
Matahari mulai kembali ke peraduannya, bersiap berganti tugas dengan sang bulan. Langit mulai menampakkan semburat warna jingganya. Dua mobil Hummer masih setia melaju bersama kendaraan lainnya.
Di sebuah mansion, Ken begitu fokus dengan layar laptopnya. Sesekali dia akan mengumpat jika sesuatu yang diinginkannya tidak tercapai. Ken akhirnya kembali menghubungi Meyrin.
"Kamu di mana, Mey? Bisa lebih cepat tidak?" bentak Ken membuat keempat petinggi Arlington diam seribu bahasa.
Jack mulai marah, maka tugas mereka berempat siap menjadi pelampiasannya. Mereka masih belum percaya jika seorang Jack yang terkenal dingin dan begitu bahaya di dunia hitam adalah seorang Ken. Ken Lian, seorang penyanyi dan pengusaha di bidang hiburan dengan jutaan fans.
"Sialan! Aku dan Paman Nikolai sedang bertarung, brengsek!" terdengar suara desingan peluru di seberang sana.
"Fvck! Suruh Armand masuk ke kodeku! Kita akan bergabung dengan kalian!"
"Tidak perlu, Ken. Mereka hanya kelas teri, shiit!" sanggah Nikolai dengan diakhiri umpatan.
Terdengar di sana Nikolai memberikan perintah dan setelah itu Meyrin mengakhiri panggilannya tanpa menunggu persetujuan Ken.
****************
Setelah dua mobil Hummer itu memasuki gang sempit, seseorang di dalam mobil Jeep mulai melakukan penyerangan. Sebuah peluru beruntun menembaki badan belakang mobil.
"Fvck!" umpat Meyrin dan Nikolai bersamaan.
Armand memberikan earphone mini kepada Meyrin dan Lea. Nikolai mulai memberikan perintah pada mobil Hummer satunya yang berisi semua orang terpilihnya.
"Kita serang dari depan dan belakang. Hancurkan seperti biasanya tanpa sisa, sialan!" perintah Nikolai yang terdengar dari earphonenya.
"Paman, aku siap!" Meyrin memamerkan pistol dengan lambang keluarga Arlington.
"Aku dan Meyrin akan menyerang dari depan, sniper bersiap untuk menyerang dari belakang. Basoka akan diluncurkan setelah Armand menemukan tempat yang aman." Nikolai menjelaskan strategi penyerangannya.
Setelah itu, Nikolai meminta sebuah Laras panjang keluaran terbarunya pada Armand. Sedangkan Armand mulai sibuk mencari tempat penyerangan yang aman.
"Lea, hubungi Ken untuk memberikan petunjuk jalan tercepat serta membantu Armand!" perintah Meyrin karena keadaannya mereka mulai terdesak.
Dor! Dor!
Semua tubuh yang berada di Hummer putih tersentak karena badan mobil yang tertembak tanpa henti. Tak berapa lama, terdengar suara Ken tersambung dengan mereka.
"Yo bro!" sapa Armand.
__ADS_1
"Cepat selesaikan ini! Mey kamu mendengar suaraku kan? Mereka yang menyerang adalah anak buah kapak putih," ucap Ken yang sedang berada di mansion Aite.
"Ternyata bosnya Buz orang yang tidak sabaran. Aku semakin penasaran dengan dia," ujar Meyrin entah pada siapa.
Suara deritan ban mobil yang saling berkejaran di gang sempit terdengar. Ken mulai mengarahkan mobil untuk segera sampai ke titik aman penyerangan. Sayangnya mobil kembali tertembak.
Craang!
Kaca belakang mobil Hummer yang ditumpangi para ketua mafia itu pecah. Armand mengumpat saat tangannya terkena pecahan kaca mobil. Lea bersiap menjaga Armand di belakang dengan pistolnya.
Nikolai membuka jendela atap kaca mobil. Meyrin langsung paham apa yang ingin dilakukan pemimpin mafia klan Naga Langit itu. Benar saja, Nikolai naik ke atas, dia bersiap untuk menyerang dengan senjata Laras panjangnya.
Saat ini posisi Nikolai tiarap di atas mobil. Di depannya sudah bersiap senjata Laras panjangnya. Dia mengambil posisi untuk melakukan tembakan jarak jauh tanpa khawatir akan jatuh dari atas mobil.
"Stabilkan mobil. Aku akan menyerang dari sisi samping."
"Paman, siap menjatuhkan musuh?" tanya Meyrin dengan teriakan.
Tanpa menjawab, Nikolai mulai membidikkan senjatanya pada mobil yang mengikuti mereka. Meyrin yang melihat itu mulai membuka pintu mobil dan mengarahkan pistolnya ke bawah. Sasarannya kali ini adalah keempat ban mobil Jeep yang sedang mengejar mereka.
"Tembak sekarang, Mey!" Nikolai berbicara melalui earphone-nya.
Suara desingan peluru mulai kembali terdengar dari arah mobil Hummer putih. Tim Nikolai-Meyrin mulai meluncurkan aksi serangan balik.
Seperti sudah tahu ke mana harus mengarah, peluru itu terus melaju di udara tanpa hambatan. Hingga peluru itu menembus kaca depan mobil Jeep dan bersarang tepat di dada sang sopir. Hal itu membuat kendali pada Jeep tersebut mulai tak tentu arah.
"Menukik dalam kecepatan stabil!" seru Meyrin tak ingin melewatkan kesempatan yang diberikan oleh Nikolai.
Meyrin dengan keahliannya, saat mobil mulai menukik, dirinya membuka pintu mobil. Berpegang pada sabuk pengaman, dia mengeluarkan dan mensejajarkan posisi kepala dengan tubuh. Mata wanita itu memicing, menargetkan ban mobil. Tanpa ragu, Meyrin menembakkan beberapa peluru. Dua tembakan tepat mengenai ban depan dan belakang Jeep.
Meyrin langsung kembali masuk ke dalam mobil. Senyum kepuasaan terpatri di bibir seksinya. Dia selalu senang saat berhasil mengenai target yang diincar. Nikolai menatap takjub pada keahlian Meyrin. Meskipun Meyrin seorang wanita, dia tidak boleh diragukan kemampuan menembaknya.
Mobil Jeep itu mulai kehilangan keseimbangannya. Apalagi sang sopir yang sudah tewas membuat pergerakan mobil itu tidak beraturan. Ditambah tembakan dari sniper Nikolai dari belakang Jeep membuat musuh kewalahan. Tembakan dari belakang mobil Jeep begitu beruntun tanpa ada celah.
Langit senja menjadi saksi bisu ketegangan yang terjadi di pinggiran kota Venesia. Deburan ombak dan angin dari laguna membuat suasana tenang tapi tidak dengan ketiga mobil yang saling beradu tembak itu.
"Ken! Kita akan meledakkan mereka di sini! Suruh Paman Aite membereskannya!" perintah Meyrin.
Nikolai masih berada di atas atap mobil. Meyrin berdiri dan ikut melihat pemandangan yang disaksikan oleh pemimpin klan Naga Langit itu. Mereka saat ini berada di tengah jalan yang sepi dengan pemandangan grand kanal.
__ADS_1
"Luncurkan basokanya!" perintah Nikolai.
Saat itu juga, sebuah rudal berukuran kecil melesat di udara dan tepat mengenai mobil Jeep yang kehilangan kendali. Ledakan tidak dapat dihindari lagi. Langit senja semakin tampak memukau dengan kobaran api dari mobil Jeep itu.
Meyrin segera masuk kembali ke dalam mobil, begitu juga dengan Nikolai. Dilihatnya Lea yang sedang mengobati Armand. Tiba-tiba ponsel Meyrin berdering ada nama ayahnya tertera di layar ponselnya.
Meyrin segera menjawabnya. Sang ayah hanya menanyakan kabarnya dan mengatakan bahwa lusa sudah kembali ke Lunar City. Tapi sebelum ke Lunar City, dia akan pergi ke London menemui Emily. Jika memungkinkan sang ayah akan pulang bersama adik tirinya.
Meyrin hanya menjawab seadanya. Dia tidak mengatakan kejadian yang baru saja terjadi. Wanita itu tidak ingin ayahnya khawatir. Dia ingin ayahnya mulai menikmati masa tuanya.
"Baiklah, Ayah. Meyrin mungkin dua minggu lagi akan pulang. Semua urusan di sini sudah selesai. Tinggal shooting video pendek saja yang belum diselesaikan untuk promosi produk kerjasama dengan WR Entertainment." Meyrin menjelaskan sisa pekerjaannya di Venesia, Italia.
"Hati-hati, Nak. Terus bersama Ken, dia akan menjagamu."
Meyrin tidak menjawab tapi langsung mengakhiri panggilannya. Dia memejamkan kedua matanya, menyandarkan punggung ke sandaran jok mobil. Meyrin bukan hanya lelah dengan pertempuran, tapi hatinya juga lelah.
Lea yang menyadari perubahan raut wajah nona mudanya memberikan tepukan kecil di pundak Meyrin. Pukulan kecil di pundaknya membuat Meyrin tersenyum sembari tertawa mengejek dirinya sendiri.
"Mey, apa kamu ingin keluar dari dunia hitam ini?" tanya Nikolai yang juga menyadari perubahan raut wajah Meyrin, istri sah dari William.
"Sepertinya akan sulit, tapi untuk mengurangi pertempuran mungkin bisa," jawab Meyrin masih tetap dengan posisinya dan mata terpejam.
Armand sudah mendapatkan titik lokasi mansion Aite. Dua mobil Hummer melaju dengan kecepatan konstan menuju mansion salah satu petinggi Arlington. Tidak ada percakapan lagi di dalam mobil yang ditumpangi Meyrin. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing kecuali Armand.
Armand saat ini sedang sibuk berkomunikasi dengan Ken. Mereka mulai menyusun sebuah kode yang hanya dimengerti oleh keduanya.
****************
Jika di Venesia terjadi ketegangan di waktu senja hari, berbeda keadaannya di London. Seorang wanita dengan memakai masker dan topi sedang berjalan memasuki sebuah hotel berbintang. Tak berapa lama, seorang pria keluar dari mobil yang sama dengan wanita itu.
"Aakkh!" teriak wanita itu.
Gimana? Gimana?
.
.
.
__ADS_1
~ To Be Continue ~
IG @hana_ryuuga