
Sepeninggal Daniel, Meyrin berpamitan pada Ken untuk segera menuju ke kamarnya. Hari ini dia terlalu lelah. Jam menunjukkan pukul 04.30 pagi. Meyrin meminta Lea untuk membawa dokumen kantornya ke mansion.
Khusus hari ini, Meyrin ingin bolos kerja. Dia mau santai dan menikmati waktu bersama keluarganya. Dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu.
"Aku akan tidur dan jangan ganggu. Blokir semua akses William untuk bertemu denganku hingga puncak pesta ulang tahun perusahaan," ujar Meyrin yang sudah memejamkan kedua matanya.
"Baik, Nona. Saya akan kembali jam 08.00 pagi nanti." Lea membungkukkan badannya, memberi hormat lalu keluar dari kamar nona mudanya.
****************
Satu bulan telah berlalu, Meyrin baru saja keluar dari ruang rapat. Hari ini jadwal dia super padat, bahkan tidak ada waktu sama sekali. Semua pegawai juga sibuk mempersiapkan malam puncak ulang tahun perusahaan nanti malam.
Meyrin memulangkan semua karyawan Alington Group lebih awal untuk melakukan persiapan. Pesta ulang tahun kali ini dilaksanakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Jika biasanya pesta ulang tahun akan dilaksanakan di hotel atau perusahaan, kali ini berbeda. Pesta ulang tahun perusahaan ke 50 tahun diadakan di mansion Arlington. Itulah kenapa para karyawan sangat excited dengan pesta tahun ini.
Pasalnya dari rumor yang beredar, tidak sembarang orang bisa memasuki mansion tersebut. Selain itu, penjagaan di mansion Arlington sendiri sangat ketat. Hal itu menimbulkan persepsi bahwa Daniel Arlington adalah seorang ayah yang sangat menyayangi dan melindungi keselamatan anak-anaknya.
"Serahkan undangannya!" perintah seorang penjaga gerbang.
Begitulah, seleksi ketat sudah dilakukan saat berada di pintu gerbang. Para tamu harus menyerahkan undangannya. Tidak berhenti di sana, saat hendak memasuki pintu utama mansion Arlington, pemeriksaan dilakukan menggunakan alat pendeteksi.
"Ken, jangan sampai bocah sialan itu mengacau. Pastikan semuanya aman hingga semua rangkaian acara selesai," ujar Daniel dengan nada rendah pada Ken.
"Siap, Paman." Ken menjawabnya dengan nada rendah juga dan sedikit ada rasa sedih.
"Hei, jangan menampilkan wajah seperti itu! Paman ingin melihat semuanya senang malam ini. Ingat rencana kita untuk satu minggu ke depan."
Ken tidak menjawabnya, dia mengabaikan Daniel dan pergi memeriksa keadaan. Pria itu harus memastikan bahwa malam ini semuanya aman. Dia tidak ingin mengecewakan pamannya itu.
William baru saja tiba bersama Nikolai. Dua asisten pribadi mereka, Rama dan Armand berjalan di belakang majikan masing-masing. Ini adalah kali pertama William memasuki mansion Arlington setelah Laras memilih untuk pergi dari hidupnya.
"Selamat, Ayah," William menyalami Daniel yang disambut ramah.
"Setelah sambutan selesai, bisakah kita berbicara berdua?" tanya Daniel menatap William yang tampak begitu tampan dengan pesonanya.
"Tentu saja, Ayah."
"Baiklah, selamat menikmati pestanya. Saya akan menyapa tamu lainnya," pamit Daniel yang langsung disapa oleh tamu lainnya.
__ADS_1
"Selamat malam para hadirin yang terhormat," sapa seorang MC memulai acara malam ini.
Rangkaian demi rangkaian telah berlalu. Daniel sudah melakukan sambutannya, semua orang mencari sosok pemimpin Arlington Group yang belum menampakkan jati dirinya.
Seperti yang diminta Daniel, William berjalan mengikuti Daniel menuju halaman samping mansion. William sedikit gugup menghadapi Daniel. Bagi William, aura Ayah dari mantan istrinya itu begitu menakutkan. Dia baru ingat kalau Daniel sama seperti Liu Meyrin, pemimpin mafia Arlington.
"Duduklah, Will."
William langsung duduk di depan Arlington, posisi mereka saat ini saling berhadapan. William meneguk salivanya dengan susah payah. Keringat dingin di kedua tangannya mulai terasa.
"Langsung ke intinya saja. Ayah minta tolong setelah ini jangan membuat kekacauan."
Kening William langsung berkerut saat tidak paham ke arah mana pembicaraan Daniel. Pasalnya William tidak akan membuat keributan jika semua keadaan baik-baik saja. William memang paranoid, susah mengontrol emosinya tapi dia juga bisa membedakan mana yang membuatnya emosi.
"Ma-maksud Ayah?"
"Setelah pesta ini, bicaralah baik-baik dengan wanita yang bernama Meyrin itu," ujar Daniel sembari menyesap wine nya.
William semakin tak paham apa yang dibicarakan oleh Daniel. Tadi pria di depannya ini meminta untuk tidak membuat kekacauan, sekarang meminta untuk berbicara baik-baik dengan Meyrin. William benar-benar dibuat bingung jadinya.
"Ayah akan menyerahkan kembali Laras padamu. Ingatlah! Buat dia bahagia. Apapun yang terjadi di masa depan, pastikan tidak ada air mata yang jatuh lagi setelah kematianku kelak." Daniel menatap William lalu beranjak dari kursinya, meninggalkan William dengan sejuta pertanyaannya.
William menatap kepergian Daniel. Tiba-tiba dia melihat siluet seseorang sedang memperhatikannya dari lantai dua. Setelah satu bulan belajar cara berpikir mafia bersama Nikolai, kepekaan William meningkat dua kali lipat. Walaupun dia masih belum bisa melakukan serangan fisik dan menggunakan pistol secara bersamaan.
Setelah MC memanggil Daniel untuk naik ke atas panggung, suara tepukan mengiringi sang pemilik Arlington Group. William hanya diam di tempatnya, enggan untuk kembali ke dalam mansion. Dia ingin menikmati semilir angin yang sejuk.
"Terima kasih atas dedikasi dan kepercayaan kalian kepada Arlington Group. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada para investor, malam ini saya akan mengumumkan dua hal." Daniel menatap para hadirin sebelum melanjutkan perkataannya.
"Pertama, mulai malam ini dan detik ini, kepemilikan Arlington Group akan saya berikan kepada putri sulungku yang selama ini sudah bekerja keras, bermain di belakang layar."
Semua hadirin yang mendengar itu mulai berbisik dan menebak-nebak. Pasalnya, di Lunar City seorang Daniel dikenal hanya memiliki satu anak dan itu adalah Emily Arlington, sang model papan atas dengan sejuta penghargaan.
William yang mendengar itu tersentak kaget. Firasatnya mengatakan bahwa Daniel akan memanggil nama istri yang selama ini dia rindukan. William segera beranjak dari duduk dan mulai masuk ke dalam mansion. Akan tetapi, langkah terhenti saat mendengar perkataan Daniel selanjutnya.
"Putri saya baru sebulan lalu bercerai dengan suaminya. Saya tidak tahu alasannya, tapi saya bisa menjamin bahwa dia adalah pemimpin yang tidak perlu diragukan lagi dedikasinya terhadap Arlington. Selama ini, sudah banyak prestasi yang diraih oleh Arlington berkat kepemimpinannya."
Daniel kembali terdiam, dia ingin melihat respon para karyawan, investor dan koleganya tentang putrinya. Keheningan tercipta, hingga terdengar suara lirih menyuruh Daniel menunjukkan putri sulung kebanggaannya. Suara itu awalnya perlahan hingga akhirnya menjadi sebuah gema.
Dua orang wanita sedang berdiri di ujung tangga. Salah satu di antara mereka tersenyum bahagia saat kehadirannya ditunggu-tunggu. Wanita itu menatap wanita di sebelahnya yang menganggukkan kepala dan menggenggam tangan sang Kakak.
__ADS_1
Jika para tamu tidak sabar menunggu kehadiran putri sulung sekaligus pemimpin Arlington Group terbaru, seorang pria menatap tak percaya pada Daniel. Kenapa semua terasa pas, satu bulan putri sulung seorang Daniel bercerai dan saat itu William juga menandatangani surat cerainya dengan Laras.
Apakah Laras memang masih hidup?
Akankah malam ini dia akan bertemu dengan Laras, istri tercintanya itu?
Akankah Daniel menepati janjinya untuk menyerahkan Laras padanya lagi?
"Untuk kedua putri Daddy, kalian boleh turun," ujar Daniel menatap ke arah tangga.
Suara hentakan high heels terdengar. Jantung William berdegup sangat kencang. Telah lama dia menantikan saat-saat pertemuannya dengan sang istri. Akhirnya, Laras mau menunjukkan dirinya di hadapan William lagi.
Sepatu heels putih terlihat saat seseorang berjalan menuruni tiap anak tangga. Rok dari gaun tersebut yang menjuntai hingga ke lantai diangkat oleh wanita itu. Hingga menampilkan sosok wanita cantik dengan make up natural, rambut yang dibiarkan tergerai khas wanita itu. Senyum manis tersungging di wajah sang wanita saat Daniel menyambutnya.
Semua mata memandang takjub akan sosok yang sekarang berdiri di atas panggung, bersebelahan dengan Daniel Arlington. Beberapa orang menatap tak percaya kepada wanita itu. Lalu selanjutnya muncul Emily yang disambut oleh Ken.
"Perkenalkan, putri sulung saya yang akan menjadi pewaris dari Arlington Group, Larasati Arlington."
Deg!
Suara tepuk tangan bergemuruh. Mereka tidak menyangka bahwa selama ini putri sulung dari pemilik Arlington Group telah bekerja di dalam perusahaan. Bahkan, beberapa karyawan mengira bahwa wanita itu adalah selingkuhan seorang Daniel sehingga bisa menjadi CEO dari Arlington Group.
Tapi siapa sangka, wanita yang selama ini dikenal sebagai Liu Meyrin merupakan pemilik asli perusahaan Arlington Group. Saat semua orang bertepuk tangan, satu tamu tidak memberikan tepuk tangan.
Laras atau biasa dipanggil Meyrin itu menatap tepat ke kedua mata William. Wanita itu mengangkat sudut bibirnya tipis, tersenyum mengejek pada mantan suaminya itu.
"Halo selamat malam, seperti yang sudah dijelaskan Ayah bahwa nama saya yang sesungguhnya adalah Larasati Arlington, bukan Liu Meyrin. Saya mohon untuk ke depan bersikaplah seperti biasanya," sapa Laras.
Rama benar-benar terkejut dan tidak percaya dengan ini semua. Dia mencari sosok tuan mudanya, berharap lelaki itu tidak melakukan hal gila. Rama dapat melihat bahwa pandangan mata William tidak pernah lepas dari sosok Laras yang baru.
"Mommy!" teriak seorang bocah.
Novel OSP akan tayang setiap hari pukul 9-10 pagi yah. Jangan lupa like dan komennya biar Hana kenal dengan kalian.
.
.
.
__ADS_1
~ To Be Continue ~
@hana_ryuuga