OBSESI SANG PEWARIS

OBSESI SANG PEWARIS
BAB 108 WEDDING DAY PART 2


__ADS_3

William membawa Laras berjalan ke tengah altar. Seorang pendeta berada di depan mereka, siap membacakan sumpah suci pernikahan keduanya. William terus saja menggenggam tangan Laras yang terasa dingin saking gugupnya sang istri.


"William Anderson Plowden, maukah kamu menerima Nona Laras sebagai istrimu baik suka maupun duka, senang maupun sedih dan menerima segala kekurangannya?" tanya sang pendeta pada William.


"Ya, saya bersedia." William menjawab dengan mantap tanpa keraguan sama sekali.


"Larasati Arlington, maukah kamu menerima Tuan William sebagai suamimu baik suka maupun duka, senang maupun sedih dan menerima segala kekurangannya?" tanya sang pendeta kali ini kepada Laras.


"Ya, saya bersedia," jawab Laras.


"Sekarang, saya menyatakan bahwa kalian telah menjadi sepasang suami-istri. Silakan cium pasangan masing-masing sebagai bukti cinta kalian berdua," ucap sang pendeta kepada William dan Laras.


William tanpa menunggu langsung menarik wanitanya itu agar mendekat. Kemudian, tanpa permisi William langsung mencium bibir Laras begitu intens. Suara tepuk tangan dari para tamu undangan bergemuruh. Mereka ikut bahagia menyaksikan momen pernikahan dua orang pewaris kerajaan bisnis terbesar di Lunar City.


Bahkan ada yang meneteskan air mata bahagia melihat keduanya telah menjadi satu. Tidak ada aku dan kamu, hanya ada kita bagi William dan Laras. Terutama para sahabat mereka berdua yang tahu persis bagaimana perjuangan William mendapatkan cinta Laras. Bahkan, dia seperti orang gila saat Laras memutuskan pergi dari hidup William dan meninggalkan surat cerai.


****************


Saat ini William dan Laras sudah berada di sebuah ruangan yang tadi ditempati oleh Laras. Mereka akan bersiap menuju lokasi selanjutnya di mana sebuah pesta pernikahan sedang menunggu pengantin baru tersebut.


Molly membantu Laras melepaskan veil-nya karena mempelai wanita merasa kepalanya berat. Para sahabat juga beberapa ada yang meminta untuk diperbaiki make up nya. Begitu juga dengan make up Laras karena pesta ini akan berlangsung hingga malam tiba.


Setelah semua selesai, William menggandeng tangan Laras untuk menuju tempat selanjutnya. Tidak terlalu jauh, hanya berjalan beberapa meter mereka akan sampai. Seorang karyawan Molly membantu Laras mengangkat rok gaunnya yang berat dari belakang.


Laras tersenyum puas saat tema outdoor yang dia mau benar-benar sesuai ekspektasi bahkan lebih. Setelah acara pengucapan sumpah pernikahan selesai, para tamu undangan berpindah tempat. Mereka menuju halaman yang sudah terpasang tenda putih raksasa. 


Tenda raksasa yang menjulang tinggi dan kokoh dihiasi oleh beberapa kain yang dimodel slayer. Beberapa rangkaian lampu kecil mengelilingi tenda, siap untuk dinyalakan saat malam tiba.

__ADS_1


Laras dan William berdiri di tengah pintu masuk. Sebelum tiba di pintu masuk, mereka melewati meja makan kotak dan panjang. Di atas meja terdapat berbagai macam hidangan yang bisa diambil sesuka hati. Tentu saja meja itu dihias sesuai dengan tema yang diusung oleh Laras. Rangkaian bunga hidup menghiasi meja makan.


Tidak lupa beberapa set meja dinner bulat yang dikelilingi lima kursi menyebar di seluruh ruangan. Di atas meja terdapat lilin-lilin yang menyala di dalam gelas. Sebotol wine dengan lima gelas sudah disiapkan begitu juga dengan alat makannya. Meja itu dihias dengan kain putih yang dibiarkan jatuh menjuntai begitu saja. Lima kursi yang mengelilingi meja dihias dengan sebuah pita di belakangnya.


William dan Laras diminta oleh Ken untuk turun ke bawah, bergabung dengan para tamu undangan. Laras merangkulkan tangannya di lengan William. Selangkah demi selangkah mereka menuruni anak tangga. Di belakangnya ada Daniel dan Emily. Nikolai dan Ariana serta anaknya. Selanjutnya ada para sahabat.


Kedua mempelai tampak bahagia, terpancar jelas di wajah William dan Laras. Mereka berjalan di atas karpet hijau di mana sisi kanan dan kirinya terdapat rangkaian bunga edelweis dan dandelion yang ditata tanpa vas bunga. Setiap rangkaian terdapat lampu kecil yang sudah menyala.


Di ujung karpet hijau terdapat jalan setapak di mana sisi-sisinya juga dihiasi dengan rangkaian bunga yang sama. Seluruh dekor pesta itu dipenuhi oleh rangkaian bunga edelweis, dandelion dan anggrek putih. Empat pohon cemara berada di tengah jalan setapak seolah menjadi tiang dari lantai dansa.


Ken yang berada di tengah lantai dansa, menunggu kehadiran William dan Laras untuk bergabung dengannya. Kali ini sang sepupu sendirilah yang akan menjadi pemandu acara. Suara tepuk tangan terdengar saat kedua mempelai sudah berada di lantai dansa.


"Nah, karena mereka sudah berada di sini. Aku ingin kalian untuk berdansa. Bagaimana?" tanya Ken sambil menaik-turunkan alisnya dengan jahil menatap Laras.


"Keen!" hardik Laras dengan nada lirih karena wanita itu yakin bahwa Ken sengaja meminta hal itu.


"Kamu masih belum bisa berdansa?" tanya William menatap Laras tak percaya.


"Kalian dansa saja, lihat para tamu sudah menunggu."


Setelah mengatakan itu, Ken memberikan kode kepada operator untuk memutar musik yang sudah disiapkan oleh dirinya. William menarik Laras agar sang istri semakin mendekat. 


"Mohon bimbingannya, Tuan Plowden," bisik Laras.


"Nyonya Plowden tenang saja, saya siap menjadi pembimbing Anda," jawab William dan mencuri ciuman di bibir.


William meletakkan tangannya di pinggang ramping sang istri, sedangkan Laras melingkarkan kedua tangannya di tengkuk suaminya. Walaupun ini bukan dansa pertama bagi mereka berdua, tetap saja rasa itu sama karena momen yang berbeda.

__ADS_1


Sebuah lagu yang berjudul Beautiful In White mulai terdengar. William dan Laras saling bertatapan, mengatakan ribuan kata cinta yang tak terucap. Bibir keduanya selalu menyunggingkan senyum kebahagiaan.


Jangan ditanya bagaimana degup jantung mereka berdua, tentu saja bertalu-talu seperti genderang mau perang. Tatapan tajam William begitu memuja pada Laras. Bagi William, Laras adalah bidadari yang dikirim Tuhan untuk dirinya. William benar-benar beruntung akhirnya menjadikan Laras sebagai istri sahnya. Bahkan, dia memberitahukan pada dunia bahwa Larasati Arlington hanya miliknya.


Alunan musik lembut dan romantis mulai terdengar. Semua William telah siapkan dengan begitu sempurna. Lagu favorit sang istri mengalun dengan merdu, seperti menggambarkan betapa sempurnanya wanita itu. Bahkan, William telah mewujudkan keinginan sang istri untuk memakai gaun pernikahan mewah.


William tidak berhenti di sana, dia memberikan kejutan altar dan pesta pernikahan dengan mengusung tema wedding white. Hal itu terbukti dari dekorasinya serta rangkaian bunga yang serba putih.


Ketika di altar tadi, semua rangkaian bunga memakai bunga mawar putih yang memiliki arti ketulusan, kesucian, dan kemurnian dari cinta mereka berdua. Bahkan, di pesta pernikahannya kali ini, Laras sendiri yang memilih tiga rangkaian bunganya, yaitu bunga edelweis, dandelion dan anggrek putih.


Bunga itu dipilih Laras bukan asal-asalan, tapi tersimpan makna di dalamnya. Bunga edelweis biasa disebut sebagai bunga abadi karena dapat mekar dalam waktu yang lama. Ada yang bilang jika bunga ini merupakan simbol dari cinta sejati dan keabadian. Laras berharap, cinta antara mereka berdua akan selalu abadi hingga akhir hayat yang memisahkan.


Selanjutnya bunga dandelion. Bunga ini benar-benar menggambarkan sosok Laras dan William. Sekeras apapun ujiannya, William dan Laras tetap bertahan dan percaya bahwa pasangan mereka masih ada di dekat mereka. Terbukti, sekarang William dapat menemukan Laras yang menghilang tiga tahun yang lalu.


Anggrek putih, entahlah tapi Laras sangat menyukai bunga yang satu ini. Anggrek putih biasa terkenal dengan nama anggrek bulan, kebanyakan bunga ini ditemui di Indonesia. Bunga anggrek putih sendiri melambangkan kerendahan hati, kemurnian, kepolosan, keanggunan serta keindahan. Benar-benar menggambarkan sosok Laras.


Saat semua menatap bahagia sepasang pengantin itu, tanpa mereka sadari seseorang berjalan ke arah pojokan. Dia menerima telepon dari seseorang.


"Datanglah ke kamar nanti malam," ujar orang itu langsung menutup teleponnya.


Novel OSP akan tayang setiap hari pukul 9-10 pagi yah. Jangan lupa like dan komennya biar Hana kenal dengan kalian.


.


.


.

__ADS_1


~ To Be Continue ~


@hana_ryuuga


__ADS_2