One & Only

One & Only
6 - Memeriksa Kediaman Ratu.


__ADS_3

Setelah Baginda Raja dan Arvan pergi, di sana hanya tersisa Ratu dan Yura yang sedang berbincang mengenai insiden penari kipas sebelumnya.


"Lalu, pelakunya? Tidak menemukan apa pun darinya?" tanya Yura


"Dia terus bungkam sampai bunuh diri. Tidak ada jejak dalang pada tubuh pelaku. Kukira kau sudah tahu hal ini karena terus berada di sini sejak saat itu," jawab Ratu


"Aku tidak memedulikan apa pun selain hanya terfokus dengan Kakak," kata Yura


"Kau ini baik sekali! Bagaimana dengan Arvan? Bukankah tadi kau bilang, dia orang yang baik?" tanya Ratu


Yura pun mendelik.


"Kak, jangan coba-coba jadi mak comblang! Aku tidak mau dijodoh-jodohkan begitu dengan siapa pun itu!" tegas Yura


"Haduh ... lalu, kapan kau akan menikah? Kau juga sudah dewasa. Kakak bahkan sudah punya satu anak, jadi kapan kau akan menyusul?" tanya Ratu


"Dari pada khawatirkan aku, adikmu. Lebih baik khawatirkan saja Kakak Prajurit kita. Dia lebih tua dariku! Lagi pula, aku yang suka mengembara ini bukan hanya sekadar tahu berkeliaran di luar saja, hanya saja di luar sana tidak ada yang cocok denganku dan tidak ada yang membuatku tertarik," ucap Yura


"Kalau tidak dicoba, mana tahu akan cocok atau tidak. Lalu, Kak Yasha, itu lelaki. Tentu akan berbeda karena sibuk bekerja," kata Ratu


Kedua kakak beradik kembar ini masih mempunyai seorang kakak sulung lelaki yang bekerja sebagai Prajurit Kerajaan, bernama Yasha Haris.


"Sudahlah, aku tidak suka topik ini. Omong-omong, bagaimana dengan jagoan Kakak? Di mana dia sekarang?" tanya Yura dengan mengubah topik pembicaraan.


"Di istana ada pengasuh, aku tidak bisa terus bersamanya. Dia akan aman. Untuk saat ini aku tidak mau membuatnya khawatir, jika dia melihat kondisiku sekarang," jelas Ratu


"Kalau begitu, bagaimana ini? Berarti aku tidak bisa bertemu dengan keponakanku, dia pasti sudah besar. Aku ingin mencoba menggendongnya," ujar Yura


"Kenapa jadi tidak bisa bertemu? Kau kan sudah ada di sini?" tanya Ratu


"Aku sudah berjanji dan meminta izin untuk dibiarkan tinggal hanya sampai Kakak sadar. Aku yang bukan anggota istana ini, bukankah tidak boleh terus berada di sini?" tanya balik Yura


"Terlepas dari aku yang baru sadar, kita baru saja bertemu. Kalau begitu, aku yang akan mengurus soal kau yang akan tinggal lebih lama di sini dan akan mencari alasan. Raja pasti mempertimbangkan kalau aku yang meminta. Apa kau punya suatu keahlian, Yura?" tanya balik Ratu lagi.


"Akulah, ya aku yang apa adanya. Tidak banyak yang kubisa, ilmu medis kedokteran hanya sekadar bisa karena belajar dan belum ada apa-apanya. Dan hanya bisa sedikit bela diri saja," ungkap Yura

__ADS_1


"Hmm ... untuk saat ini, biar aku yang memikirkan tentang itu. Bisakah kau meminta pelayan yang ada di luar untuk mengundang Selir Azkia datang ke mari? Kudengar Selir Azkia juga punya andil saat menyelamatkanku. Aku ingin berterima kasih padanya, namun aku masih belum bisa bepergian untuk menemuinya di kediamannya," ujar Ratu


"Baiklah, aku mengerti. Kakak tunggu di sini," kata Yura


Setelah memangil dan Selir Azkia datang, Ratu pun mengobrol dengannya. Setelah itu pun Ratu memutuskan kembali ke kediaman pribadinya karena sudah terlalu lama berada di kediaman milik Raja. Ditemani para pelayan pribadi, Yura, dan Selir Azkia, Ratu pun kembali ke kediamannya.


"Ratu dan yang lainnya, bisakah menunggu di sini dulu sebentar sambil berdiri? Aku akan memeriksa keseluruhan tempat ini. Untuk berjaga-jaga karena sudah lima hari ditinggalkan," ujar Yura


Yura menjadi lebih proteksi pada keamanan Ratu akan tempat yang akan ditinggalinya. Mengingat kejadian sebelumnya, Yura khawatir akan ada orang dari pihak tertentu melakukan atau menaruh hal yang tidak baik di kediaman pribadi Ratu saat tempat itu ditinggal pemiliknya. Ratu pun hanya bisa mengangguk dan membiarkannya, karena kalau tidak dibiarkan pun Yura akan mengotot untuk melakukannya. Yang pertama diperiksa oleh Yuri adalah tempat duduk yang ada di sana.


"Kursi ini sudah kuperiksa, Ratu dan Selir bisa duduk sementara aku memeriksa ke dalam," kata Yura


Sementara ini Ratu dan Selir Azkia hanya bisa menuruti perkataan Yura.


"Manda, kau tunggu di sini menemani Ratu dan Selir. Dina dan Ella, ikut aku memeriksa dan membersihkan di dalam," ucap Yura


Dina, Ella, dan Manda adalah tiga pelayan pribadi yang sering mendampingi di sisi Ratu. Ketiganya pun mengikuti ucapan Yura. Sementara Manda menemani Ratu yang menunggu di luar kamar, Dina dan Ella ikut masuk ke dalam kamar bersama Yura untuk membersihkan dan memeriksa tempat tersebut.


Setelah memeriksa dan membersihkan keseluruhan tempat, barulah Yura dapat membiarkan Ratu tinggal dengan perasaan lega. Malam harinya pun Raja datang mengunjungi kediaman Ratu.


"Benar juga. Kalau Raja ada di sini, lalu malam ini aku tidur di mana?" Batin Yura


"Ah, benar. Aku lupa mengatakan sesuatu. Nona Yura, barang milikmu yang kau bawa dengan kudamu saat itu, aku yang menyimpannya. Karena itu, menginaplah di kediamanku malam ini sekalian memeriksanya," ucap Selir Azkia


"Begitu, rupanya. Tapi, apa aku boleh meninggalkan Ratu, jika begini? Bukan maksudku lancang atau ingin mengganggu, tapi aku benar-benar masih khawatir dan bukannya aku tidak percaya dengan Raja juga," ujar Yura


"Tidak apa, Yura. Raja ada di ssmpingku, suamiku ini juga punya prajurit bayangan yang juga akan ikut melindungiku." Kata Ratu


"Kalau begitu, mohon bantuanmu untuk malam ini, Selir Azkia," ucap Yura


"Aku titip adikku yang ceroboh ini padamu, Selir Azkia," pesan Ratu


"Kak Yuna, sudah kubilang aku bukan anak kecil! Dan sebenarnya apa alasanmu mengatakan hal yang sama pada dua kakak beradik seperti barusan di hari yang sama? Aku juga bukannya tidak bisa menjaga diri sendiri," protes Yura


"Baik. Aku mengerti, Yang Mulia Ratu," kata Selir Azkia

__ADS_1


"Kalau begitu, kami tidak akan mengganggu lagi. Aku akan kembali besok. Selamat malam, Baginda Raja, Yang Mulia Ratu ... " pamit Yura


Bersamaan, Yura dan Selir Azkia pun pergi meninggalkan kediaman Ratu dan beranjak menuju kediaman Selir.


"Kenapa kau kembali ke sini tanpa memberi tahu padaku lebih dulu?" tanya Raja


"Aku sungguh baik-baik saja, Kak Evan. Jangan terlalu khawatir. Kebetulan kau datang, aku ada hal yang ingin dibicarakan denganmu," ujar Ratu


"Apa itu?" tanya Raja


Raja terhormat saat ini bernama Evan Arsalan. Nama Arsalan yang disandangnya adalah nama agung Raja dari generasi ke generasi hingga saat ini.


•••


Dua hari kemudian.


Sejak Ratu sadar dua hari yang lalu, Yura masih saja terus mendampingi di sisinya. Walau berkata akan pergi sat setelah Ratu tersadar, Yura masih tetap bertahan di sana. Sejak kemarin saat Raja datang menemui Ratu, Yura terus menunduk memikirkan caranya berpamitan pergi walau ia berharap Raja akan terus menahannya agar terus berada di sisi Ratu, namun sampai saat ini Yura masih saja diam sambil otaknya terus memikirkan tentang hal-hal itu.


"Karena Raja sudah tiba, saya akan ke luar," ucap Yura


Yura hendak pergi, namun ....


"Yura, ada yang ingin kubicarakan denganmu," kata Raja


"Akhirnya, apa sudah saatnya aku berpamitan untuk pergi dari sini?" batin Yura


"Ada apa, Baginda Raja?" tanya Yura


"Aku sangat berterima kasih padamu atas tindakanmu yang menolong Selir Azkia dan mengantarkannya sampai ke istana. Kau sudah menyelamatkan kami," ucap Raja


"Itu sudah tugas saya untuk saling membantu, Baginda. Apa lagi, jika itu menyangkut Yang Mulia Ratu," kata Yura


"Aku sudah tahu dari Ratu dan juga mendengar cerita Selir Azkia. Katanya, kau bisa bela diri? Menurut cerita Selir Azkia pun, kau pernah menyelamatkan keluarganya di wilayah Suku Barat sampai pemimpin suku di sana sangat berterima kasih padamu," ujar Raja


"Itu benar. Namun, sepertinya Selir Azkia terlalu melebih-lebihkan ceritanya tentang saya," kata Yura

__ADS_1


__ADS_2