OBSESI SANG PEWARIS

OBSESI SANG PEWARIS
BAB BONUS VISUAL NOVEL BARU


__ADS_3


Reynard Maverick, seorang pengusaha muda yang terkenal di Pandora City. Setelah dia kembali dan menjabat sebagai CEO di MV Group, namanya langsung terkenal. Para wanita sosialita maupun artis berlomba-lomba untuk menjadi pendampingnya. Sayangnya pria itu yang biasa dipanggil Rey, tidak tertarik dengan wanita. Bahkan, di dalam perusahaannya sendiri, dia dikenal sebagai Bos dingin.


Rey bukannya tidak suka dengan wanita ataupun seorang Homo, dia hanya seperti itu karena penyakitnya. Sang CEO muda adalah seorang penderita Prosopagnosia. Di mana hal itu membuat Rey tidak mengenali wajah orang di sekitarnya.



Lily Gabriella, seorang mahasiswi lulusan terbaik di kampusnya. Dia mendapatkan rekomendasi pekerjaan dari Professor-nya di perusahaan MV Group. Sayangnya, karena suatu hal dia jadi terlibat dengan urusan pribadi Reynard.


Lily merupakan gadis yang bawel namun perhatian. Selain itu, dia selalu membantah perintah Rey jika sudah diluar nalar akal sehat manusia. Sayangnya, hal itu malah membuat Rey mengenali wajah Lily dengan sangat jelas. Akan tetapi, Lily tetap menghindari Rey karena dia memiliki kelainan haphephobia. Di mana Lily sangat anti sentuhan dengan siapapun.



Kelvin Stewart, kepala HRD di MV Group. Lelaki tertampan setelah Rey itu menaruh hati pada Lily. Dia merupakan teman masa kecil sekaligus senior Lily. Sikap perhatian Kelvin terhadap Lily membuat Rey menatap tak suka pada kepala HRD nya itu.


Tanpa Kelvin ketahui, Lily juga menaruh hati padanya. Sayangnya mereka berdua memilih untuk merahasiakan perasaan itu. Keduanya tidak ingin bahwa persahabatan di antara keduanya harus hancur karena sebuah rasa bernama cinta.



Cleo Valencia, seorang model internasional yang menaruh hati pada Rey. Kedua orang tua mereka sangat dekat hingga mereka menjodohkan Rey dengan Cleo. Kehadiran Cleo membuat Lily menatap tak suka padanya. Ada sebuah rasa yang tidak terima jika sang Bos berdekatan dengan Cleo.


...****************...


BAB Baju Dinas Seksi

__ADS_1


Rey baru saja keluar dari ruangannya dan melihat Lily yang sibuk dengan tumpukan dokumen di atas meja kerjanya. Saking sibuknya, gadis itu tidak menyadari kehadiran Rey yang saat ini sedang duduk di hadapannya.


"Apa sebegitu tidak menariknya aku?" tanya Rey kesal saat Lily tidak memperhatikan dirinya.


"Astaga! Bapak membuat saya terkejut. Untung saja kesehatan jantung saya normal." Lily tersentak kaget dan mengelus dadanya.


"Sudah selesai belum?" tanya Rey.


"Bapak membutuhkan sesuatu? Ah maaf, saya melupakan vitaminnya." Lily mencari botol kecil yang merupakan tempat vitamin sang Bos di dalam tasnya.


Rey memperhatikan Lily yang bekerja begitu cekatan. Sayangnya, wanita itu sedikit teledor dan melupakan kewajibannya yang paling prioritas. Saat ini Lily sedang mengambil segelas air lalu memasukkan sebutir pil yang larut dan berubah warna menjadi merah.


"Ini, Pak." Lily menyodorkan segelas air yang awalnya bening sekarang menjadi warna merah, semerah darah.


"Lily, berapa usiamu?" tanya Rey.


"Tahun ini 22 tahun, Pak."


"Sudah punya pacar?"


"Eh, maaf? Anda memberikan saya pertanyaan apa?" Lily akhirnya menatap sang Bos karena heran.


"Saya bertanya, sudah punya pacar belum?"


"Belum dan tidak minat," jawab Lily cepat dan cuek. Dia lupa kalau sedang mengobrol dengan bos yang memberikan dirinya gaji.

__ADS_1


"Kenapa?" cecar Rey yang semakin penasaran dengan sekretaris mudanya itu.


"Pacaran itu buang-buang tenaga. Tidak ada yang menguntungkan dengan hubungan seperti itu. Bagiku yang paling fatal adalah harus bersentuhan dengan dia. Jangankan bersentuhan, disentuh saja aku tidak suka." Lily bergidik ngeri saat membayangkan dirinya berpacaran dan saling menyentuh walaupun hanya pegangan tangan.


"Lalu, kenapa kamu tidak melepaskan genggaman tangan ini?" Rey mengangkat tangannya yang sedang menggenggam tangan Lily.


Lily langsung menghempaskan tangan Rey dengan begitu keras membuat tangan bosnya terbentur ke permukaan meja. "Ah, maafkan saya, Pak," sesal Lily sambil mengumpat dalam hati atas kecerobohannya.


"Sepertinya haphephobia-mu tidak berpengaruh padaku dan prosopagnosia-ku sangat berpengaruh padamu. Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan?" tawar Rey.


"Maksud Bapak apa?" Lily menatap Rey penuh tanda tanya besar, dia tidak paham sama sekali dengan perkataan bosnya ini.


"Lupakan saja. Kita akan membahasnya setelah membeli baju dinasmu. Ayo!" Rey beranjak dari kursi.


Kerutan kebingungan menghiasi dahi Lily. Sungguh dia benar-benar tidak paham dan mengerti dengan kemauan sang Bos yang begitu cepat berganti. Tapi mau protes percuma saja, Reynard Maverick lah yang paling berkuasa di sini. Lily hanya seorang kacungnya pria itu saja.


"Ayo!" Bentakan Rey membuat Lily kembali sadar ke kenyataan. Dia langsung beranjak dari kursinya dan menyusul langkah sang Bos.


Walaupun agak risih berlari dengan baju ketat dan seksi, Lily mencoba membiasakan dirinya. Toh, ini akan segera berakhir saat jam pulang kantor selesai.


Mereka tiba di basement pribadi milik Rey. Pria itu membukakan pintu depan mobilnya, tepat di samping kemudi untuk Lily. Tapi, wanita itu malah berdiri mematung, enggan untuk masuk.


"Ah maaf, Pak. Bukannya lebih baik saya duduk di belakang?" tanya Lily.


"Aku bosmu bukan sopirmu, duduk di depan dan jangan banyak bicara!" hardik Rey yang langsung membuat Lily masuk ke mobil tanpa bantahan lagi.

__ADS_1


__ADS_2