
Setelah menyiapkan tikar untuk alas duduk, Yura pun mulai bergerak untuk menyiapkan tenda teduh untuk berjaga-jaga jika kemungkinan akan turun hujan secara tak terduga.
Usai api unggun menyala dengan baik, Arvan pun segera beralih membantu Yura menyiapkan tenda teduh karena tak tega saat melihat gadis itu menyiapkannya seorang diri.
"Bagaimana bisa kau menyiapkan tenda seorang diri? Kenapa tidak minta bantuan pelayan? Apa gunanya pelayan kalau begitu?" tanya Arvan
"Bagaimana bisa seorang pelayan meminta bantuan pada pelayan? Lagi pula, aku sudah meminta mereka untuk menyiapkan hal lain. Semua orang sibuk dan aku bisa dan sudah terbiasa melakukan hal seperti ini sendiri. Tidak perlu merepotkan orang lain," jawab Yura
"Aku akan membantu," kata Arvan
Tidak ada tanggapan dari Yura yang sibuk dengan tenda yang sedang disiapkan. Itu membuat Arvan merasa sedih dan seolah diabaikan. Padahal lelaki itu sadar bahwa dirinya tidak boleh banyak berharap saat ia sendiri berniat untuk menjauh dari gadis itu.
Saat itu pelayan yang dimintai tolong oleh Yura akhirnya kembali dengan membawa beberapa pelayan lain untuk menolongnya. Mungkin karena pelayan tersebut tidak bisa membawa semua banyak barang hingga memanggil teman pelayan lain untuk membantu.
Awalnya Yura hanya membiarkannya dan meneruskan pemasangan tenda teduh bersama Arvan yang ikut membantu. Namun, ada pelayan yang menghampirinya.
"Permisi, Nona. Ini ada beberapa selimut dan syal yang Anda minta."
"Benar. Terima kasih," ucap Yura sambil menerima selimut dan syal yang dibawakan oleh pelayan tersebut.
Yura sadar bahwa pelayan yang membawakan selimut dan syal itu adalah pelayan perempuan yang sempat berdebat dengannya sebelumnya. Bahkan ada juga pelayan lelaki kurang ajar itu yang ikut membawakan selimut lainnya. Namun, Yura hanya diam membiarkan keduanya.
"Baginda Raja, Yang Mulia Ratu, Putra Mahkota, ini ada yang membawakan selimut dan syal. Harap dipakai supaya tidak merasa kedinginan," ujar Yura
"Baiklah. Terima kasih," ucap Raja
"Silakan ... " sahut Yura sambil mengangguk kecil.
Yura pun menyerahkan selimut dan syal pada Raja dan Ratu. Raja memakaikan syal pada leher Ratu dan selimut yang disampirkan pada pundak Ratu, begitu pun sebaliknya. Ratu memakaikan syal pada leher Raja.
__ADS_1
Sedangkan Yura beralih untuk memakaikan selimut dan syal pada Arsha.
"Anda juga harus memakai syal dan selimutnya dengan benar, Putra Mahkota. Udara malam yang dingin tidak baik untuk anak seusia Anda dan jangan sampai Anda merasakan dingin yang menusuk hingga ke tulang," ucap Yura yang langsung memakaikan syal pada leher Arsha dan menyampirkan selimut pada pundak Arsha.
"Bibi, bicara santai saja denganku dan panggil aku dengan nama seperti biasa," pinta Arsha
"Baiklah, kalau yang kau mau seperti itu. Sudah selesai, sekarang kau tidak akan merasa kedinginan," ujar Yura
"Bibi Yura, kau mau ke mana?" tanya Arsha saat Yura hendak kembali beranjak dari sana.
"Bibi masih harus menyiapkan tenda dan membantu Paman Arvan," jawab Yura
"Biarkan Paman Arvan saja yang mengerjakannya, dia bisa meminta bantuan pelayan untuk melakukannya. Bibi duduk saja di sini temani aku," ucap Arsha
"Baiklah, tapi tolong kau tunggu sebentar saja. Nanti Bibi akan segera kembali," kata Yura
Arsha pun hanya mengangguk dan membiarkan Yura pergi dari sana.
"Nona, kau juga pakailah selimut untuk menghangatkan badan supaya tidak merasa terlalu dingin di luar sini. Silakan ... " Yura melihat pelayan lelaki tersebut adalah yang sempat bersikap kurang ajar padanya sebelumnya.
"Baiklah," sahut Yura yang langsung menerima selimut pemberian pelayan lelaki tersebut dan memakainya dengan menyampirkan pada pundaknya tanpa memikirkan sikap kurang ajar pelayan lelaki tersebut sebelumnya.
"Namaku Rio, Nona ... " kata pelayan lelaki itu. Entah apa maksudnya dengan memberi tahu namanya itu.
"Ya. Terima kasih, Rio," ucap Yura
"Sama-sama, Nona."
"Bukankah kau pelayan yang sebelumnya itu?" tanya Arvan
__ADS_1
"Benar, Tuan. Saya minta maaf atas sikap saya sebelumnya," jawab pelayan lelaki tersebut, Rio.
Arvan merasa tidak suka saat melihat Yura dengan mudahnya menerima dan memakai selimut yang diberikan oleh seorang pelayan lelaki, apa lagi Arvan sadar bahwa pelayan lelaki itu adalah yabg sudah bersikap kurang ajar pada Yura sebelumnya.
Yura memang melakukan perbuatan baik dengan memaafkan dan tidak mengingat-ingat atau memikirkan perlakuan tidak baik yang dilakukan pelayan lelaki itu. Namun, entah kenapa Arvan merasa tidak terima saat melihat Yura yang seolah menjadi dekat dengan pelayan lelaki itu.
"Kalau kau, siapa namamu?" tanya Yura sambil mengarah pada pelayan perempuan yang menemani pelayan lelaki itu.
"Aku sudah tahu nama teman lelakimu, setidaknya aku juga perlu tahu siapa namamu ... " sambung Yura sambjl mengambil sepasang selimut dan syal yang tersisa.
"Nama saya Pevita, Nona."
"Nona cantik sudah tahu namaku dan aku juga sudah mendengar Putra Mahkota menyebut namanya tadi. Rupanya, namanya adalah Yura. Nama yang cantik seperti orangnya. Karena sudah mengetahui nama masing-masing pasti lebih mudah bagi kami untuk menjadi lebih dekat lagi," batin Rio
"Baiklah, Pevita, Rio ... tolong kalian berdua sampaikan pada pelayan lainnya juga kalau kalian semua boleh ikut menggelar kemah di sini karena mungkin keluarga Kerajaan juga akan membutuhkan bantuan lainnya dari kalian. Terserah kalian ingin tetap di sini atau kembali ke dalam Vila, tapi jika ingin berada di luar sini pastikanlah diri kalian sendiri tetap hangat dan tidak merasa kedinginan," ucap Yura
"Aku akan tetap di sini," kata Rio dengan cepat.
"Kalau begitu, biar saya sampaikan dulu pada pelayan lainnya perkataan Nona tadi. Permisi," ujar Pevita yang berlalu pergi dari sana.
"Hei, kau ... tolong bantu aku menyiapkan tenda teduh ini," pinta Arvan menunjuk ke arah Rio.
"Baik, Tuan ... " sahut Rio
Rio pun mengampiri Arvan untuk membantu menyiapkan tenda teduh, sedangkan Yura kembali menghampiri Arsha untuk menemani dan duduk di dekatnya.
"Yang Mulia Ratu, saya lihat Baginda Raja hanya memakai syal. Anda pakaikanlah selimut ini juga untuknya," ujar Yura sambil memberikan sebuah selimut pada Ratu.
"Baiklah. Terima kasih, Yura ... " ucap Ratu
__ADS_1
Yura hanya mengangguk dan Ratu pun langsung beralih untuk memakaikan selimut dengan menyampirkannya pada pundak Raja.