
Ratu yang hendak menemui Raja, langsung masuk ke dalam ruang kerja Istana Kerajaan begitu sampai di sana. Melihat Ratu masuk ke dalam ruangan tersebut, Rino langsung memberi salam hornat dan beranjak untuk undur diri dari sana.
"Karena Yang Mulia Ratu sudah datang, saya akan meninggalkan Anda berdua. Permisi," kata Rino
"Yuna, kenapa kau hanya seorang diri? Apa tidak ada siapa pun yang mengantarmu?" tanya Raja usai Rino ke luar dari ruangan tersebut.
"Aku datang bersama pelayan yang menemaniku," jawab Ratu
"Lalu, ke mana dua prajurit baru yang kutugaskan untuk melindungimu? Bahkan Yura tidak menemanimu?" tanya Raja yang langsung menunduk dan mengarahkan kepalanya pada berkas dokumen yang ada di atas mejanya.
Padahal Raja tidak berniat untuk lebih dulu menyebut nama Yura usai apa yang terjadi semalam yang bahkan tidak tersangkut di dalam ingatannya sedikit pun. Namun, Raja justru malah menyebut nama adik iparnya tanpa sadar dan secara tidak sengaja.
"Yura mungkin sedang ingin menghindar dari Anda untuk sementara waktu dan aku minta dua prajurit baru itu untuk menemaninya karena mereka bertiga sepertinya terlihat dekat. Apa Anda tidak ingat dengan apa yang telah terjadi?" tanya balik Ratu
"Kejadian apa yang kau maksud?" tanya balik Raja lagi.
"Anda memang tidak ingat atau pura-pura lupa? Yang kumaksud adalah kejadian semalam di kediaman nyonya Frizka," jawab Ratu
"Kau sudah tahu tentang itu, rupanya. Aku memang sedang membahas hal itu dengan Arvan sebelumnya. Namun, aku sungguh tidak ingat dengan apa pun yang terjadi semalam," ucap Raja
Ratu pun menyiapkan makanan yang telah dibawanya untuk diberikan pada Raja dan Raja pun menghampiri Ratu yang duduk di sofa ruang kerja Istana Kerajaan.
Meski pun, Ratu memang ingin membahas dan menanyakan soal kejadian semalam pada Raja, namun Ratu tidak lupa dengan niatnya untuk mengantar dan memberikan makanan pada Raja. Itu seolah, meski harus ikut mengurus masalah di Istana Kerajaan, Ratu tetap tidak melupakan keutamaannya untuk mengurus Raja.
Ratu pun membahas dan menanyakan soal kejadian semalam sambil menemani Raja makan makanan yang telah dibawa olehnya.
"Apa Anda benar-benar tidak mengingat apa-apa sedikit pun tentang yang terjadi semalam? Lalu, apa yang dikatakan oleh Arvan?" tanya Ratu
__ADS_1
"Semalam aku memang pergi mengunjungi kediaman para selir. Namun, karena memang belum memutuskan untuk berkunjung ke kediaman siapa, maka saat aku bertemu selir kedua, aku pun pergi bersamanya ke kediamannya. Aku tidak ingat apa pun lagi setelah ada di kediamannya, lalu yang kuingat setelah itu adalah Arvan yang ada di sampingku untuk membantu membuatku sadar setelah jatuh pingsan. Begitulah, katanya ... " jelas Raja
"Lalu, aku langsung di antar ke kediaman utama setelah itu. Pagi hari ini, aku baru diberi tahu oleh Arvan kalau semalam sebelum dia datang, ada Yura yang hendak membantuku. Namun, aku justru melakukan hal bodoh dengan menyerangnya. Aku hampir saja melakukan hal yang akan kusesali dengan adik iparku sendiri. Untungnya Yura bisa menyelamatkan dirinya sendiri, meski pun dengan memukulku untuk membuatku pingsan. Ya, aku memang pantas mendapatkannya ... " sambung Raja
"Setelah Anda mengetahui semua itu dari Arvan, apa Anda tidak punya semacam suatu dugaan? Kenapa hal seperti itu bisa terjadi?" tanya Ratu
"Aku sudah memikirkannya dan saat membahas hal ini dengan Arvan, semalam itu Yura tidak mungkin menemuiku dengan masuk begitu saja ke kediaman selir kedua tanpa izin. Arvan mengatakan padaku kalau Yura bilang padanya, selir kedua-lah yang meminta bantuan Yura untuk menjagaku untuk senentara waktu karena selir kedua hendak pergi untuk mengambil sesuatu. Awalnya Yura hanya menunggu di luar kediaman," ungkap Raja
"Sampai akhirnya Yura masuk karena mendengar suara dari dalam. Yura merasa khawatir sesuatu terjadi padaku, jadi dia terpaksa masuk untuk memeriksa keadaanku dan membantuku. Namun, aku bahkan tidak ingat atau melihat saat selir kedua pergi atau saat Yura datang. Mengetahui sampai sini, maka dapat disimpulkan kalau selir kedua-lah yang mengatur semua kejadian semalam untuk membuat skandal antara aku dan Yura. Tujuannya adalah membuat jebakan," sambung Raja
"Apa kau sudah sempat bicara dengan Yura? Apa dia memberi tahu sesuatu padamu?" tanya Raja melanjutkan.
"Yura memang sudah bicara denganku, tapi dia tidak memberi tahu secara lengkap dengan jelas. Dia hanya sibuk menyalahkan diri sendiri karena gagal menolongmu dan justru malah masuk ke dalam perangkap nyonya Frizka. Yura bahkan meminta padaku untuk memberi hukuman untuknya," jawab Ratu
"Yura tidak bersalah, adikmu itu justru malah memberi suatu petunjuk. Arvan bilang, Yura memberikan padanya sebuah lilin aroma yang dilihat di tempat kejadian. Diduga kuat bahwa aroma dari lilin itulah yang membuatku mabuk hingga kehilangan setengah dari kesadaranku dan salah mengenali orang hingga mengira Yura adalah dirimu, itu sebabnya aku hampir kelepasan untuk menyerang adik iparku sendiri, apa lagi wajah kalian berdua memang mirip," ucap Raja
"Kata Arvan, Yura bilang kalau selir kedua mengatakan padanya kalau aku sedang kelelahan dan meminta bantuan padanya hingga terjadilah hal yang sudah kujelaskan itu. Padahal sangat besar kemungkinannya kalau selir kedua yang membuatku mabuk dengan lilin aroma itu. Sekarang lilin aroma itu masih sedang diperiksa kandungannya dan sidik jari yang terdapat pada permukaannya untuk dijadikan bukti dan mencari siapa saja yang terlibat dalam rencana selir kedua untuk menjebakku dan Yura," sambung Raja
"Benar. Karena itulah Yura tidak sanggup menolongku dan beralih meminta bantuan Arvan untuk membantu membuatku sadar. Mungkin hal ini yang membuat adik ipar merasa bersalah, padahal semalam dirinya sendiri pasti kesulitan setelah ikut menghirup aroma dari lilin itu. Sudah begitu, Arvan bilang Yura terpaksa membuat penawar untuk dirinya sendiri karena Arvan hanya memiliki satu penawar yang diberikan untukku," jawab Raja
"Jadi, semalam Yura terpaksa berendam dalam air dingin sementara menunggu penawarnya dibuat setelah memberi tahu resepnya pada seseorang. Kalau ada yang harus merasa bersalah di sini adalah aku. Karena meski pun yang terjadi semalam bukan keinginanku, akulah yang gagal mendidik selir kedua hingga membuatnya berani bertindak lancang. Lalu, selir Azkia dan pelayannya-lah yang membantu Yura semalam," sambung Raja
Ratu sungguh tidak menyangka. Ia memang tahu bahwa di dalam suatu harem pasti akan ada permainan licik. Namun, tidak disangka saudari kembarnya diseret ke dalam pemainan tersebut secara tidak adil. Sudah menanggung kesulitan karena ikut menghirup aroma lilin yang memabukkan, harus membuat penawar sendiri, terpaksa berendam air dingin, Yura justru harus menanggung malu atas rumor tidak baik sekaligus tidak benar yang bahkan merusak nama baiknya atas kejadian yang bukan perbuatannya. Untunglah masih ada orang baik seperti Azkia dan pelayan yang membantu saudari kembar Ratu itu.
"Aku tidak peduli dengan urusan Anda mendidik wanita milik Anda, tapi adikku sungguh kasihan. Sungguh, sangat tidak adil untuk Yura ... " kata Ratu
"Aku akan bantu menyelesaikan semua permasalahan ini dan akan memberi hukuman pada siapa pun yang terlibat. Nama baik Yura akan kembali bersih," ucap Raja
__ADS_1
"Sebenarnya di mana Arvan? Padahal akan lebih bagus jika bisa membahas hal ini bersama dengannya juga. Kenapa aku tidak melihat dia bekerja di sini? Apa dia sibuk memeriksa lilin aroma itu?" tanya Ratu
"Aku memintanya pergi untuk menyampaikan permohonan maaf dan rasa sesalku pada Yura. Sekaligus rasa terima kasih karena Yura sudah mengutus Arvan untuk membantuku semalam," jawab Raja
"Ya ampun, hal seperti itu bukankah harusnya Anda sendiri yang menyampaikan langsung pada Yura? Jangan katakan kalau Anda sibuk dengan urusan pekerjaan. Karena sama seperti Anda, Arvan bahkan harusnya tetap sibuk memeriksa kandungan pada lilin aroma itu, kan?" tanya Ratu
"Semalam itu bukan atas keinginanku, tapi sama seperti Yura, aku juga merasa malu karena kejadian semalam. Tolong mengertilah diriku juga," jawab Raja
"Baiklah, Anda memang tidak salah ... " kata Ratu
"Memang hanya kau yang paling mengerti diriku," ujar Raja
Saat itu, pintu ruang kerja Istana Kerajaan diketuk dari luar. Lalu, Rino masuk ke dalam untuk memberi tahu sesuatu pada Raja dan Ratu.
"Permisi, Baginda Raja dan Yang Mulia Ratu. Mohon maaf atas kelancangan saya yang telah mengganggu Anda berdua. Namun, saya mendengar bahwa saat ini nona Yura sedang berada di arena latihan prajurit dan bertarung di sana. Saya rasa harus segera menyampaikan hal ini," ungkap Rino yang tetap berdiri di dekat pintu.
"Ya ampun, Yura ... " gumam Ratu yang langsung merasa terkejut.
"Ke mana Arvan? Bukankah harusnya dia sudah menemui Yura? Apa dia bisa mencegah Yura?" Raja pun sama terkejutnya dengan Ratu.
Raja pun menaruh makanan yang sedang dimakannya dan beranjak bangkit. Saat itu, Ratu pun ikut bangkit.
"Aku akan langsung ke sana untuk memeriksa. Ini hal yang sangat penting, terima kasih sudah memberi tahu pada kami, Rino. Kau tetaplah di sini dan coba selesaikan pekerjaan yang ada," ucap Raja
"Baik, Baginda Raja ... " sahut Rino
"Aku ikut. Sebagai seorang kakak, aku harus melihat adikku ... " ujar Ratu
__ADS_1
"Baiklah, terserah padamu. Ayo, kita pergi bersama," kata Raja
Raja dan Ratu pun beralih pergi meninggalkan ruang kerja Istana Kerajaan untuk menuju ke arena latihan prajurit.