OBSESI SANG PEWARIS

OBSESI SANG PEWARIS
BAB 21 WELCOME TO VENESIA


__ADS_3

"Shiit!" umpat William lirih tapi masih bisa didengar oleh Meyrin.


Tanpa banyak bicara lagi, William langsung meninggalkan Meyrin begitu saja. Meyrin yang melihat itu tersenyum penuh kemenangan. Sepertinya rencana wanita itu akan berjalan dengan lancar tanpa halangan.


Meyrin memanggil Lea dan meminta tab nya. Dia memeriksa email yang masuk serta laporan yang lainnya. Kening wanita itu mengernyit saat pandangannya tertuju pada sebuah nama pengirim email.


"Apa Ken tadi menghubungiku?" tanya Meyrin pada Lea yang setia berdiri di sampingnya.


"Sepertinya begitu, Nona. Tadi Tuan Ken sudah menghubungiku dan menyuruh saya menyampaikan kepada Nona untuk memeriksa email yang dikirimnya," jelas Lea yang dibalas anggukan mengerti dari Meyrin.


Meyrin langsung mengklik nama Ken Lian di kotak masuk, mengabaikan email yang lainnya. Wanita itu tersenyum melihat isi email dari Ken. Di layar laptopnya ada foto Ken dengan anak kecil berusia sekitar 2,5 tahun.


Saat Meyrin sedang fokus memandangi wajah anak kecil itu, tiba-tiba dirinya tersentak kaget. Suara Capt Mario yang mengatakan bahwa semua 10 menit lagi mereka akan landing di Bandar Udara Marco Polo Venesia, Italia. Jantung Meyrin mendengar itu berdetak kencang saking semangatnya.


Terlihat William baru saja keluar dari kamarnya. Dia memilih untuk duduk di kursi yang berbeda dengan Meyrin. Melihat itu, senyum kemenangan tersungging di bibir tipis Meyrin.


William memasang seatbeltnya bersiap untuk landing begitu juga dengan Meyrin. Kening William mengernyit saat melihat tangan Meyrin mencengkeram pegangan kursi dengan kuat.


"Apa dia sedang ketakutan?" batin William.


Entah dorongan dari mana, William beranjak dari kursinya. Dia berpindah tempat duduk di samping Meyrin. Tanpa permisi, William menggenggam tangan Meyrin, bermaksud menenangkan wanita itu.


"Ada apa ini?" tanya Meyrin dengan nada yang dibuat dingin.


"Tenanglah, semua akan baik-baik saja," ujar William.


****************


Pesawat baru saja landing di Bandar Udara Marco Polo Venesia, Italia. William dan Meyrin keluar dari pesawat diikuti para asisten pribadinya. Beberapa pengawal sudah siap disana, di depan pintu masuk lounge VVIP.


Seorang pria dengan dua wanita menghampiri mereka berdua. Senyuman manis diberikan oleh William dan Meyrin. Tanpa disadari, kedua tangan mereka masih saling bertautan. Rama yang melihat itu jadi bingung sendiri apalagi Lea. Asisten pribadi Meyrin itu tahu betul jika nona mudanya paling anti sama yang namanya cowok.


"Selamat datang di Venesia, Tuan Plowden dan Nona Arlington," sapa pria itu membungkuk hormat.


William dan Meyrin hanya menganggukkan kepala mereka sebagai jawaban. Tak lupa senyum manis ala dua pewaris kerajaan bisnis di Lunar City itu diberikan. Aura kepemimpinan serta intimidasi terpancar di wajah mereka.

__ADS_1


Pria itu menyuruh wanita yang berada di samping kanannya maju ke depan. Diambilnya satu rangkaian bunga yang dibentuk melingkar lalu, dikalungkannya kepada William. Rangkaian kedua, dikalungkan kepada Meyrin.


Setelah selesai dengan tugasnya, wanita itu kembali ke sisi kanan belakang sang pria paruh baya. Berganti wanita yang berada di sisi kiri yang maju ke depan, sejajar dengan pria penyambut.


Pria itu menyerahkan dua kartu kunci kamar masing-masing kepada William dan Meyrin. Setelahnya wanita itu mundur kembali setelah memberi hormat.


Seorang pria yang berusia 35 tahun ke atas menghampiri William dan Meyrin. Orang Italia asli karena kentara sekali dari wajahnya yang khas.


"Halo William, apa kabar?" sapa pria itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Paman Adriano! Kabar baik. Paman sendiri bagaimana?" William melepas genggaman tangannya pada Meyrin dan menjabat tangan pria itu yang ternyata bernama Adriano.


Meyrin tersentak dan melihat ke tangannya yang baru saja dilepas oleh William. Dia mengerjapkan kedua matanya karena baru menyadari kalau tangan mereka saling bertautan sejak tadi.


Meyrin melihat William yang sedang asik mengobrol dengan seseorang yang dipanggilnya Adriano. Terlihat sesekali wanita itu dapat menangkap William menggunakan bahasa Itali.


"Oya paman, kenalin dia Liu Meyrin. Perwakilan dari Arlington Group." William memperkenalkan Meyrin kepada Adriano.


"Ah tentu saja aku tahu Nona Meyrin ini. The most wanted girl di Lunar City. Salam kenal Nona. Tuan Aite sering menceritakan tentang anda." Adriano mengulurkan tangannya.


Meyrin menyambut uluran tangan itu dan tersenyum manis, "Terima kasih Tuan Adriano. Salam kenal juga."


Adriano mulai memberikan kode kepada para pelayan dan pengawalnya. Mereka yang menyadari kode itu langsung membungkuk hormat dan pergi dari sana.


"Ayo, kita langsung menuju hotel tempat kalian tinggal selama disini." Adriano berjalan lebih dulu.


William dan Meyrin berjalan mengikuti Adriano. Sedangkan Rama dan Lea berjalan di belakang mereka dan di sisi kanan-kiri serta belakang ada beberapa pengawal yang menjaga mereka berlima.


Ketika mereka ingin keluar dari bandara, banyak wartawan yang memanggil-manggil nama Meyrin. Meyrin kebingungan dan beberapa pengawal segera menghalau para wartawan.


"Nona Meyrin, boleh minta waktunya sebentar?" tanya seorang wartawan.


Semua menatap Meyrin, meminta persetujuan sedangkan wanita masih diam di tempat. Lea yang paham segera mendekat ke arah Meyrin, dia membisikkan sesuatu kepada nona mudanya itu.


"Ah! Kenapa aku bisa lupa?" lirih Meyrin setelah teringat akan pacar bualannya yang ada di Lunar City.

__ADS_1


"Tuan Adriano, bisa beri saya waktu beberapa menit untuk menjawab beberapa pertanyaan?" tanya Meyrin.


"Tidak masalah, Nona."


Setelah itu, Meyrin berjalan mendekati para wartawan. Lea berjalan di sampingnya dengan beberapa pengawal. Meyrin tersenyum menyambut para wartawan, flash kamera langsung menerpa wajah cantik wanita itu.


"Nona Meyrin, apa tujuan anda datang ke Venesia?"


"Dimana Ken Lian? Kenapa anda datang bersama pewaris tunggal keluarga Plowden?"


"Apa anda terlibat skandal dengan tuan muda Plowden?"


Masih banyak pertanyaan yang datang membuat Meyrin bingung harus menjawab yang mana. Meyrin terdiam mencoba merangkum inti dari pertanyaan para wartawan.


"Nona Meyrin, kenapa anda diam saja? Tolong berikan klarifikasinya kepada kami dan para fans Ken!" teriak beberapa wartawan.


"Saya akan menjawab dan itu mewakili semuanya. Pertama, Ken saat ini berada di Lunar menggantikan saya mengurus perusahaan Arlington. Kedua, saya berada di Venesia karena ada perjalanan bisnis. Ketiga, tidak ada hubungan spesial antara saya dan tuan muda Plowden, semuanya murni karena kerja sama."


"Nona Meyrin, ada hubungan apa anda dengan keluarga Rizzo?" tanya seseorang diantara kerumunan para wartawan.


"Rizzo? Siapa itu?" bisik-bisik mulai terdengar saat nama Rizzo terlontar.


Meyrin membulatkan matanya setelah selama dua tahun belakangan ini tidak mendengar nama itu lagi. Wanita itu menyapukan pandangannya kearah para wartawan dan mencari siapa yang bertanya.


Di ujung lorong, Meyrin melihat siluet seseorang. Langkahnya langsung mundur seketika karena terkejut. Lea yang menyadarinya langsung membawa nona mudanya kembali ke rombongan William.


"Mari, Nona!" ajak Lea.


Ada apa yah dengan Meyrin?


.


.


.

__ADS_1


~ To Be Continue ~


IG @hana_ryuuga


__ADS_2