One & Only

One & Only
61 - Kunjungan Ratu dan Putra Mahkota.


__ADS_3

Ratu dan Arsha masuk ke dalam ruang kerja Istana Kerajaan dengan membawa keranjang kotak makanan.


Begitu masuk, Raja tersenyum saat melihat istri dan anak yang mengunjunginya di sana.


"Aku senang sekali bisa dapat kunjungan langsung dari Ratu dan Putra Mahkota-ku," kata Raja


"Aku datang bersama Arsha membawakan makanan untuk Anda sarapan, Baginda. Tidak akan ada orang lain yang akan datang membawakan makanan untuk Anda selain kami berdua, kan?" tanya Ratu


"Tidak akan ada yang akan peduli padaku melebihi istri dan anakku sendiri," jawab Raja


"Tidak ada yang tahu soal itu karena orang yang Anda miliki di Istana Kerajaan ini sangat banyak," kata Ratu yang bermaksud ada beberapa selir yang dimiliki Raja.


"Kau sampai bicara seperti ini, apa kau merasa cemburu, Ratu-ku?" tanya Raja


"Aku tentu saja tidak akan merasa seperti itu, justru takutnya ada orang lain yang merasa cemburu hingga bisa merugikan diriku dan anak kita," jawab Ratu


"Siapa yang akan berani bertindak lancang sejauh itu? Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi," ujar Raja


"Jika dengan perkataan Anda, tentu saja tidak akan ada orang yang berani," kata Ratu


"Aku akan melindungi kalian berdua. Namun, tolong jangan pernah berkata kepedulianmu padaku adalah suatu hal yang merugikan. Sepertinya aku akan lebih merasa senang jika kau bilang bahwa kau merasa cemburu," ucap Raja


"Sudahlah. Anda makan dulu saja, aku akan menyiapkan makanannya. Kalau bukan karena aku membawakan makanan untuk Anda, pasti Anda hanya akan minum kopi yang sudah tersedia secangkir di atas meja kerja itu sepanjang pagi. Padahal tidak baik meminum kopi saat perut kosong. Anda harus selalu memerhatikan kesehatan Anda, Baginda ... " ujar Ratu


"Aku mengerti dan akan mengingatnya. Namun, makanan yang kau bawa ada banyak. Ayo, kita makan bersama ... " ajak Raja


"Aku dan Arsha sudah makan sebelum datang ke sini. Aku sengaja bawa banyak makanan agar bisa dibagikan pada Arvan dan asistennya, tapi sepertinya Arvan sedang pergi. Ke mana dia?" tanya Ratu


"Aku sudah suruh dia ikut saat adik ipar berkata mau pergi supaya ada yang menjaga adik ipar. Ini adalah kesempatan dariku untuk mereka berdua supaya kau tidak perlu merasa khawatir lagi saat memikirkan kelanjutan hubungan mereka berdua," jawab Raja


"Itu ide dan kesempatan yang bagus," kata Ratu


Ratu pun memberikan makanan yang telah disiapkan olehnya untuk Raja.

__ADS_1


"Ini, makanlah dulu. Kalau begitu, makanan yang lainnya bisa diberikan pada asisten Arvan saja. Ingatlah untuk berbagi, Baginda ... " ujar Ratu


"Aku ini selalu ingat untuk berbagi dan memberi bentuk perhatian pada para pekerjaku. Namun, sedikit sulit memperlakukan asisten Arvan karena dia sangat pemalu," ucap Raja


"Dia bukannya pemalu, tapi merasa segan dan sungkan terhadap Anda. Jadi, Anda harus memperlakukannya dengn lebih baik lagi," kata Ratu


"Baiklah. Aku mengerti, Ratu-ku. Kalau begitu, biarkan aku makan dengan tenang dulu," ujar Raja


"Silakan. Selamat makan, Baginda ... " sahut Ratu


Kini Raja pun memulai makannya dengan duduk bersama Ratu dan Arsha di sofa yang tersedia di ruang kerja Istana Kerajaan tersebut.


"Arsha, sedari tadi kulihat kau terus memerhatikan ruang kerja ini. Apa kau ingin melihat-lihat?" tanya Raja yang sadar saat melihat putranya terus terfokus melihat ke sekeliling saat berada di dalam ruang kerja Istana Kerajaan itu.


"Apa boleh, Ayah?" tanya Arsha


"Tentu saja, boleh. Bagus kalau kau punya minat pada suatu ruang kerja. Setelah kau dewasa nanti, kau akan membantu Ayah mengurus pekerjaan dan juga memiliki ruang kerja milikmu sendiri," ungkap Raja


"Kalau begitu, aku akan berkeliling untuk melihat-lihat sebentar," ujar Arsha


Arsha pun mulai bangkit dan berkeliling untuk melihat-lihat apa saja yang ada di ruang kerja Istana Kerajaan tersebut.


"Saat menemani dan mengajari Arsha belajar kemarin, kupikir anak kita sudah punya pemahaman yang baik tehadap banyak hal yang dipelajari dan yang diajarkan padanya. Kurasa sudah waktunya bagi Arsha untuk bergabung dan masuk ke Akademi Kerajaan. Di sana dia akan mendapat pengalaman dan pelajaran yang lebih banyak dan lebih baik lagi. Bagaimana menurutmu, Ratu?" tanya Raja


"Aku setuju dengan pemikiran Anda, Baginda. Namun, kita tetap harus meminta persetujuan langsung dari Arsha yang akan menjalaninya sendiri. Jangan sampai anak kita merasa kalau kita sudah terlalu memaksa dirinya," jawab Ratu


"Kutahu kau mendengar apa yang sedang Ayah dan Ibu-mu bahas, Arsha. Bagaimana menurutmu? Apa kau mau masuk ke Akademi Kerajaan dan belajar di sana?" tanya Raja


"Aku mengerti apa yang sedang dibahas oleh Ayah dan Ibu. Kurasa aku juga setuju dengan pemikiran tersebut karena aku juga ingin mempelajari banyak hal lainnya lagi dan mencari suasana belajar yang baru. Namun, aku ingin menunggu bibi Yura dan mengatakan langsung padanya kalau aku akan belajar di luar Istana Kerajaan. Karena bagaimana pun juga bibi Yura sudah termasuk menjadi guruku," jelas Arsha yang langsung kembali duduk di sofa bersama Raja dan Ratu.


"Baiklah, kalau itu yang kau mau. Kurasa memang Yura pun perlu tahu soal ini. Tidak akan jadi masalah karena ini rencana yang bahkan baru dibicarakan. Kau tidak perlu terburu-buru masuk ke Akademi Kerajaan," ucap Raja


"Anda benar, Baginda ... " kata Ratu

__ADS_1


"Jadi, apa kau sudah selesai melihat-lihat ruang kerja ini, Arsha?" tanya Raja


"Sudah, Ayah. Aku hanya ingin melihat-lihat sebentar. Aku tidak ingin sampai merusak benda di sini jika aku melakukan sesuatu yang lebih. Semua yang ada di sini pasti sangat penting," jawab Arsha


"Tunggu Ayah menyelesaikan makan, Ayah akan mengajarimu cara dasar memahami suatu dokumen," kata Raja


"Baik, Ayah ... " sahut Arsha


Akhirnya, Raja pun menyelesaikan makannya dan Ratu pun bersiap untuk meninggalkan ruang kerja Istana Kerajaan tersebut.


"Karena Arvan sedang pergi bersama Yura, Rino pasti sedang memunggu di luar seorang diri. Kau mintalah dia untuk memanggilkan pelayan untuk menemami dan mengantarmu kembali menuju ke kediaman. Karena sebelumnya kau datang bersama Arsha, jangan sampai kau kembali seorang diri tanpa penjagaan. Setelah memastikan dia memanggilkan pelayan untukmu, baru mintalah dia untuk masuk. Harus ada yang menghabiskan makanan yang kau bawa dan tidak boleh menyia-nyiakannya," ucap Raja


"Aku mengerti. Anda tidak perlu khawatir, Baginda. Kalau begitu, aku undur diri dulu," ujar Ratu


"Maaf, Ibu. Aku tidak bisa kembali menemanimu dari sini," kata Arsha


"Tidak masalah, Arsha. Jadilah anak baik dan patuh dengan Ayah," pesan Ratu


"Aku mengerti, Ibu ... " sahut Arsha


Ratu pun beranjak pergi meminggalkan ruang kerja Istana Kerajaan tersebut.


Tak lama kemudian, Rino, asisten Arvan pun masuk ke dalam ruang kerja Istana Kerajaan tersebut.


"Saya akan kembali bekerja. Apa mungkin Anda perlu bantuan atau sesuatu yang lain, Baginda Raja?" tanya Rino


"Ya, kau jangan ganggu aku yang sedang mengajari cara dasar memahami suatu dokumen pada Putra Mahkota. Tadi Ratu membawakan banyak makanan untuk dibagikan padamu juga, jadi kau makanlah dulu. Kau harus memastikan makanan yang dibawa oleh Ratu tidak menjadi sia-sia," jawab Raja


"Selamat makan, Tuan ... " ucap Arsha


"Maaf. Apa maksud Anda, Baginda Raja, Yang Mulia Putra Mahkota? Apa mungkin saya telah salah mendengarkan?" tanya Rino yang tidak menyangka jika Raja memintanya untuk makan.


"Apa kau bahkan tidak mengerti setelah apa yang diucapkan Arsha barusan? Makanlah dengan tenang. Ini adalah bentuk perhatianku pada pekerjaku sepertimu," jelas Raja

__ADS_1


"Saya mengerti. Terima kasih atas perhatian Anda, Baginda Raja. Kalau begitu, saya akan makan. Lalu, juga ... selamat belajar dan mengajari, Yang Mulia Putra Mahkota, Baginda Raja ... " ucap Rino


Rino pun mau tidak mau menuruti perkataan Raja untuk makan makanan yang telah dibawakan oleh Ratu.


__ADS_2