
Yura terus berjalan bersama Pevita dan Rio yang mengikutinya dari belakang menuju ke Kediaman Pribadi Raja dan Ratu.
"Karena kalian berdua sudah mulai dan langsung bekerja sebagai prajurit Yang Mulia Ratu hari ini, hati-hatilah saat bertindak karena ini adalah kediaman pribadi khusus milik Raja dan Ratu di dalam Istana Kerajaan ini. Seperti kataku tadi, jangan sampai kalian berdua melakukan kesalahan yang fatal ... " ucap Yura
"Baik, Nona Yura. Kami mengerti," sahut Pevita dan Rio secara serempak.
"Lalu, karena kalian berdua langsung bekerja, mungkin kalian baru akan diberi tahu tentang di mana tempat tinggal kalian saat malam nanti," kata Yura
"Dalam hal peraturan, sebenarnya di semua tempat kerja aturannya sama saja. Jadi, kurasa tidak perlu memberi penjelasan lagi pada kalian berdua," sambung Yura
Sampailah ketiganya tepat di depan pintu masuk kediaman Ratu.
"Tenangkan diri kalian berdua," kata Yura saat melihat kedua prajurit baru Ratu yang tampak gugup.
"Nona Yura, apa kami berdua juga harus masuk?" tanya Pevita saat Yura hendak membuka pintu.
"Karena kalian berdua baru bekerja di sini hari ini, setidaknya perkenalkanlah diri kalian dulu pada Yang Mulia Ratu," jawab Yura
"Baiklah, kami sudah siap ... " kata Rio yang nyatanya berdiri dengan lutut yang gemetar.
"Setidaknya aturlah nafas kalian berdua dengan baik," ujar Yura yang memberi saran.
Yura pun terlebih dulu mengetuk pintu.
Tok-tok-tok.
"Permisi, Yang Mulia Ratu. Ini saya yang akan langsung membuka pintu," ujar Yura yang langsung membuka pintu dan masuk ke dalam kediaman Ratu.
"Yura, rupanya itu kau ... sudah kembali. Namun, kenapa kau tidak langsung membuka pintu seperti biasa saja?" tanya Ratu
"Karena aku tidak datang sendiri," jawab Yura dengan cara bicara yang sedikit berbeda.
Saat itulah Pevita dan Rio berjalan masuk ke dalam.
"Sepertinya aku pernah melihat kalian berdua. Siapa kalian?" tanya Ratu
"Biar aku yang menjawab. Sebelumnya mereka berdua adalah pelayan yang bekerja di Vila Kerajaan dan mulai sekarang akan bekerja sebagai prajuritmu. Ini adalah perintah dari Raja. Nama mereka adalah Pevita dan Rio," ungkap Yura
"Salam dan hormat kami kepada Yang Mulia Ratu," ujar Pevita dan Rio secara bersamaan sambil membungkukkan badan.
__ADS_1
"Salam kenal, Pevita, Rio. Karena Baginda Raja sudah memberi perintah pada kalian berdua untuk bekerja denganku, maka mulai saat ini kalian berdua adalah orangku. Sebagai prajurit ... lindungilah aku dengan cara yang kalian punya, maka aku juga akan menjaga kalian dengan caraku sendiri. Selamat dan semangat bekerja mulai sekarang," ucap Ratu
"Kami akan melindungi Yang Mulia Ratu dengan segenap jiwa raga kami!" seru Pevita dan Rio sambil terus mengucap janji setia sebagai seorang prajurit di depan Ratu yang akan menjadi majikannya mulai saat ini.
"Mulai sekarang aku akan mempercayai kalian berdua, jadi jangan pernah mengecewakan kepercayaan yang telah kuberikan," ujar Ratu
"Suatu kehormatan bagi kami berdua dan kami tidak akan biarkan Yang Mulia Ratu merasa kecewa," kata Pevita dan Rio secara serempak.
"Rupanya masih ada perempuan lain yang punya keberanian yang sama denganmu, Yura. Bahkan sampai menjadi prajurit," ujar Ratu
"Benar, Yang Mulia Ratu ... " sahut Yura
"Lalu, perkenalkan ... ini tiga pelayanku. Ella, Dina, dan Manda." Ratu pun memperkenalkan satu per satu pelayan yang bekerja padanya.
"Meski pun kami datang bersama Nona Yura, tapi kenapa Yang Mulia Ratu tidak memperkenalkan Nona Yura sebagai pelayannya juga?"
"Yura, kau sudah ada di sini. Apa kau tidak mau melepas cadarmu seperti biasa? Apa kau merasa tidak leluasa karena ada prajurit baru di sini?" tanya Ratu
"Tidak juga. Hanya saja kuharap mereka berdua tidak terkejut saat melihat wajahku," jawab Yura yang langsung melepas cadar yang menutupi sebagian wajahnya saat itu juga.
Saat itu juga Pevita dan Rio tampak langsung menyembunyikan rasa terkejut keduanya saat melihat wajah Yura yang sangat mirip dengan Ratu.
"Kupikir karena kau yang membawa mereka berdua ke sini, maka mereka sudah tahu soal identitasmu. Rupanya, masih belum, ya ... " ujar Ratu
"Maaf, aku tidak bermaksud menyembunyikannya dari kalian berdua terlalu lama ... " kata Yura
Malam harinya, Yura pun pergi mengantar Pevita dan Rio menuju ke kediaman (yang dkhususkan untuk para) prajurit. Namun, setelah mengetahui bahwa Yura adalah saudari Ratu, kedua prajurit baru itu hanya terus terdiam.
"Karena baru mulai bekerja hari ini, maka untuk malam ini kalian berdua diperbolehkan kembali ke asrama untuk istirahat. Namun, untuk ke depannya mungkin kalian akan terus berada di dekat Yang Mulia Ratu karena bagaimana pun kalian adalah prajurit yang bertugas untuk melindunginya dan hanya sesekali kembali ke asrama. Karena itu malam ini istirahatlah dengan sebaik-baiknya," ucap Yura
"Baik, kami mengerti ... " sahut Pevita dan Rio
"Ini hanya perasaanku saja atau kalian berubah jadi pendiam?" tanya Yura
"Inilah sebabnya aku memilih memakai cadar untuk menutupi wajah karena aku tidak suka jadi terlalu sungkan dan segan padaku. Padahal identitasku hanya seorang Yura, bukan yang lain ... " sambung Yura saat Pevita dan Rio tidak menjawab pertanyaan darinya.
"Mana bisa seperti itu. Nona Yura tetap anak dari keluarga Yang Mulia Ratu," kata Rio
"Setidaknya kalian sudah memanggilku dengan sebutan Nona, maka itu sudah cukup. Selain itu tetaplah bicara seperti biasa denganku, tidak perlu bersikap formal padaku ... " ujar Yura
__ADS_1
"Jadi, itu sebabnya Nona Yura selalu memakai cadar. Lalu, kenapa saat di Istana Kerajaan, Nona Yura juga tetap memakai cadar? Apa semua orang juga tidak tahu kalau Nona Yura adalah saudari dari Yang Mulia Ratu sama seperti kami berdua?" tanya Pevita
"Salah satunya karena itu dan sebenarnya merepotkan jika aku harus selalu menjelaskan kalau aku bukanlah Ratu karena aku tidak ingin disalah-pahami sebagai Ratu. Jadi, anggap saja cadar ini adalah pembeda yang mampu membedakan antara aku dan Ratu ... " jelas Yura
"Pantas saja Nona Yura tampak bersikap lebih santai dengan Yang Mulia Ratu dan tadi Yang Mulia Ratu pun tidak memperkenalkan Nona Yura sebagai salah satu pelayannya karena sebenarnya keduanya adalah saudari, kakak beradik kembar ... " batin Pevita
"Kupikir nama Nona Yura hanya kebetulan hampir sama dengan nama Yang Mulia Ratu, sama seperti kasus namaku yang hampir sama dengan nama asisten tuan Penasehat Besar. Aku tidak menyangka jika Nona Yura dan Yang Mulia Ratu adalah saudari, kakak beradik kembar ... " batin Rio
"Kita sudah sampai. Ini adalah asrama, kediaman bagi para prajurit ... " kata Yura
Saat itu ada salah satu anggota prajurit Istana Kerajaan yang menghampiri.
"Permisi. Apa ada yang bisa saya bantu?"
"Saya mengantarkan dua prajurit baru ke sini. Sebelumnya mereka berdua langsung ditugaskan untuk berjaga di sisi Yang Mulia Ratu, jadi baru sempat datang ke asrama sekarang," ungkap Yura
"Apa benar keduanya adalah prajurit baru?"
"Ya, benar. Memangnya kenapa? Apa ada masalah?" tanya balik Yura
"Bukan apa-apa. Karena semua prajurit lainnya adalah lelaki, asrama ini sudah seperti tempat zona khusus para lelaki. Di sini tidak pernah ada prajurit perempuan sebelumnya."
"Kalau begitu, biar saya antarkan prajurit perempuan ini ke asrama pelayan wanita. Pelayan dan prajurit, yang penting sama-sama bekerja di Istana Kerajaan. Tidak apa, kan, Pevita?" tanya Yura
"Saya tidak masalah, tapi telah dikatakan sebelumnya bahwa barang bawaan milik saya telah diletakkan di asrama prajurit. Berarti itu ada di sini," jawab Pevita
"Kalau begitu, biar aku yang ambilkan barang bawaan milikmu, Pevita. Di mana barang bawaan milik prajurit baru disimpan?" tanya Yura
"Silakan ikuti saya untuk mengambilnya."
"Nona Yura, tunggu di sini saja bersama Pevita. Biar aku yang ambil barangnya. Aku dan Pevita adalah teman sejak kecil, kami berdua juga datang dari tempat yang sama, jadi aku tahu yang mana saja barang miliknya ... " ucap Rio
"Ya, biar Rio saja yang mengambil barang saya. Mohon bantuanmu, Rio," kata Pevita
Setelah menerima barang milik Pevita yang diambilkan oleh Rio, Pevita pun beralih dan terus mengikuti Yura menuju ke asrama pelayan.
"Kalau Nona Yura, tinggal di mana?" tanya Pevita
"Aku menumpang di kediaman selir, tapi jangan salah paham, aku hanya menitipkan barang milikku dan sesekali menetap di sana karena mengenal salah satu selir. Karena meski diterima oleh Baginda Raja, keberadaanku di Istana Kerajaan tidak pernah direncanakan sebelumnya. Aku lebih sering berada di kediaman Ratu untuk senantiasa berjaga di sana," ungkap Yura
__ADS_1
"Itu berarti Nona Yura bebas ingin tinggal di mana di Istana Kerajaan ini," kata Pevita
"Entahlah, kedengarannya memang seperti itu ... " sahut Yura