OBSESI SANG PEWARIS

OBSESI SANG PEWARIS
BAB 84 PULAU POVEGLIA PART 2


__ADS_3

Kisah menyeramkan berseliweran dari mulut ke mulut tentang pulau Poveglia. Pulau itu sendiri merupakan tempat karantina di mana orang yang memiliki gejala sakit akan dibawa ke pulau tersebut. Sebuah rumah sakit jiwa merupakan tempat karantina mereka.


Bukan hanya itu saja, mereka yang mulai melemah karena terserang sebuah penyakit akan dibunuh atau yang lebih parah adalah dibakar hidup-hidup. Saat ini, terkadang beberapa nelayan yang pergi memancing di sekitar pulau itu menemukan tulang manusia di jaringnya.


Kisah tentang rumah sakit jiwa sendiri lebih menyeramkan. Konon, dulu ada seorang dokter yang memiliki hobi bereksperimen dengan pasiennya. Metode pengeboran kepala pasien sering dilakukan.


"Berhenti dulu!" perintah Ken sambil menatap ke sekeliling yang hanya ada sebuah kegelapan.


"Ada apa?" tanya Meyrin.


"Tidak, lanjutkan saja ceritanya, Paman." Ken menyuruh Aite melanjutkan penjelasan informasinya tentang pulau yang akan mereka datangi.


"Bukan hanya itu saja, beberapa pasien dijatuhkan dari atas menara rumah sakit yang sangat tinggi. Beredar kabar kalau dokter itu juga meninggal karena terjatuh dari menara tersebut. Ada yang bilang karena bunuh diri, tapi ada juga yang mengatakan dilemparkan oleh arwah pasien yang marah." Aite melanjutkan ceritanya.


Mendengar cerita Aite, Ken perlahan-lahan menggeser tubuhnya mendekati Meyrin. Dia meneguk salivanya dengan susah payah setiap hal-hal menyeramkan terlintas di otaknya. Ken memang paling benci dengan yang berbau horor.


Saat mengetahui sebuah fakta dari pulau Poveglia, dia sudah mulai overthinking dengan pulau tersebut. Otaknya sudah travelling ke mana-mana. Bahkan, saat ini bulu kuduknya sudah berdiri. Apalagi siluet sebuah menara dari kejauhan terlihat.


Otak Ken sudah membayangkan bahwa sang dokter dan para pasiennya sudah menunggu mereka di atas menara. Ken benar-benar akan membunuh Rizzo, dalang dari adanya pulau berhantu itu.


Meyrin menatap Ken dan tersenyum mengejek. "Kamu itu mafia, tapi takut pada hantu. Berhenti menjadi tangan kananku saja."


"Sialan! Kamu tidak tahu saja bagaimana darah yang melekat pada tubuh hantu itu," elak Ken.


"Apa bedanya darah hantu dengan darah di tubuh korban yang kamu bunuh. Dasar pria brengsek!" umpat Meyrin tak habis pikir dengan seorang Ken.


"Selain itu matanya yang membulat sempurna menatapku dengan menyeramkan, lalu darah yang keluar dari anggota tubuhnya. Uuh~ membayangkan saja membuatku merinding." Ken bergidik ngeri dan semakin mendekat ke arah sepupunya itu.


"Ken jangan gila deh! Hantu itu terjadi saat kamu membunuh orang tersebut, bodoh! Mereka bangkit menjadi hantu buat balas dendam sama kamu," Meyrin sudah hilang kesabaran dengan tingkah Ken.


Sumpah. Bagaimanapun yang paling menyeramkan adalah saat orang itu terbunuh dan tercabik-cabik. Ini seorang Ken, bintang besar dengan jutaan fans takut sama hantu. Astagaah~ Meyrin benar-benar tak habis pikir dengan isi kepala Ken.


Yacht mereka mendekati sebuah dermaga. Dermaga bekas rumah sakit jiwa yang suasananya mulai mencekam. Suara burung hantu mulai menyapa mereka. Suara langkah kaki mendekat dan Ken mulai ketakutan. Keringat dingin mulai membasahi kedua tangannya yang menggandeng Meyrin.


"Jack, kita akan bertarung bukan uji nyali," desis Meyrin saat Ken semakin kuat mencengkeram tangannya.


"Mey, suruh pasukan Queen menembak basoka ke arah rumah sakit itu agar kobaran api membuat suasana hidup tidak mencekam seperti ini," ujar Ken di balik topengnya.

__ADS_1


Tentu saja, walaupun para petinggi mengetahui sosok Jack yang sebenarnya. Akan tetapi, para bawahan mereka tidak ada yang tahu dan selamanya tidak akan ada yang tahu. Meyrin mulai tegas terhadap Ken, bagaimanapun ini adalah saat yang genting. Jack yang takut pada hantu bukan sebuah rahasia lagi dalam organisasi.


"Kalau kita menyerang lebih dulu, William yang ada di dalam rumah sakit itu akan terkena dampaknya. Pikirkan kondisi sandera di saat seperti ini. Tenanglah, tidak akan ada hantu, aku yang menjaminnya." Meyrin mencoba menenangkan Ken.


"Bos, sesuai yang dikatakan Tuan Nikolai, mereka ada di dalam rumah sakit dan berpencar. Hanya saja, kami tidak mengetahui posisi Tuan William," lapor Joker yang ditugaskan untuk mengintai.


Mendengar itu, Meyrin segera mengeluarkan ponsel barunya. Dia menatap layar itu, tidak ada sinyal. Wanita itu menyunggingkan senyum miringnya saat mengetahui bahwa masa lalunya ingin mengasingkan mereka di pulau tersebut.


"Jack dan Alex, kalian pergilah ke tempat yang aman untuk melacak setiap orang. Ingat Jack! Ganti kodemu sebelum melacak karena Berto sudah mengetahui kode pribadimu." Meyrin mulai mengarahkan pasukannya.


"Joker, laporkan posisi musuh!" Meyrin berbicara melalui earpiece-nya.


 


"Pintu masuk rumah sakit ada sekitar 20 orang yang berjaga. Di menara ada pasukan pengintai dan mereka sudah menyadari kehadiran Bos. Lalu di setiap sudut dan beberapa ruangan dijaga lima orang. Pasukan meraka cukup besar. Apa kita menunggu klan Naga Langit, Bos?" lapor dan tanya Joker.


"Tidak! Biarkan klan Naga Langit menyerang di bagian belakang kita. Kita tetap akan maju lebih dulu, tidak perlu menunggu. Menyerang lebih dulu atau diserang lebih dulu. Pilihan ada di tangan kita."


"Apa kamu baru saja menembak seseorang?" tanya Meyrin.


"Bagaimana Bos tahu? Padahal saya menggunakan peredam suara tembakan."


Ponsel Lea yang awalnya tidak ada sinyal, sekarang sudah terisi penuh. Sayangnya, hanya ponsel Lea yang ada sinyalnya tidak dengan lainnya. Lea langsung menyerahkan pada Meyrin saat mengetahui siapa peneleponnya.


"Di mana ponselmu?" tanya orang di seberang sana.


"Aku hancurkan," jawab Meyrin dengan nada malas.


"Apa kamu yang melakukannya, Sayang?" tanya Rizzo dengan nada dinginnya di seberang sana.


"Aku baru tiba Rizzo. Aku ingin berbicara denganmu. Katakan! Di mana kita harus berbicara?" tanya Meyrin mencoba tenang.


"MEYRIN! JANGAN MENDEKAT! LUPAKAN AKU DAN TINGGALKAN PULAU INI! DIA MENGINGINKAN SEMUANYA MATI DI PULAU INI!" teriak William sekuat tenaga di seberang sana.


"FVCK!" umpat Rizzo yang langsung terdengar suara tinju dari seberang sana.


"Sialan! Jangan menyentuh William, brengsek! Katakan di mana posisimu!" bentak Meyrin saat tidak mendengar lagi suara William.

__ADS_1


"Kau yang memulai, Sayang. Temukan aku dan datanglah! Aku bersama kekasihmu. Aku akan menunggumu 30 menit dari sekarang dan jika lebih, maka … setiap satu menit tubuh Kekasih tercintamu akan aku gores dengan pisau ini," ujar Rizzo menatap William penuh minat sembari menjilat bilah pisau kecilnya.


"Fvcking shiit! Jangan pernah menyentuh William jika kamu tidak ingin menanggung resikonya, brengsek! Aku akan menemukanmu!" 


Setelah mengatakan itu, Meyrin mengakhiri panggilannya. 30 menit bukan waktu yang lama, dia harus bergerak menemukan Rizzo sebelum waktunya habis. Rizzo tidak pernah main-main dengan ancamannya.


"Untuk semua ketua pasukan, kita akan menyerang lebih dulu dari segala sisi. Queen kamu akan membuka jalan di pintu utama. Setelah itu pasukan King dan Joker ikut aku menyerbu ke pintu utama. Setelahnya kita bagi menjadi tiga kelompok. Kelompok King, Joker dan aku sendiri. Kalian menyebar ke seluruh penjuru rumah sakit untuk mencari William." Meyrin menatap Ken yang sudah menginjakkan kakinya di pulau.


Ken dan Alex memberikan kode pada Meyrin bahwa mereka baik-baik saja dan siap menerima perintah. Meyrin yang melihat kode itu hanya menganggukkan kepalanya.


"Siapapun di antara pasukan yang menemukan posisi William dan Rizzo, nyalakan ponsel kalian agar Jack bisa melacaknya. Saat itu, kami akan datang menyerbu masuk."


"Baik, Bos."


Kelima petinggi mafia Arlington menjawab dengan kompak. Para ketua mulai menjelaskan situasinya dan rencana dari Meyrin. Sedangkan Meyrin sendiri mulai turun dari yacht diikuti Lea dan Aite serta seluruh anggota Aite yang jumlahnya ada 250 orang.


"Untuk kalian, 200 orang akan berada di bawah kepemimpinan Aite dan 50 orang pilihan Aite akan ikut denganku. Setelah kita menyerbu, Paman Aite akan membersihkan yang ada di pintu masuk sedangkan aku dan pasukan kecil akan terus maju. Apa kalian paham?" tanya Meyrin.


"Paham, Bos."


Meyrin dan yang lainnya mulai menyusuri garis pantai pulau yang paling menyeramkan di Eropa bahkan di dunia. Meyrin dan pasukannya mencari celah pagar besi yang melindungi pulau ini dari terobosan orang luar.


Ken sudah berada di posisinya dengan sebuah ponsel dan Alex yang berada di sampingnya. Bersiap dengan kemungkinan serangan tiba-tiba. Seluruh panca indera ditajamkan oleh kedua lelaki ini. Ken hanya dapat mencuri sinyal untuk ponselnya saja. Paling tidak itu sangat membantu untuk melacak keberadaan seluruh pasukan mafia Arlington tanpa terkecuali.


Tak jauh dari pasukan Meyrin, mereka menemukan pagar kawat yang sudah berkarat. Ada celah di pagar itu untuk masuk lebih dalam lagi. Adrenalin seluruh pasukan terpacu saat mendengar suara aneh dan nyanyian burung hantu. Mereka bertempur bukan dengan manusia saja tapi kali ini dengan makhluk halus juga.


"Ja-jack apa dari posisiku masih jauh?" tanya Meyrin sembari menelan salivanya dengan susah payah.


Novel OSP akan tayang setiap hari pukul 9-10 pagi yah. Jangan lupa like dan komennya biar Hana kenal dengan kalian.


.


.


.


~ To Be Continue ~

__ADS_1


@hana_ryuuga


__ADS_2