
Pukul 01.30 waktu Venesia di mansion Aite sedang melakukan persiapan misi menculik mata-mata dalam organisasi. Aite, Joker, Jack serta Alex berada di dalam markas.
"Tuan Jack, siapa yang akan bertugas?" tanya Joker pada Jack yang sibuk dengan ponselnya.
"Cih, dia selalu melimpahkan tugasnya padaku." Ken berdecih saat panggilannya tidak mendapat respon dari Meyrin.
Sejak tadi dia berusaha menghubungi Meyrin secara pribadi untuk menanyakan langkah selanjutnya. Akan tetapi, jika seperti ini ceritanya, dia harus memikirkan langkah selanjutnya.
"Aite, apa kamu tidak merasa aneh dengan ucapan Bos?" tanya Jack.
"Apakah tentang kata-kata terakhir Bos yang mengatakan merekrut anggota baru, Tuan Jack?" Joker ikut dalam pembahasan.
"Apa jangan-jangan Bos mengetahui sesuatu?" asumsi Aite.
"Cih, dia selalu penuh dengan teka-teki membuatku harus berpikir ekstra," sungut Ken.
"Jadi, siapa yang akan bertugas, Tuan Jack?" tanya Joker lagi.
"Aku akan menghubungi Buz untuk kembali ke mansion sesuai perintah Meyrin. Lalu, Joker akan menyapanya dan mengajak Buz berbincang. Saat itu, Aite datang dan menepuk pundak Buz untuk menyapanya," jelas Ken mulai menyusun rencana penangkapan Buz.
"Saat aku menepuk pundak Buz, saat itu juga menempelkan 'permen kecil' ini di leher Buz, 'kan?" tanya Aite.
"Betul sekali, sedangkan aku akan memantau dari ruang kontrol untuk memastikan bahwa semuanya aman. Pastikan lakukan dengan senatural mungkin, Buz adalah mata-mata. Instingnya sebagai mata-mata lebih tajam dari yang lain."
"Siap, Tuan," jawab Aite dan Joker bersamaan.
Mereka bertiga mulai melancarkan aksinya. Jack saat ini sedang menghubungi Buz yang bertugas patroli di gudang senjata. Seperti rencana di awal, dia menyuruh Buz untuk kembali ke mansion.
Saat tiba di mansion, giliran Joker yang beraksi. Dia berpura-pura keluar dari mansion untuk memantau keadaan dan bertemu dengan Buz. Pria itu mengajak Buz untuk berkeliling.
Tanpa Joker sadari, Buz menyunggingkan senyumannya. Buz mengikuti Joker yang merupakan salah satu petinggi yang dipimpin oleh Meyrin.
"Kalian sedang apa?" tanya Aite tiba-tiba dari belakang mereka.
Buz langsung membungkuk memberi hormat pada Aite. "Saya disuruh kembali ke mansion oleh Tuan Jack."
"Lalu kenapa berkeliaran di sini?" selidik Aite penuh rasa curiga.
"Dia menemaniku memantau keadaan. Sebentar lagi aku akan membawanya ke Tuan Jack." Joker membantu Buz menjelaskannya pada Aite.
Setelah itu Joker dan Buz meninggalkan Aite begitu saja. Sebuah suara terdengar di telinga Aite dan Joker.
__ADS_1
"Bagus! Aite kamu tetap awasi Buz dan Joker seolah dirimu tak percaya pada keduanya. Joker, alihkan perhatian Buz agar kembali fokus pada percakapan kalian." Ken memberikan perintahnya dari earphone mini yang terpasang di masing-masing telinga mereka bertiga.
Buz yang tersenyum ternyata disadari oleh Ken. Itu bukan senyum biasa, Ken menyadari dari ekspresinya itu adalah kode yang dikirim Buz kepada seseorang. Ken langsung memantau semua area yang terpantau CCTV tapi tidak ada yang mencurigakan.
Beruntungnya malam ini, sinar rembulan yang menyinari bangunan saat itulah Ken menyadari sesuatu. Di sebuah gang kecil di seberang mansion, ada sekitar tiga orang yang memantau. Lalu, di atas atap rumah dua orang mencurigakan sedang mengamati mansion Aite.
Saat itu juga, Ken langsung mengubah rencananya, menyuruh Aite mencurigai Joker dan Buz. Beruntungnya 'permen kecil' itu sempat dibagi rata tadi. Tangan kanan Meyrin itu mengambil teropong dan mengarahkannya ke atap rumah.
Ada sekitar 5 orang di atas atap. Dua di antara mereka membawa laras panjang dan basoka. Mereka berlima menggunakan masker hingga Ken tidak bisa mengidentifikasi wajah kelimanya. Ken menghela napasnya dengan kasar.
"Joker, pastikan Buz masuk ke dalam ruangan dan jangan lakukan apapun. Di luar ada yang mengintai," perintah Ken.
Joker terus saja bicara dengan Buz, walaupun fokusnya terbagi dua dengan perintah Jack. Di persimpangan koridor, Buz dan Joker berbelok. Ken segera keluar dari ruangannya.
Di ujung koridor ada sebuah ruangan di mana Ken sudah menunggu di depan pintu. Tentu saja Ken menggunakan topengnya karena itu adalah ciri khas dari seorang Jack alias Ken. Ken menyambut mereka lalu mengajak Buz masuk ke ruangan, meninggalkan Joker di luar.
Ken berjalan di depan Buz, sebuah senyum miring tersungging di balik topengnya. Dia mengeluarkan pisau kecil yang ada di saku kiri jaketnya. Ken tiba-tiba berbalik ke belakang dengan menghunus pisaunya.
Crash!
Sebuah tebasan dari pisau kecil Ken tepat mengenai lengan Buz. Lalu ditendangnya dada bidang Buz hingga membuat sang mata-mata terdorong ke belakang. Suara benturan tubuh dengan meja terdengar begitu nyaring di ruangan tersebut.
"Sepertinya Bosmu mengambil inisiatif lebih dulu. Apakah kamu menerima misi baru?" sindir Ken saat melihat Buz masih terduduk di lantai dengan memegang tangannya yang terus mengeluarkan darah.
"Brengsek!" umpat Buz yang kembali berdiri.
"Tunggu, tunggu. Apa kamu sedang mengincar wajahku?" selidik Ken yang langsung membuat Buz membelalakkan kedua matanya, terkejut.
"Wah … wah … wah …," Ken berjalan ke arah pistol itu tergeletak dan memungutnya.
Buz menatap Ken penuh amarah dan kebencian. Sedangkan Ken sangat menyukai tatapan Buz yang begitu jujur. Ken terus melangkahkan kakinya mendekati Buz. Satu kali Ken melangkahkan kakinya, satu kali pula Buz mundur.
Hingga tubuh Buz membentur tembok, membuat Ken tersenyum dalam topengnya. Dua langkah lagi Ken akan tiba di depan Buz. Ken mengarahkan moncong pistol tepat ke kepala Buz, tanpa keraguan dia menarik pelatuknya.
Tapi, Buz melakukan serangan balik. Dia menendang tangan Ken dengan keras yang mengarahkan pistolnya. Pistol itu kembali terlontar jauh ke sisi kanan Ken.
"Brengsek!" umpat Ken yang langsung mengeluarkan 'Black Star', pistol kesayangannya.
Dor! Dor!
Dua kali tembakan terdengar dan salah satu pelurunya tepat mengenai kaki kanan Buz yang hendak melarikan diri. Darah di tangan belum berhenti, sekarang kaki kanannya juga mengeluarkan darah.
__ADS_1
"Aaaargh!" teriak kesakitan Buz.
Joker dan Aite yang mendengar suara tembakan segera masuk ke ruangan yang hanya ada Jack dan Buz. Mereka terkejut saat melihat banyaknya darah di lantai. Mereka segera mendekat ke arah Jack dan memeriksa keadaan tangan kanan sang bos.
"Aku tidak apa-apa. Cepat bawa dia ke markas lalu buat penjagaan yang super ketat!" Ken memberikan perintah.
"Baik, Tuan." Aite dan Joker segera membantu Buz berdiri.
"Sebentar," cegah Ken saat menyadari sesuatu.
Ken berjalan menuju Buz lalu berjongkok. Dia memperhatikan sepatu Buz dengan seksama sebelum …,
Jleb!
"Aaaargh!" teriak Buz saat telapak kakinya ditusuk pisau kecil kesayangan Ken.
Darah segar langsung merembes keluar dari sepatu Buz. Pria itu langsung terkulai lemas dan terduduk. Dia tidak bisa berdiri dengan bertumpu pada kakinya lagi.
"Buka sepatu itu!" perintah Ken.
Tanpa diperintah dua kali, Aite langsung membuka sepatu Buz sedangkan Joker membantu pria kekar itu tetap berdiri. Darah dari lengan, betis dan telapak kaki tidak berhenti keluar membuat Buz mulai kabur menatap topeng Ken.
Ken langsung membalikkan posisi sepatu Buz dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sana. Sebuah alat yang sama persis seperti Meyrin tunjukkan keluar dari dalam sepatu. Ken membiarkan alat itu tetap berada di atas lantai.
"Cih, dasar bodoh!" umpat Ken sebelum menembak alat penyadap itu hingga hancur.
Aite dan Joker benar-benar tak habis pikir dengan pola pikir Jack dan Meyrin yang selalu jeli terhadap apapun. Mereka berdua bahkan tidak menyadari jika Buz memberikan kode kepada rekannya. Sehingga membuat mereka harus merubah strategi dadakan. Sedangkan Buz sudah tidak sadarkan diri karena kehilangan banyak darah.
"Bawa dia ke markas dan sebelum itu obati luka-lukanya!" perintah Ken sebelum keluar dari ruangan itu meninggalkan ketiganya di belakang.
Gimana? Udah tegang belum?
.
.
.
~ To Be Continue ~
IG @hana_ryuuga
__ADS_1