OBSESI SANG PEWARIS

OBSESI SANG PEWARIS
BAB 93 "AKU SIAP, AYAH"


__ADS_3

"Aduuh~" rintih Meyrin membuat William menghentikan aktivitasnya.


Wajah Meyrin memerah karena gairah yang diciptakan William tak kunjung padam. Meyrin menutup mata dengan kedua tangan saat melihat William yang menatapnya begitu bergairah.


"Kenapa?" tanya William dengan suara seraknya.


"Aku terlalu sensitif," ucap Meyrin dibalik wajahnya yang tersembunyi.


William mengangkat kedua tangan Meyrin, "Jangan ditutup, aku ingin melihat wajahmu yang memerah itu," bisik William tepat di telinga Meyrin membuat wanita itu melenguh tanpa sadar.


"Persetan," umpat Meyrin yang akhirnya pasrah terhadap William.


Wanita itu sudah pasrah, membiarkan William menjadi pemimpin dalam permainan malam ini. Malam ini, Meyrin ingin menghabiskan waktu bersama William sebelum dirinya kembali ke Lunar City.


****************


Setelah acara makan malam dengan Walikota, Meyrin langsung berpamitan untuk kembali ke Lunar City lebih awal. Ada beberapa masalah yang membutuhkan dirinya untuk terjun langsung ke lapangan.


"Perlu aku antar ke bandara?" tanya William.


"Tidak perlu. Terima kasih untuk waktunya selama di Venesia dan maaf telah membuat Anda terlibat masalah saya," ucap Meyrin membuat kening William berkerut tidak suka.


"Yakin tidak perlu diantar?" tanya William memastikan.


"Tentu saja."


"Ini. Aku sudah menandatangani surat ceraiku dengan Laras. Jadi, apakah kita bisa berkencan setelah sama-sama berada di Lunar City?"


"Terima kasih, Will. Aku harus kembali ke Lunar City sekarang juga," pamit Meyrin.


Setelahnya Meyrin masuk ke mobil dan diikuti oleh Lea. Dia akan kembali ke aktivitasnya seperti biasa. Bersembunyi di balik layar, menjalankan kerajaan bisnis Arlington. Meyrin menyandarkan punggungnya ke sandaran jok mobil.


"Kita langsung terbang atau menginap di hotel lainnya, Nona?" tanya Lea.


"Langsung terbang saja."


Lea menganggukkan kepalanya mengerti. Dia tidak bertanya lagi, membiarkan Meyrin sibuk dengan pikirannya sendiri. Sedangkan dirinya mulai sibuk mengatur jadwal Nona mudanya untuk besok.


Pasalnya, baru kembali ke rutinitas semula, Meyrin sudah memiliki jadwal yang penuh untuk besok. Dia hanya memiliki waktu istirahat di atas jam 9 malam.


Meyrin melangkahkan kakinya lebar-lebar saat memasuki bandara. Dia ingin segera sampai di jet pribadinya dan tiba di Lunar City sesuai yang dijadwalkan oleh Lea.


****************


Rombongan Meyrin tiba di Bandara Fu. Beberapa pengawal sudah menunggu kedatangan pemimpin keluarga konglomerat Arlington. Meyrin yang baru saja menginjakkan kakinya di Lunar City langsung disambut barisan para pengawal.


Meyrin cuek saja dan terus melangkahkan kakinya menuju mobil jemputan yang telah disiapkan oleh sang Ayah. Saat masuk ke mobil, Meyrin terkejut karena Emily yang menjemputnya. Adiknya ini selalu menempel pada Meyrin jika tidak ada jadwal.

__ADS_1


"Selamat datang kembali, Kak," sambut Emily yang langsung memeluk kakaknya.


"Terima kasih sudah menjemputku. Padahal ini sudah jam 02.00 dini hari."


"Apapun demi keselamatan Kakak, Emily akan melakukannya."


"Jangan lakukan itu, kamu terlalu lemah untuk menjaga Kakak."


"Kenapa ada Alex?" tanya Emily saat menyadari bahwa sopirnya adalah asisten pribadi Ken.


"Saya baru saja selesai menjemput Tuan Ken juga, Nona."


"Lalu, Ken di mana?" tanya Meyrin lagi saat tidak melihat Ken.


"Bersama Daddy, Kak. Mereka berdua sedang membahas tentang pesta ulang tahun perusahaan Arlington Group," jelas Emily.


"Mungkin saat itulah, Tuan Daniel akan memperkenalkan Nona secara khusus. Entah sebagai Nona Laras ataupun Nona Meyrin," sambung Lea.


"Alex tolong percepat laju mobilnya. Aku ingin ikut serta dalam obrolan mereka berdua," perintah Meyrin.


"Baik, Nona." Alex langsung menginjak pedal gas mobil untuk menambah kecepatannya.


Hanya butuh 10 menit perjalanan dari bandara menuju mansion Arlington. Meyrin segera keluar dari dalam mobil.


"Ayah di mana?" tanya Meyrin kepada kepala pelayan.


Meyrin langsung melangkahkan kakinya menuju ruang kerja sang Ayah. Dia ingin segera ikut bergabung dalam obrolan bisnis dan pesta ulang tahun perusahaan Arlington.


"Ayah!" teriak Meyrin saat melihat Daniel dan Ken yang sedang berbincang di sofa.


"Baru sampai, Nak? Tidak istirahat dulu?" tanya Daniel saat melihat Meyrin mendekatinya dan duduk di antara kedua lelaki Arlington.


"Saat mendengar pembahasan kalian tentang pesta ulang tahun perusahaan dari Emily, rasa lelahku langsung hilang," jawab Meyrin dengan senyum manisnya.


"Apa masalah di Venesia telah selesai?" tanya Daniel.


"Sudah Ayah. Sebelum kembali ke sini, aku dan William menerima undangan makan malam dari Walikota. Kerja sama antara Arlington Group dengan Walikota dan juga WR Entertainment semua sudah selesai dan lancar."


"Aku juga baru saja mendapatkan email dari Queen," lapor Ken pada Meyrin.


"Ada perkembangan?" tanya Meyrin.


"Mereka mengirim sebuah percakapan telepon, sepertinya dengan sang pemimpin. Aku sedang melacak dan menyelidikinya. Tapi, semua itu membutuhkan waktu. Jadi, bersantailah. Aku juga harus kembali untuk melakukan konser," jelas Ken.


"Baiklah. Aku paham. Nah, jadi sampai di mana pembahasan tentang pesta ulang tahun perusahaan?" tanya Meyrin.


Setelah itu mengalirlah pembicaraan tentang rencana-rencana pesta ulang tahun perusahaan. Meyrin mengambil alih pembicaraan karena dirinya yang paham betul dengan kondisi Arlington Group.

__ADS_1


Meyrin mengusulkan untuk mengadakan lomba antar divisi dengan memberikan hadiah dan mengumumkannya saat puncak pesta. Dia juga akan memberikan beberapa penghargaan kepada karyawan berprestasi dan investor yang selalu mendukung Arlington Group.


"Mey, Ayah menyetujui semua usulanmu. Akan tetapi, Ayah ingin menambahkan sesuatu." Daniel menatap Meyrin dengan tatapan seriusnya.


"Apa itu, Ayah?"


"Ayah ingin mengumumkan hak warismu kepada semua orang yang hadir. Apa kamu siap?" tanya Daniel yang tidak mengalihkan tatapannya pada sang putri sulung.


"Aku siap, Ayah," jawab Meyrin mantap.


Mendengar jawaban dari putri sulungnya yang tanpa keraguan sedikitpun, membuat Daniel yang ragu. Ditatapnya kembali wajah Meyrin dengan serius, menjadi sedikit keraguan di dalam netra anaknya. Sayangnya, Daniel tidak menemukan sama sekali.


"Kamu ingin diperkenalkan sebagai siapa?" tanya Daniel akhirnya setelah sempat terdiam.


Ken tidak ikut berbicara karena itu diluar batasannya. Akan tetapi, dirinya juga penasaran, Liu Meyrin ingin diperkenalkan sebagai siapa saat puncak pesta ulang tahun perusahaan.


"Larasati Arlington. Aku ingin Ayah memperkenalkan aku sebagai Larasati Arlington." Meyrin menatap penuh keyakinan pada Daniel.


Daniel menghembuskan napas panjangnya, dan berseru dengan lantang, "Baiklah, jika itu sudah menjadi keputusanmu. Ken, Josh, dan Lea persiapkan pesta ulang tahun perusahaan yang meriah sekaligus menyambut kelahiran pewaris selanjutnya dari Arlington."


"Siap, Tuan." Josh dan istrinya, Lea menjawab kompak sedangkan Ken hanya terdiam.


"Ada apa, Ken?" tanya Meyrin menyadari perubahan sikap sepupunya itu.


"Mungkin setelah acara pesta ulang tahun perusahaan, aku akan melakukan konser keliling lagi. Entah sampai berapa lama, tapi aku akan menyelesaikan masalah teka-teki dari pemimpin kapak putih."


"Santai saja, Ken. Kita nikmati hidup ini dulu. Luka jahitanku masih terasa ini," ujar Meyrin.


"Baiklah. Sekarang kalian istirahat saja dulu." Daniel beranjak dari sofanya dan keluar ruangan diikuti oleh Josh.


"Tuan Daniel, beberapa menit yang lalu David menghubungi Anda." Josh menyerahkan sebuah ponsel kepada pemiliknya.


Daniel langsung menghubungi kembali David. "Ada apa?" tanya Daniel langsung.


"Saya menemukan informasi tentang pemimpin kapak putih, Tuan."


Novel OSP akan tayang setiap hari pukul 9-10 pagi yah. Jangan lupa like dan komennya biar Hana kenal dengan kalian.


.


.


.


~ To Be Continue ~


@hana_ryuuga

__ADS_1


__ADS_2