One & Only

One & Only
67 - Sandiwara Menjadi Pelanggan.


__ADS_3

Usai melihat-lihat senjata yang sedang dipajang untuk diperjual-belikan, Yura pun tersenyum seolah telah merasa puas.


"Yura, lalu bagaimana?" tanya Arvan yang menduga mungkin Yura telah memiliki rencananya sendiri.


"Arvan, jadi senjata apa dan yang mana yang kau suka?" tanya balik Yura


"Apa maksudmu, Yura?" tanya balik Arvan lagi yang merasa bingung dengan kemungkinan rencana yang telah dibuat oleh Yura.


"Apa kau masih merasa bingung ingin memilih yang mana? Kalau begitu, ayo kita bunyikan bel pelayanannya untuk bertanya-tanya pada pegawai tokonya," ujar Yura


Karena Yura sudah berkata seperti itu, Arvan pun tidak punya pilihan selain membunyikan lonceng pelayanan yang berada di atas meja. Kali ini Arvan benar-benar hanya akan mengikuti rencana Yura.


Seorang pegawai toko pun datang menghampiri setelah mendengar suara lonceng yang dibunyikan.


"Ada pelanggan yang datang, rupanya. Apa ada yang perlu saya bantu, Tuan, Nona?"


"Ya, ada. Pegawai sebelumnya sudah kami minta untuk menjaga kuda yang kami tunggangi secara pribadi untuk datang ke sini dan sekarang kami merasa bingung harus bertanya pada siapa untuk membeli barang," jawab Yura


"Kalau begitu, Tuan dan Nona bisa bertanya pada saya. Jadi, apa ada senjata yang sedang Anda cari dan ingin Anda beli atau mungkin Anda ingin memesannya lebih dulu?"


"Apa di sini juga melayani pemesanan khusus? Kalau begitu, apa bisa pesan desain khusus juga?" tanya balik Yura


"Tentu saja, bisa. Memangnya senjata apa dan desain seperti apa yang Anda ingin pesan, Nona?"


"Sepertinya ini akan sulit karena saya inginkan adalah anak panah yang didesain khusus. Apa bisa suatu gambar didesain pada permukaan anak panah yang kecil itu?" tanya balik Yura lagi.

__ADS_1


"Toko senjata kami adalah yang paling handal dan pasti memenuhi harapan pelanggan sesuai keinginannya. Kalau begitu, biar saya ambilkan kertas dan pena agar Nona bisa menentukan desain yang ingin dipesan. Mohon tunggu sebentar."


Pegawai tersebut pun beralih sejenak meninggalkan Yura dan Arvan untuk mengambil kertas dan pena.


"Yura, apa kau sungguh ingin membeli barang dari toko senjata ini?" tanya Arvan sambil berbisik.


"Aku suka membeli senjata untuk dijadikan koleksi. Setelah dipikir-pikir lagi, tidak ada salahnya membeli sesuatu kali ini karena bagaimana pun juga kita sedang bermain peran sebagai pelanggan sungguhan pada misi ini dan kurasa Raja pun tidak akan mempermasalahkannya," jawab Yura dengan suara pelan.


"Baiklah, kalau itu keputusanmu. Aku akan mengikuti rencanamu," kata Arvan


"Aku tetap akan menjalani rencanaku sendiri meski kau tidak ingin mengikutinya sekali pun. Namun, karena kau sudah bilang seperti itu, kau juga pesan atau belilah sesuatu di toko senjata ini. Karena akan aneh jadinya kalau hanya aku seorang yang terlihat begitu antusias di sini," ucap Yura


Saat itu pegawai toko tadi pun kembali menemui Yura dan Arvan.


"Maaf sudah membuat Nona dan Tuan menunggu. Mari, kita duduk dulu supaya bisa lebih nyaman dan leluasa."


"Jadi, desain seperti apa yang Nona inginkan pada anak panah yang ingin dipesan? Atau Nona ingin menentukan ukuran anak panahnya lebih dulu? Berapa ukuran diameter anak panah yang Nona inginkan?"


"Sepertinya lebih baik tentukan desainnya dulu agar bisa tentukan ukuran yang sesuai setelahnya. Apa saya bisa dapat rekomendasi desain yang bagus dari toko ini?" tanya balik Yura


"Saya sudah menduga Nona akan bertanya hal seperti ini, jadi saya sudah siapkan beberapa contoh desain ukiran yang sering kali jadi pengerjaan di toko kami." Pegawai toko itu pun memberikan beberapa lembar kertas berisi contoh gambar desain ukiran yang sering digunakan pada pengerjaan pembuatan senjata ke hadapan Yura di atas sebuah meja.


Yura pun melihat-lihat contoh desain gambar yang ditunjukkan padanya dengan seksama, lalu tersenyum. Ia benar-benar memainkan sandiwara sebagai pelanggan dengan sungguh-sungguh.


"Sepertinya Nona sudah menentukan. Jadi, Nona ingin pilih desain yang mana?"

__ADS_1


"Justru sebaliknya, saya tidak bisa memilih karena semuanya tampak bagus. Namun, ada desain yang benar-benar saya inginkan. Saya ingin pola sulur tanaman pada anak panahnya, tepatnya pada batang anak panah. Terserah mau pola sulur seperti apa, yang penting tampak bagus dan elegan, lalu saya ingin pada sulur tanaman itu ada bentuk daun semanggi 4 helai. Four leaf clover. Tolong diingat, daunnya ada 4 helai dan tidak boleh kurang atau lebih. Tolong dicatat dengan baik dan benar," jelas Yura


"Kau tahu four leaf clover itu seperti apa, kan? Saya tidak ingin ada kesalahan dan saya tidak akan menerima pesanan yang salah," sambung Yura


"Four leaf clover. Daun semanggi 4 helai, sepertinya itu adalah motif sulaman yang ada pada sapu tangan yang diberikan oleh penyelamatku dulu. Kalau begitu, artinya memang benar kalau penyelamat masa kecilku yang memberikan sapu tangan itu padaku adalah Yura. Mungkin itu adalah motif kesukaan Yura. Tidak salah lagi kalau gadis kecil penyelamat yang kusukai adalah Yura," batin Arvan


"Saya tahu dan mengerti, Nona. Saya sedang mencatatnya. Lalu, bagaimana dengan ukuran, bahan, dan jumlah pesanannya?"


"Untuk ukurannya saya ingin yang sedang, yang tidak terlalu besar atau kecil, tapi bisa juga disesuaikan untuk jarak melesat yang jauh. Untuk bahannya, saya ingin bahan terbaik. Saya dengar yang terbaik untuk batangnya adalah aluminium yang dilapisi karbon, untuk bulu penyeimbangnya, aku ingin bulu angsa, dan untuk mata panahnya saya ingin platinum, tapi kalau itu bukan bahan terbaik bisa diganti saja dengan bahan lain. Lalu, untuk jumlahnya saya ingin pesan banyak, sebanyak 200 batang ... " jelas Yura


"Saya juga ingin pesan dengan cepat, dalam waktu 3 hari. Saya akan berikan uang mukanya dulu, tapi jika dalam waktu 3 hari semua pesanan saya belum selesai meski masih sedang dalam proses pembuatan sekali pun, saya tidak akan menerima setelah hari itu dan tidak akan membayar sisa biayanya. Namun, jika pesanannya sesuai dengan keinginan dan saya merasa puas, saya akan membayar harganya berapa pun itu," sambung Yura sambil memberikan kantong berukuran sedang yang berisi koin emas.


"Kalau begitu, saya ambil dulu uang muka ini. Berarti Nona sendiri yang akan datang mengambil pesanan ini setelah 3 hari ke depan di toko kami, kan?"


"Baiklah. Saya akan datang untuk mengambil pesanannya 3 hari lagi, tapi saya akan datang bersama teman saya ini," jawab Yura


"Saya mengerti, Nona." Pegawai toko itu tersenyum saat melihat Yura dan Arvan yang tampak serasi.


Saat itu, ada pelanggan lain yang masuk ke dalam toko tersebut.


"Di mana pelayan lain toko ini? Saya ingin mengambil pesanan."


"Nona dan Tuan, mohon maaf saya tinggal sebentar lagi. Saya ingin memanggil pegawai lain untuk melayani Tuan yang baru datang itu."


"Baiklah, silakan. Namun, setelah itu tolong antar kami untuk melihat koleksi barang lain selain yang dipajang di sini. Kami berdua masih ingin memesan dan membeli barang, tapi tidak begitu tertarik dengan yang dipajang di sini. Apa boleh?" tanya Yura

__ADS_1


"Tentu saja, boleh. Mohon tunggu sebentar."


Pegawai toko itu pun beralih meninggalkan Yura dan Arvan, lalu menghampiri pelanggan yang baru datang tersebut.


__ADS_2