OBSESI SANG PEWARIS

OBSESI SANG PEWARIS
BAB 90 KEPUTUSAN WILLIAM


__ADS_3

Sepeninggal dua perawat itu, sekarang di depan ruangan William hanya ada Rama dan Dokter yang bertanggung jawab. Terjadi suasana canggung di antara keduanya hingga akhirnya Rama yang memulai pembicaraan.


"Ada apa, Dokter?" tanya Rama.


"Sebenarnya Tuan Plowden baik-baik saja, tinggal minum obat rutin dan menunggu luka jahit mengering semua akan baik-baik saja. Hanya …." Dokter itu menggantungkan kalimatnya.


"Hanya apa, Dokter?" tanya Rama mendesak.


"Apa Tuan Plowden menderita gangguan maksud saya itu … mm, apa semacam …."


"Tuan William menderita kelainan mental paranoid, Dok. Tuan menderita sejak usianya remaja." Rama menjelaskan penyakit mental William saat melihat sang Dokter sedikit sungkan.


Siapa yang tidak mengenal William, dia adalah icon pengusaha muda yang terkenal dari Lunar City. Banyak pemuda yang mengidolakan pria itu, bahkan para wanita siap mengantri untuk menjadi istri dari seorang William Anderson Plowden.


"Ah begitu. Sebagai seorang Dokter saya menyarankan Tuan Plowden untuk kembali mengunjungi Dokter pribadi kejiwaannya. Menurut hasil pemeriksaan saya walaupun tidak seakurat Dokter pribadinya, kejadian entah di mana itu mengguncang kejiwaan Tuan Plowden. Jadi, saya menyarankan untuk konsultasi lebih jauh dengan Dokter pribadinya. Semakin cepat, maka hasilnya semakin baik." Sang Dokter menjelaskan kondisi William yang sesungguhnya.


"Berapa hari Tuan William dirawat di sini, Dok?" tanya Rama akhirnya setelah sempat terdiam beberapa saat.


"Hingga luka jahitannya mengering, paling tidak selama satu minggu ke depan," jawab Dokter.


"Baik, Dok. Kalau begitu saya akan mengosongkan jadwal Tuan William selama satu minggu ke depan. Sekali lagi, terima kasih, Dokter." Rama membungkukkan badannya, memberi hormat hingga sang Dokter menghilang di persimpangan.


Rama kembali masuk ke dalam ruangan William. Dia berjalan mendekati tuannya yang sedang menatap layar ponselnya. Rama sedikit mengintip apa yang dilihat oleh William dan ternyata itu foto Meyrin yang sedang tertidur.


"Dia seorang pemimpin mafia, Kak," ujar William tanpa menatap Rama.


"Dia mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkanku. Tapi, aku malah berlari meninggalkan dirinya. Aku terlalu terkejut hingga tidak bisa mengatakan apapun padanya. Tatapannya saat kita bersitatap, begitu terluka." William mulai menceritakan keluhannya.


"Tuan,"


"Aku ingin pulang. Aku ingin kembali ke Lunar City. Aku akan beristirahat di sana saja."


"Tidak bisa, Tuan. Anda harus tetap dirawat selama satu minggu di sini. Saya akan menunda jadwal Anda untuk seminggu ke depan," larang Rama.

__ADS_1


"Terserah."


Tiba-tiba Nikolai masuk ke dalam ruangan tanpa permisi. Sedangkan Armand menunggu di luar ruangan. Langkah kaki Nikolai begitu terburu-buru, sepertinya sesuatu yang mendesak terjadi.


"Rama, tinggalkan kami berdua," perintah Nikolai.


Rama menatap Nikolai dan kemudian menganggukkan kepalanya mengerti. Dia akan menyerahkan luka mental William kepada Nikolai. Nikolai menatap pintu ruangan yang baru saja tertutup rapat.


"William, Paman hanya mengatakan hal ini satu kali saja. Jadi, tolong dengarkan baik-baik." Nikolai menatap William yang juga menatapnya.


"Pertama, kamu sudah dewasa dan setiap keputusan yang diambil memiliki resikonya sendiri. Jadi, berhati-hatilah dengan keputusan yang kamu ambil. Kamu tidak mau kehilangan seperti tiga tahun yang lalu, 'kan?" tanya Nikolai yang hanya dijawab anggukan kepala dari anak rekan bisnisnya itu.


"Kedua, inilah fakta yang terjadi. Kamu tidak bisa menghindarinya karena Meyrin sendiri juga tidak bisa menghindari hal tersebut. Ya! Meyrin adalah pemimpin organisasi mafia yang paling berbahaya di Lunar City. Itulah alasan kenapa dia tidak suka bertemu dengan orang agar rahasianya masih tetap aman. Dia menjadi pemimpin dari ratusan ribu orang yang berada di bawah naungan organisasi mafianya. Organisasi yang dipimpinnya adalah mafia Arlington." Nikolai menghentikan ucapannya dan menatap William yang sedang terbelalak kaget mendengar nama Arlington.


"Jadi?"


"Ya! Mertuamu, Daniel Arlington seorang mafia dan Meyrin menggantikan kepemimpinan seorang Daniel. Itu artinya apa? Artinya Laras merupakan salah satu anggota keluarga mafia."


"Tidak! Itu tidak benar! Tidak! Paman bohong, 'kan? Tidak! Semua ini tidak benar! Laras bukan orang seperti itu! Laras bukan mafia," racau William, dia mulai panik sendiri.


"Sadarlah dan terima fakta ini! Itulah kenapa kamu tidak bisa menemukan Laras! Perlindungan dan pertahanan mafia Arlington sulit ditembus bahkan oleh Armand sekalipun. Bangkitlah dan temukan istrimu! Jangan seperti orang gila dan menolak sebuah fakta!"


William terdiam saat semua ucapan Nikolai benar adanya. Jika Laras dilindungi oleh dinding raksasa, maka dia harus lebih kuat lagi untuk mendapatkan istrinya itu. Tapi, bagaimana dengan rasa cintanya kepada Meyrin?


"Hadapi fakta itu! Paman tidak bisa selamanya bersamamu. Paman harus kembali ke pulau Akasia. Apapun keputusanmu, Paman akan selalu mendukungnya."


"Apa Paman bisa mengajariku menjadi mafia?" tanya William menatap penuh harap Nikolai.


"Jangan gila! Mafia itu bukan untuk dipelajari, bodoh! Tapi, sebagai gantinya Paman akan ajari cara berpikir seorang mafia dan cara menggunakan pistol untuk menyerang. Selama ini, kamu menggunakan pistol sebagai perlindungan. Akan tetapi, untuk saat ini sehatlah dulu dan bangkit. Jika kamu sudah merasa siap, datanglah ke pulau Akasia!"


"Baik, Paman."


Semangat William kembali bangkit lagi. Walaupun dia tidak bisa bersanding dengan Meyrin, setidaknya dia bisa sepemikiran dengan wanita itu. Paling tidak, dia mempunyai tujuan baru saat ini. Mendapatkan hati Meyrin untuk mencari istri tercintanya, Laras.

__ADS_1


Sebuah keputusan telah William buat dengan tekad membara. Waktunya dia serius dengan hatinya, yaitu membuat Meyrin membuka mulut tentang keberadaan istrinya, Laras. Apapun akan William lakukan agar bisa bertemu kembali dengan istrinya.


"Kalau begitu, Paman kembali dulu ke Akasia. Hubungi Paman atau Armand jika kamu membutuhkan bantuan." Nikolai mengulurkan tangannya.


"Baik, Paman. Hati-hati di jalan." William menyambut uluran tangan Nikolai.


Sepeninggalnya Nikolai, Rama masuk ke dalam. Akhirnya Rama bisa bernapas lega saat William sudah menampakkan semangat hidupnya lagi. Tadi setelah sadar, wajah tuan mudanya itu seperti tidak memiliki semangat hidup.


"Tuan," panggil Rama.


"Aku akan melakukan perawatan di sini sesuai saran Dokter. Kakak handel semua pekerjaanku, tidak perlu menundanya. Apakah masih ada jadwal berdua dengan Arlington Group?" tanya William dengan tekad bulatnya.


"Ada, Tuan. Akan tetapi, saya tidak yakin jika Nona Meyrin sendiri yang turun ke lapangan," jawab Rama dengan menundukkan kepalanya takut memancing amarah William.


Akan tetapi itu tidak terjadi. Bahkan William menjawab dengan santainya. "Tidak masalah. Aku ingin segera menyelesaikan masalah di sini. Sudah terlalu lama aku meninggalkan kantor pusat."


"Baik, Tuan."


Rama mengambil tablet yang diserahkan William padanya. Dia mulai menghandel semua pekerjaan tuan mudanya, sedangkan William sendiri memilih untuk beristirahat. Dia ingin segera sembuh dan menjalankan rencananya.


"Kak Rama, hubungi pihak Arlington Group kalau kita tetap akan melakukan rencana sesuai jadwal. Terserah mereka akan menurunkan siapa untuk pembuatan videonya. Aku tidak akan menolak siapapun selama itu dari pihak Arlington sendiri," ujar William.


"Baik, akan segera saya kerjakan, Tuan." Rama kembali fokus pada tablet, menyelesaikan pekerjaan William seperti biasanya.


Novel OSP akan tayang setiap hari pukul 9-10 pagi yah. Jangan lupa like dan komennya biar Hana kenal dengan kalian.


.


.


.


~ To Be Continue ~

__ADS_1


@hana_ryuuga


__ADS_2