OBSESI SANG PEWARIS

OBSESI SANG PEWARIS
BAB 88 KEMBALI SEPERTI SEMULA


__ADS_3

"Apa Meyrin mengatakan sesuatu sebelum pingsan?" tanya Ken.


Lea menganggukkan kepalanya, "Iya. Nona Meyrin meminta setelah dari sini langsung kembali ke Lunar City."


"Aku akan menghubungi Nikolai untuk meminjam jet pribadinya. Biar aku dan Lea yang membawa Meyrin kembali. Kalian tetap di sini dan urus semuanya. Laporkan setiap perkembangan di sini melalui Alex." Ken memberikan titahnya sambil mengeluarkan ponselnya.


"Armand, bisa bicara dengan Paman Nikolai? Aku ingin meminjam jet pribadinya untuk kembali ke Lunar City. Tolong rahasiakan kembalinya kita dari William. Meyrin tidak ingin William merasa bersalah padanya."


"Aku mendengarnya, Ken. Sebentar lagi Capt akan menuju pulau Poveglia. Apa Meyrin terluka parah?" tanya Nikolai di seberang sana.


"Rizzo selalu mengincar luka pada pinggangnya. Meyrin mengalami pendarahan dan sekarang sedang tidak sadarkan diri. Tolong rahasiakan semuanya dari William."


"Baiklah. William saat ini sudah ditangani tim medis. Dia juga mengalami luka gores yang banyak, tapi kata dokter luka pada mentalnya sangat serius."


"Itu sudah pasti. Dia pasti shock mengetahui identitas Meyrin yang sesungguhnya di kondisi seperti saat ini. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika dia tahu kalau Meyrin adalah Laras."


"Biarkan waktu yang menjawabnya."


Terdengar bunyi helikopter di atas rumah sakit itu. Ken menghentikan obrolannya dengan Nikolai dan mendengarkan lebih jelas.


"Paman, aku akhiri dulu panggilannya."


"Tuan Jack, Rizzo kabur melalui jalur udara," seru Queen menunjuk ke arah langit malam.


"JATUHKAN DIA BAGAIMANAPUN CARANYA!" teriak Ken murka pada pasukannya.


Suara dari baling-baling helikopter memekakan telinga. Para sniper mulai menembaki helikopter itu yang mendapat serangan balik dari udara. Adu tembak tidak bisa terelakkan lagi. Lea dan Ken mulai melindungi Meyrin dari peluru yang salah sasaran.


Para petinggi juga ikutan dalam menyerang helikopter itu. Saat helikopter semakin menjauh, saat itu pula mereka mulai menghentikan tembakannya. Hal itu membuat Ken mengumpat dan marah karena membiarkan Rizzo kabur.


"Pastikan kalian mencari tahu keberadaan bos dari kapak putih dan temukan posisi Rizzo secepatnya!" perintah Ken pada keempat petinggi mafia Arlington.


"Siap, Tuan."


Setelah itu terdengar bunyi helikopter yang mendarat di halaman depan bekas gedung rumah sakit. Ternyata Nikolai mengirim sebuah helikopter untuk membawa Meyrin kembali ke Lunar City.


Ken menggendong Meyrin yang masih setia memejamkan kedua matanya ala bridal style. Lea mengikuti Ken dari belakang dan membantu menerangi jalan. Bunyi-bunyi aneh sudah mereka abaikan, fokusnya satu yaitu keselamatan Meyrin.

__ADS_1


King tadi sudah mencoba menekan pendarahan pada luka bos kecilnya. Dia memotong kain bajunya memanjang agar bisa untuk menekan luka yang terbuka itu. Ken menatap wajah Meyrin yang terlihat pucat.


Sampai di halaman, tanpa banyak bicara Ken masuk ke dalam helikopter diikuti oleh Lea. Wanita itu mulai melucuti semua persenjataan Meyrin agar nonanya bisa beristirahat dengan tenang.


Keempat para petinggi dan tangan kanannya mengantar Ken, Meyrin, Alex dan Lea ke helikopter. Mereka terus waspada agar Meyrin sampai di helikopter dengan selamat. Bahkan tim sniper juga mengawal keberangkatan helikopter di mana di dalamnya ada sang pemimpin.


****************


Sedangkan di Rumah Sakit Villa Salus, William sedang ditangani oleh tim medis. Tidak perlu melakukan operasi, hanya jahitan pada beberapa goresan yang disebabkan oleh Rizzo. Nikolai masih setia menunggu di depan Unit Gawat Darurat, sedangkan Armand kembali ke hotel untuk memberikan kabar pada Rama.


Tak lama seorang dokter keluar dari ruang UGD beserta brankar William. Dokter itu mengatakan kondisi terkini sang pasien. Nikolai menganggukkan kepalanya mengerti. Rama datang bersama Armand. Dia menanyakan kondisi William pada Nikolai.


"William tidak apa-apa, hanya beberapa jahitan di tubuhnya. Justru kondisi Meyrin yang mengkhawatirkan," jelas Nikolai.


"Nyonya Meyrin ada di ruangan mana saat ini?" tanya Rama yang kembali khawatir.


"Dia pulang ke Lunar City, sepertinya dia tidak akan kembali lagi. Wanita itu lebih membutuhkan banyak waktu istirahat daripada William."


Rama membungkukkan badannya dan berkata, "Terima kasih karena Tuan dan Nyonya menyelamatkan Tuan William."


"Fvck Rama! William sudah aku anggap sebagai keponakan sendiri jangan seperti itu lagi," sungut Nikolai tak suka dengan sikap Rama.


"Cih, menyebalkan. Aku dan Armand akan kembali ke hotel lebih dulu. Kamu urus saja William dan jangan mengatakan apapun bahkan jika dia menanyakan kabar Meyrin." Nikolai memperingati Rama.


"Baik, Tuan."


"Aah satu lagi. Luka William di tubuhnya baik-baik saja. Akan tetapi, luka pada hatinya bertambah. Coba tenangkan dia."


"Apa terjadi sesuatu dengan Tuan William?" tanya Rama penasaran dan tidak paham dengan yang dimaksud Nikolai.


"Dia mengetahui identitas Meyrin yang seorang pemimpin mafia. Aku juga sudah membenarkan sebuah fakta itu. Sepertinya dia terguncang dan tidak terima dengan kenyataan ini. Apalagi dia mengetahui saat dirinya dalam keadaan lemah dan ditolong oleh Meyrin." Nikolai menjelaskan yang terjadi di pulau Poveglia.


"Bagaimana jika Tuan mengetahui kalau nona Meyrin adalah nona Laras?" gumam Rama dengan nada lirih dan masih terdengar oleh Nikolai.


"Dia akan gila, hahaha … sudah, aku akan kembali ke hotel."


Setelah itu, Nikolai berbalik dan meninggalkan Rama seorang diri. Armand mengikuti tuannya dari belakang. Saat sudah tak melihat keberadaan Nikolai dan Armand, Rama berjalan menuju ruang rawat inap tuan mudanya.

__ADS_1


****************


Sebuah helikopter turun tepat di atas bangunan rumah sakit. Di atas bangunan itu memang disediakan helipad. Sang pilot membantu membuka pintu helikopternya setelah mematikan mesin burung besi itu.


Ken keluar dari helikopter dengan masih menggendong Meyrin. Dia tidak peduli apapun lagi saat ini. Kain yang dibuat membalut luka Meyrin sudah berubah warna. Artinya, Meyrin kembali pendarahan.


Lea segera menghubungi Daniel untuk segera menuju ke rumah sakit Arlington. Dia juga mengatakan kondisi Meyrin yang darurat setelah pertempurannya dengan Rizzo.


"Baik. Aku dan Emily akan segera ke sana. Lea, terima kasih sudah menjaga anakku," ucap Daniel.


"Itu sudah menjadi tanggung jawab saya, Tuan," jawab Lea.


Setelah menghubungi Daniel, Lea segera menyusul Ken. Pria itu sudah berada di depan ruang tunggu operasi. Meyrin langsung mendapatkan perawatan karena rumah sakit ini milik keluarga Arlington.


"Bagaimana keadaan Nona?" tanya Lea pada Ken.


"Dokter kita sudah menanganinya. Semoga semua baik-baik saja melihat pendarahannya terlalu banyak." Ken cemas.


Lea menatap Ken dari ujung rambut hingga ujung kaki. Begitu berantakan dan kusut. Kedua tangan pria itu penuh dengan darah begitu juga bajunya. Tidak ada yang baik dari penampilan seorang Ken Lian.


"Tuan, sebaiknya Anda kembali ke rumah untuk membersihkan diri. Saya akan menjaga Nona di sini," saran Lea.


"Baiklah."


Tidak ada perdebatan seperti biasanya. Ken membalikkan badannya diikuti Alex menuju basement rumah sakit. Hari ini benar-benar membuat siapapun kelelahan. Ken mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Apa sudah ada kabar?" tanya Ken pada orang di seberang sana tanpa basa-basi.


Novel OSP akan tayang setiap hari pukul 9-10 pagi yah. Jangan lupa like dan komennya biar Hana kenal dengan kalian.


.


.


.


~ To Be Continue ~

__ADS_1


@hana_ryuuga


__ADS_2