
Merasa kecewa karena harus meninggalkan Yura untuk menjadi pemandu saat berkeliling, Rio pun mengikuti Pevita untuk menemui kepala pelayan vila tersebut. Pelayan lelaki itu sudah merasa cemas saat harus menghadapi kepala pelayan yang dikenal tegas.
"Permisi, Tuan kepala pelayan. Saya dengar Anda memanggil. Apa ada sesuatu?" tanya Rio dengan perasaan waspada.
"Ya, Rio. Ke mana saja belakangan ini kau sampai tidak terlihat di tempat tugasmu?"
"Saya pergi ke tempat lain dan membantu Denny di kandang vila saat pagi hari," jawab Rio
"Kau tahu kalau kandang vila bukan tempat tugasmu, kan?"
"Saya tahu, Tuan kepala. Maafkan saja," jawab Rio
"Kalau kau ingin pergi membantu tugas lain, setidaknya kau harus ingat untuk menyelesaikan pekerjaanmu lebih dulu. Aku tidak ingin kau mengulanginya lagi yang seperti ini."
"Baik, saya mengerti, Tuan Kepala ... " sahut Rio
"Kembali kerjakan tugasmu."
"Baik. Permisi, Tuan Kepala." Rio pun beralih pergi.
Usai menemui kepala pelayan, Rio menghampiri Pevita yang masih menunggunya di sekitar sana.
"Kau sudah selesai?" tanya Pevita yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Rio.
"Kau memanggilku dan memintaku untuk segera ikut denganmu, kukira karena apa ... rupanya, kepala pelayan tampak biasa saja. Dia tidak memarahiku," ujar Rio
"Sekarang dia tidak marah padamu, tapi jika kau tidak menemuinya sekarang, nanti kau pasti terkena amarahnya. Karena sekarang dia masih bisa memaklumimu, tapi tidak lagi di lain waktu. Apa lagi jika yang kau temui adalah nonya kepala pelayan. Dia pasti langsung marah karena terkenal lebih galak dari pada suaminya," ucap Pevita
"Kau benar juga," kata Rio
Di Vila Kerajaan memang ada 2 kepala pelayan dan keduanya adalah sepasang suami istri. Nyonya kepala pelayan mengepalai para pelayan perempuan dan Tuan kepala pelayan mengepalai para pelayan lelaki. Lalu, Nyonya kepala pelayan dikenal lebih galak dan mudah emosi dibandingkan Tuan kepala pelayan.
"Lalu, apa yang dikatakannya padamu tadi?" tanya Pevita
__ADS_1
"Aku diminta untuk kembali bekerja," jawab Rio
Setelah itu, baik Rio dan Pevita pun langsung kembali nengerjakan pekerjaan masing-masing.
...
Usai bertemu dan ditinggalkan oleh Yura saat di rumah kaca, Arvan pun berbalik ke arah yang berbeda untuk kembali menuju ke kamarnya.
Saat mendekat ke arah lorong kamar, Arvan kembali bertemu dan bersitatap dengan Yura yang datang dari arah yang berlawanan dengannya. Arvan tampak tersenyum tipis. Namun, Yura malah pura-pura tidak melihatnya dan fokus pada jalan, lalu gadis bercadar itu tampak mempercepat langkahnya tanpa peduli pada keberadaan Arvan.
Senyuman tipis Arvan pun langsung memudar saat menyadari Yura mengabaikannya begitu saja lagi dan lagi. Arvan pun hanya bisa melanjutkan langkahnya sambil menatap punggung Yura yang mengabaikannya dari belakang. Namun, senyuman pada wajah Arvan kembali mengembang tipis penuh kerinduan yang tampak memilukan dan menyesakkan.
Karena letak kamar yang bersebrangan, Arvan menghentikan langkahnya sejenak saat Yura masuk ke dalam kamarnya. Arvan melakukan seperti ini agar dapat melihat wajah Yura meski hanya sepintas. Arvan tampak memandangi sosok wajah Yura yang masih tertutup oleh cadar saat gadis itu masuk ke dalam kamarnya sendiri.
Arvan tampak menghela nafas panjang saat Yura telah menutup pintu kamarnya dengan rapat. Setelah itu barulah Arvan masuk ke dalam kamarnya sendiri.
•••
2 hari kemudian.
"Aku ingin mengatakan sesuatu," kata Raja
Yang lain pun langsung menghentikan aktivitas makannya masing-masing dan meletakkan sendok dan garpu di atas piring untuk menghormati Raja yang ingin bicara.
"Terima kasih karena sudah bersedia mendengarkanku bicara. Sebenarnya ini bukan hal yang sebegitu pentingnya sampai kalian semua harus menghentikan makan, namun hal ini mungkin dapat membuat kalian jadi merasa kecewa," ucap Raja
"Kita terpaksa kembali ke Istana Kerajaan hari ini juga karena ada yang mengabari kalau pekerjaan di Istana Kerajaan semakin sibuk karena terus menumpuk. Maaf karena sebelumnya aku sudah merencanakan liburan selama seminggu penuh, tapi nyatanya pada hari kelima saja kita sudah harus kembali ke Istana Kerajaan lagi," sambung Raja memberi tahu.
"Kukira hal penting apa yang ingin Anda sampaikan, rupanya hanya memberi tahukan jadwal kepulangan yang dimajukan jadi hari ini. Baginda, Anda tidak perlu merasa bersalah sampai mengatakan maaf seperti itu. Kami semua tidak merasa kecewa dan malah merasa senang karena Anda sudah merencanakan liburan yang menyenangkan ini," ujar Ratu
"Meski jangka waktu liburan kali ini tidak sepenuhnya seperti yang telah Anda rencakan, ini sudah sangat bagus. Karena biasanya hari libur kerajaan hanya berlangsung selama 3 hari, kali ini kita bisa berlibur selama 5 hari pun sudah lebih 2 hari dari jangka waktu liburan yang seharusnya," sambung Ratu
"Anda tidak perlu merasa khawatir kami akan merasa kecewa, Baginda. Kami sangat menikmati liburan yang menyenangkan kali ini. Benar begitu, kan, Arsha?" tanya Yura
__ADS_1
"Yang dikatakan Ibu dan Bibi itu benar, Ayah. Aku sangat menyukai liburan kali ini. Yang penting aku sudah melihat suasana dan tempat baru selain kediaman di Istana Kerajaan, seperti ini pun sudah cukup ... " jawab Arsha
"Syukurlah, kalau begitu. Bagaimana menurutmu, Arvan? Kenapa kau hanya diam?" tanya Raja
"Kembali lebih cepat memang lebih baik karena bagaimana pun juga pekerjaan itu lebih penting," jawab Arvan
"Dasar, kau ini ... sepertinya memang kau saja yang tidak bisa menikmati liburan kali ini dengan baik dan benar," ujar Raja
"Tapi, kepulangan kita hari ini bukan karena terjadi susuatu hal yang buruk, kan, Baginda?" tanya Ratu
"Tidak ada hal yamg seperti itu, Ratu. Tenang saja. Yang membuat kita harus kembali lebih cepat hanya urusan pekerjaan internal Istana Kerajaan dan bukan hal yang buruk atau gawat sedang terjadi," jawab Raja
Lalu, semua pun kembali melanjutkan aktivitas makannya hingga akhirnya menyelesaikan sarapan pagi bersamaan.
"Baginda, apa ada yang harus saya lakukan sebelum kita kembali ke Istana Kerajaan? Atau mungkin Anda butuh bantuan saya untuk melakukan sesuatu?" tanya Arvan
"Meski kita akan kembali ke Istana Kerajaan hari ini juga, tapi tidak tidak perlu terburu-buru. Untuk saat ini aku tidak butuh bantuanmu, mungkin masih belum terpikirkan. Kau juga santailah dulu sejenak dan jangan lagi melarikan diri lebih dulu dengan alasan mengurus pekerjaan," jawab Raja
"Mungkin sebelum kembali ke Istana Kerajaan, kau bisa pergi berkeliling dengan Yura sekali lagi," kata Ratu memberi saran.
Namun, saat itu Yura langsung bangkit berdiri dari kursinya setelah memakai kembali cadar miliknya untuk menutupi sebagian wajahnya usai menyelesaikan sarapan paginya.
"Bibi Yura, kau mau ke mana?" tanya Arsha
"Maaf, Arsha, Bibi mau pergi sebentar untuk bicara dengan Paman Arvan. Bibi akan membantumu mengemas barang nanti," jawab Yura
"Ya, itu tidak masalah ... " kata Arsha
"Itu pun kalau Tuan Dokter Penasehat mau bicara denganku, tapi kalau tidak mau pun tidak masalah, aku bisa mengerti itu. Aku akan pergi berkeliling sendiri saja," ucap Yura
"Kalau begitu, ayo kita bicara ... " ujar Arvan yang langsung beranjak bangkit dari tempat duduknya.
"Kami berdua permisi dulu," pamit Yura
__ADS_1
"Saya akan sekalian meminta pelayan untuk membereskan ruangan ini. Permisi," kata Arvan
Yura dan Arvan pun beranjak pergi meninggalkan ruang makan bersama. Saat ke luar, tak lupa Arvan memberi tahu pada beberapa pelayan yang menunggu bahwa sarapan pagi telah usai dan meminta mereka untuk merapikan kembali ruang makan.