itu Laras pergi meninggalkan Josh menuju kamarnya di lantai dua. Di anak tangga dia bertemu dengan Emily, adik tirinya itu. Tampak penampilan Emily yang berantakan khas orang bangun tidur.

__ADS_1


"Lily, kamu mau kemana?" tanya Laras.


"Menemui Daddy, Kak," jawab Emily dengan suara seraknya khas orang bangun tidur.


"Daddy ada di ruang kerjanya. Kakak baru saja dari sana."


"Terima kasih, Kak." Emily langsung meluncur ke ruang kerja Daniel Arlington.


Satu minggu kemudian setelah Laras menyuruh Josh untuk mengantarkan surat cerainya dengan William. Wanita itu mulai sibuk dengan urusan bisnisnya. Ke manapun Daniel pergi, Laras akan berada di sampingnya. Bahkan, dia sudah memiliki asisten pribadi sekaligus bodyguardnya sendiri.


"Nak, dia adalah Lea yang akan menjadi asisten pribadi dan bodyguard-mu. Dia adalah istri dari Josh." Daniel memperkenalkan Lea kepada Laras.


"Halo Lea, salam kenal. Oya, anak kalian ada di mana?" tanya Laras.


"Dia sedang tidur, Nona. Anda bisa melihatnya setelah bangun nanti," jawab Lea.


"Baiklah. Ayah, apa nanti kita akan pergi ke pesta Tuan Giovanni?" tanya Laras ketika ingat tujuannya ke ruangan sang Ayah.


"Apa kamu bisa menggantikan Ayah? Ayah juga memiliki jadwal bertemu dengan presiden," tanya Daniel sembari menjelaskan alasannya tidak bisa hadir.


"Lea saja tidak cukup. Ayah akan menyuruh beberapa pengawal senyap kita. Aite dan Lea yang akan berada di sampingmu nanti."


"Ayah atur saja yang terbaik. Laras akan bersiap dulu, kebetulan Emily mengajak ke salon juga," ujar Laras sambil meminta izin.


"Manjakan diri kalian." Daniel memberikan izinnya.


Saat Laras keluar dari ruangan Daniel, Lea mengikuti Nona mudanya itu dari belakang. Saat mereka berdua sudah tiba di koridor lantai dua, Laras menghentikan langkah kakinya.


"Lea, siapa Tuan Giovanni?" tanya Laras menatap asisten pribadinya.


Lea mengambil tab-nya dan mulai mencari informasi tentang keluarga Giovanni yang sudah terdata di arsip rahasia milik keluarga Arlington.


"Keluarga Giovanni merupakan keluarga konglomerat ketiga setelah keluarga Arlington dan Plowden di LA. Pemimpin dari keluarga Giovanni merupakan ketua mafia dari Italia. Mereka memiliki seorang ahli waris bernama Rizzo Giovanni. Rizzo sama seperti Tuan Daniel di usia 17 tahun, dia sudah terjun ke medan pertempuran," jelas Lea.


"Sepertinya Rizzo tidak bisa diajak untuk berteman yah," gumam Laras yang masih bisa didengar oleh asisten pribadinya itu.

__ADS_1


"Benar, Nona. Dia juga terkenal dengan sebutan si tiran obsesi."


"Wow, julukannya saja menakutkan. Lebih baik aku menjauhi pria yang bernama Rizzo ini nanti."


"Masalahnya Nona, Tuan Giovanni mengadakan pesta untuk perayaan pemimpin baru keluarga Giovanni. Selain itu, menurut informasi yang saya dapatkan, pesta itu juga merupakan peresmian Tuan Rizzo Giovanni menjadi pemimpin mafia Giovanni." jelas Lea lagi.


"Aish, kalau begitu aku yang sial. Berharap saja tidak bertemu dengan dia. Cukup mengucapkan selamat dan setelah itu kita menikmati pesta."


"Baik, Nona."


****************


Waktu pesta keluarga Giovanni telah tiba. Laras, Aite dan Lea baru saja memasuki mansion. Pesta yang digelar begitu mewah dan elegan. Banyak para artis, pebisnis dan pejabat yang hadir. Saat melihat kehadiran Laras, beberapa yang mengenalnya langsung mendekat. Mereka terlibat percakapan basa-basi tentang bisnis.


Beberapa kolega Arlington menanyakan Daniel kepada Laras. Seperti yang sudah didengar Laras bahwa sang Ayah sedang ada pertemuan dengan presiden. Laras tiba-tiba merasakan aura intimidasi dari arah samping kanannya. Awalnya dia mengabaikannya hingga aura itu semakin terasa dan membuat Laras tidak nyaman.


Lea yang menyadari kode dari Nona mudanya itu langsung mendekat. "Ada apa, Nona?" tanya Lea dengan berbisik.


"Awasi sisi samping dan kananku. Aku merasakan aura intimidasi dari seseorang," perintah Laras dengan berbisik juga.


Lea langsung mundur beberapa langkah ke depan setelah mendapatkan perintah dari sang Nona. Laras kembali menyapa beberapa kenalan Daniel dan dirinya sendiri. Hingga dia merasakan sebuah getaran pada layar ponselnya. Sebuah notifikasi pesan masuk diterimanya.


(Semua aman terkendali, Nona. Tapi, kami sudah bersiaga jika terjadi sesuatu.)


Begitulah pesan yang diterima oleh Laras dari Lea. Wanita dengan gaun gold model putri duyung itu menghela napas panjangnya. Tanpa Laras sadari seseorang menyungging senyum manisnya kepada wanita itu.


Novel OSP akan tayang setiap hari pukul 9-10 pagi yah. Jangan lupa like dan komennya biar Hana kenal dengan kalian.


.


.


.


~ To Be Continue ~

__ADS_1


@hana_ryuuga


__ADS_2