
"Ayo kita kembali ke kamar," ajak William dengan nada lirih tapi masih bisa terdengar.
Rama menatap Nikolai yang dijawab anggukan kepala oleh sang pemimpin klan Naga Langit itu. Rama yang paham langsung mengiyakan William dan mengikuti tuannya menuju ke kamar dengan nomor 204.
****************
Di sebuah mansion terlihat para petinggi sudah siap bersama orang-orang pilihannya. Mereka membawa masing-masing lima orang karena itu adalah perintah dari Meyrin. Para anggota mulai berpencar sesuai instruksi seorang Ken dan berjaga di pos yang sudah ditentukan.
Malam ini tepat pukul 00.05 dini hari waktu Venesia, Italia para petinggi sedang menunggu kehadiran sang pemimpin. Suara langkah kaki terdengar begitu kuat dan tegas dari anak tangga. Semua menatap ke arah lantai dua, di mana Meyrin sedang berjalan menuju mereka.
Meyrin menatap ke sekeliling mansion dan tersenyum penuh makna. Di bawah lantai dasar sudah menunggu kelima petinggi Arlington. Ada Ken, Aite, Joker, King, dan Queen yang berdiri menatap kehadiran Meyrin. Masing-masing petinggi ditemani oleh tangan kanan mereka, kecuali Ken.
Alex tadi sudah menghubungi Ken bahwa lelaki itu akan sampai di Venesia siang hari ini. Dia juga sudah meminta maaf pada Ken karena meninggalkan bosnya itu sendirian.
Meyrin berdiri di depan para petingginya. Merekalah yang akan ikut serta dalam diskusi Meyrin dengan Lee, pemimpin gangster kapak putih. Meyrin menyerahkan invisible earpiece kepada masing-masing petinggi.
Meyrin mendapatkan benda itu secara cuma-cuma dari Nikolai. Alat komunikasi mini yang tersamarkan. Wanita itu menanyakan perlengkapan dan persiapan dan seperti biasa, Ken lah yang menjawab sebagai perwakilan dari semuanya.
Ken juga sudah mengetahui tempat persembunyian anggota kapak putih. Jaraknya tidak terlalu jauh dari mansion Aite.
"Apa mereka sudah tiba di masing-masing tempat sesuai arahanmu?" tanya Meyrin menatap Ken.
"Sudah," jawab Ken pasti setelah menatap layar tab nya.
"Bagus, mari kita bersenang-senang."
Rencana penyerangan terhadap anggota kapak putih berubah. Ken sudah mengatur semuanya dan telah mendapat persetujuan dari Meyrin. Kelima petinggi mafia Arlington akan ikut dengan Bos kecil mereka untuk berdiskusi dengan Lee.
Mengendarai mobil sedan dengan para petingginya, Meyrin menuju tempat persembunyian Lee, pemimpin kapak putih. Kali ini tujuan Meyrin adalah untuk menguak pemimpin di balik kapak putih yang sebenarnya.
__ADS_1
Wanita itu menjadi tidak sabaran setelah mendapat serangan senja kemarin dari anggota kapak putih. Dia bukan wanita yang pemaaf karena temperamental Meyrin sedang tidak baik-baik saja. Temperamental yang selama ini bisa ditahan oleh Meyrin sekarang lepas kendali karena Rizzo, masa lalunya.
Sesampai di tempat persembunyian kapak putih, Meyrin menyuruh Aite untuk turun dari mobil. Seorang penjaga berjaga di depan pintu. Terdengar suara dari earpiece yang terpasang di telinga.
"Bos, di dalam semua berkumpul dan bersiap menyerang. Ada 5 sniper dan seseorang berwajah Asia berada di tengah-tengah mereka," lapor bawahan Queen yang bertugas mengintai jarak jauh.
"Tetap pantau keadaan. Aku akan masuk sebentar lagi. Jika ada yang tidak beres, segera kepung tempat ini. Kita lakukan seperti biasanya," perintah Meyrin.
Meyrin menunjuk satu orang sebagai ketua di masing-masing kelompok. Satu ketua mendapatkan satu alat komunikasi yang sama dengannya. Mereka akan berada langsung di bawah kepemimpinan seorang Liu Meyrin.
Dari dalam mobil Meyrin melihat Aite yang sedang berbicara dengan penjaga pintu. Percakapan antara Aite dan penjaga dapat terdengar melalui earpiece.
"Bos kami ingin bertemu dengan Bos kalian," ucap Aite.
"Sayangnya Tuan Lee tidak ingin bertemu dengan siapapun," jawab sang penjaga, tak bergeming dari posisinya.
"Tapi tuan kami ingin menyelesaikan mas—"
"Kami tidak peduli dengan itu. Pergilah sebelum kami menembak kalian!" timpal sang penjaga dengan wajah tak bersahabatnya.
"Tembak sekarang!" perintah Meyrin melalui earpiece-nya kepada ketua dalam kelompok sniper.
Benar saja, tak lama dari itu sebuah rudal jarak jauh melesat di udara. Rudal itu jatuh tepat di depan pintu dan meledak, membuat yang berada di dalam jangkauannya terkena ledakan dan tewas di tempat.
Saat itu pintu terbuka dengan lebar, memperlihatkan pasukan kapak putih yang juga bersiap untuk menyerang. Sepertinya diskusi kali ini gagal sebelum salah satu ketua pemimpin jatuh.
Meyrin paling tidak suka jika seperti ini. Dia paling membenci orang yang egois dan tidak mau berbicara. Pemimpin Buz yang sesungguhnya pasti orang paling brengsek.
Meyrin menapakkan kaki jenjangnya yang memakai sepatu boot heel warna hitam, senada dengan celana panjangnya. Sepatu itu terbuat dari kulit, tampak mengkilap dan elegan. Meyrin berdiri di samping mobil diikuti kelima petingginya di belakang.
Langkah anggunnya begitu sombong dan berkuasa. Hentakan dari heel tersebut begitu kuat, menandakan bahwa seorang Liu Meyrin sedang marah. Amarah yang perlu dilampiaskan. Wanita itu terus berjalan masuk ke dalam markas kapak putih tanpa rasa takut sedikitpun.
Lima orang tersungkur ke tanah, tewas di tempat akibat rudal yang ditembakkan oleh pasukannya. Meyrin mengabaikan tubuh-tubuh itu dan terus maju ke depan, menatap tajam pada pria bertubuh buntal di depannya. Wanita dengan wajah dinginnya itu tidak peduli jika dirinya menginjak tubuh tak bernyawa yang tergeletak di tanah.
__ADS_1
Meyrin menghentikan langkahnya, tepat berhadapan dengan pria yang memiliki tubuh seperti ikan buntal. Pendek dan gemuk tapi berotot.
"Ada perlu apa pemimpin Arlington jauh-jauh datang ke gubukku?" sindir pria bertubuh buntal itu.
"Aku tidak menyangka jika Tuan Lee pandai berakting." Meyrin menyindir balik sang pimpinan kapak putih.
Wanita itu menatap ke sekeliling dan tersenyum saat melihat seseorang. Tanpa ada yang menyadarinya, orang tersenyum menganggukkan kepala kepada Meyrin. Hanya wanita itu yang menyadarinya karena pergerakan seseorang tersebut begitu hati-hati dan senyap.
Meyrin benar-benar beruntung bersekutu dengan seorang Nikolai Stevano. Pria itu sudah lebih dulu memasukkan seorang mata-mata di dalam kapak putih. Inilah kenapa tidak ada yang berani mengganggu Nikolai di pulaunya. Siapapun takut akan hancur di dalam organisasinya sendiri.
Meyrin menatap seseorang itu dan memberikan kodenya. "Apa perlu saya mengingatkan Anda bagaimana sebuah Jeep meledak di pinggiran kota?"
"Sialan!" umpat Lee yang hendak menyerang Meyrin.
Lima petinggi bersiap di belakang Meyrin dengan pistol masing-masing. Akan tetapi, mereka terkejut saat tiga orang anak buah kapak putih menahan tubuh buntal itu. Bahkan, mereka mengarahkan moncong pistol ke kepala sang pimpinan.
"Hahahah …, Lee gendut yang malang. Kamu sudah kalah dari awal. Semuanya! Kepung tempat ini!" perintah Meyrin.
Saat itu juga, suara derap langkah kaki dari berbagai sisi terdengar. Lee membelalakkan kedua matanya sempurna. Dia tak percaya, cara ini adalah milik mafia klan Naga Langit yang dipadukan dengan mafia Arlington.
Meyrin melangkahkan kakinya. Suara hentakan heel yang menyentuh lantai begitu kuat dan tegas. Amarah Meyrin sudah di ubun-ubun. Keempat petinggi Arlington mulai melucuti senjata bawahan Lee. Sedangkan Ken dan Lea mengikuti Meyrin dari belakang.
Hingga akhirnya wanita itu berdiri di depan Lee. Meyrin mengangkat sudut bibirnya ke atas, memandang rendah Lee. Kening sang pemimpin mafia Arlington berkerut saat melihat bibir Lee tersenyum mengejek padanya.
Meyrin membelalakkan kedua matanya sempurna, sebelum suara tembakan terdengar di dalam ruangan itu.
Novel OSP akan tayang setiap hari pukul 9-10 pagi yah. Jangan lupa like dan komennya biar Hana kenal dengan kalian.
.
.
.
__ADS_1
~ To Be Continue ~
IG @hana_ryuuga