One & Only

One & Only
82 - Memberi Laporan Hasil Misi Penyelidikan.


__ADS_3

Yura dan Arvan tiba di Istana Kerajaan pada sekitar pukul 3 dini hari. Setelah menunjukkan wajah, para penjaga gerbang Istana Kerajaan pun membuka jalan untuk Yura dan Arvan masuk.


Begitu sampai di Istana Kerajaan, Yura dan Arvan langsung beranjak untuk istirahat agar saat pagi hari tiba nanti bisa langsung memberi laporan hasil misi penyelidikan pada Raja.


Begitu pagi hari tiba, Yura langsung bersiap untuk menemui Raja. Gadis itu merasa tidak bisa tenang sebelum memberi informasi yang didapat saat misi penyelidikan sebelumnya.


Usai bersiap Yura pun beranjak menuju ke ruang kerja Istana Kerajaan untuk menemui Raja.


Di ruang kerja Istana Kerajaan, Rino merasa senang saat melihat Arvan yang sudah kembali untuk bekerja karena itu artinya ia tidak perlu lagi merasa canggung saat hanya berdua dengan Raja di ruang kerja Istana Kerajaan.


"Arvan, aku tidak tahu kalau kau sudah kembali. Kapan kau kembali?" tanya Raja


"Dini hari tadi, Baginda. Lebih tepatnya saya dan Yura kembali pukul 3," jawab Arvan


"Apa kau sudah cukup istirahat setelah kembali?" tanya Raja


"Bagaimana pun saya harus kembali pada tanggung jawab saya untuk bekerja," kata Arvan


"Tidak, kau pasti masih lelah dan butuh istirahat karena belum lama kembali. Kembalilah ke kediamanmu untuk istirahat, setidaknya untuk hari ini saja ... " ujar Raja


"Biarkan saja bekerja setidaknya setengah hari sampai waktu istirahat makan siang nanti. Sampai tengah hari nanti saya akan meneruskan istirahat dan akan kembali bekerja mulai besok," ucap Arvan usai melihat tatapan asistennya yang seolah memohon padanya untuk kembali menemaninya bekerja.


Mendengar Arvan akan kembali bekerja meski hanya setengah hari, Rino langsung tersenyum dan menghela nafas lega dengan pelan.


"Baiklah, terserah kau saja. Yang penting aku sudah memberi keringanan untukmu. Namun, kembalilah bekerja seperti yang kau mau karena memang banyak yang perlu kau urus," ucap Raja


"Baiklah, Baginda Raja ... " sahut Arvan dengan patuh.


"Omong-omong, apa kau berhasil mendapatkan sesuatu selama melakukan misi penyelidikan bersama Yura kali ini?" tanya Raja


"Kami berdua memang kembali dengan membawa hasil. Namun, saya pikir harusnya hal ini dibahas saat Yura juga ada di sini. Karena bagaimana pun juga sebenarnya saya hanya sekedar menemani Yura selama melakukan misi penyelidikan kali ini," jawab Arvan


"Ya, benar juga. Kau harus membahasnya bersama Yura. Kuharap kali ini ada infiormasi bagus," ujar Raja

__ADS_1


"Anda tenang saja, Baginda. Kami berdua tidak mungkin membuat Anda kecewa dan saya harap juga Anda bisa merasa puas setelah mengetahui hasilnya nanti," kata Arvan


Karena Arvan telah berkata seperti itu, Raja jadi merasa penasaran. Saat itulah terdengar suara ketukan pintu dari luar ruang kerja Istana Kerajaan tersebut.


"Biar saya lihat siapa yang datang," kata Rino, asisten Arvan yang langsung beranjak membuka pintu untuk melihat siapa yang datang.


Saat membuka pintu, Rino melihat gadis bercadar yang berdiri di luar ruang kerja Istana Kerajaan. Itu adalah Yura.


"Nona Yura ... " sapa Rino


"Selamat pagi, Rino. Apa Baginda Raja ada di dalam? Apa aku boleh masuk untuk bicara dengan Baginda Raja?" tanya Yura


"Jika itu Yura yang datang, biarkan dia masuk," sahut Raja dari dalam ruang kerja Istana Kerajaan.


"Nona sudah bisa mendengarnya langsung. Silakan masuk, Nona. Baginda Raja sudah menunggu di dalam," kata Rino


Yura pun mengangguk dan melangkah masuk ke dalam ruang kerja Istana Kerajaan tersebut.


"Baiklah. Kalau begitu, saya akan menunggu di luar ... " ujar Rino yang langsung beranjak ke luar dari ruang kerja Istana Kerajaan tersebut.


"Selamat pagi dan salam sejahtera serta hormat bagi Baginda Raja," ucap Yura seraya membungkukkan badan.


"Yura, sudah berapa kali kubilang? Kita adalah keluarga. Kau tidak perlu memberi salam hormat padaku," ujar Raja


"Baiklah, Baginda ... " kata Yura


"Sekarang katakan alasanmu datang ke sini. Apa ini mengenai hasil misi penyelidikan kali ini? Bisakah kau beri tahu padaku?" tanya Raja


"Apa Arvan tidak memberi tahu Anda soal itu?" tanya balik Yura


"Belum, katanya dia ingin membahasnya saat bersamamu ... " jawab Raja


"Padahal Arvan bisa langsung memberi tahu hasilnya tanpa perlu menungguku. Kupikir sia-sia saja kedatanganku ke sini karena sudah ada Arvan yang memberi tahu soal hasil penyelidikan sebelumnya," gumam pelan Yura

__ADS_1


"Jadi, bagaimana dengan hasilnya? Katakanlah, aku ingin mendengarnya ... " pinta Raja


"Anda mungkin tidak senang saat mendengarnya. Namun, saya harap Anda bisa sedikit merasa puas. Kami berdua tahu siapa yang menjadi dalang insiden penari kipas yang melukai Ratu sebelumnya. Itu adalah orang suruhan Duke Azariel dan tujuannya adalah ingin membunuh Anda, Baginda Raja," ungkap Yura


"Jadi, Duke Azariel ingin membunuhku. Namun, orang suruhannya salah sasaran hingga malah melukai Ratu. Semua jadi masuk akal dan sesuai dugaanku," gumam Raja


"Izinkan saya bertanya, Baginda. Sebenarnya Duke Azariel memiliki dendam apa? Yang saya dengar, bukankah keluarganya adalah yang pertama kali mendukung Anda untuk naik tahta dahulu?" tanya Yura


"Sepertinya rasa bencinya padaku sudah sangat menumpuk. Dia memang mendukungku untuk naik tahta, tapi pasti ada tujuan yang jelas di balik itu semua. Namun, aku bukan mengangkat putrinya sebagai Ratu, melainkan kakakmu. Dia pasti sudah membenciku sejak saat itu. Dan setelah putrinya hanya bisa menjadi selir, cucunya malah meninggal dunia di Istana Kerajaan ini," ungkap Raja


"Entah apa yang dia dengar, dia menyalahkan kakakmu yang bersalah dan membunuh cucunya. Dia juga menaruh rasa benci terhadap kakakmu dan dengan itu rasa bencinya padaku juga semakin besar karena aku terus melindungi kakakmu, jadi dia langsung menargetkan aku. Kali ini targetnya menyasar pada kakakmu, dia pasti tidak juga merasa kalau ini sia-sia. Namun, dia pasti masih belum bisa merasa puas sampai aku dan kakakmu menghilang dari dunia," sambung Raja


"Itu adalah selir pertama, Nitami. Selain adik Arvan, saya rasa kedua selir Anda bukanlah orang yang baik. Maaf jika saya mengatakan hal ini, tapi bukankah tidak aman jika Ratu tinggal bersama dengan orang yang mungkin atau bahkan pasti membencinya di tempat yang sama dan berdekatan seperti ini?" tanya Yura


"Memang benar, tapi akan lebih mudah juga mengawasi musuh dari dekat dan karena itu aku butuh bantuanmu untuk menjaga Ratu, Yura ... " jawab Raja


"Saya pasti akan memenuhi harapan Anda dan tidak akan membuat Anda merasa kecewa. Lagi pula, tanpa Anda minta pun saya pasti melindungi Ratu. Karena bagaimana pun juga itu adalah tanggung jawab saya sebagai keluarganya," ucap Yura


"Dengan adanya kau di sini, aku bisa merasa tenang dan juga kalian berdua sudah bekerja dengan baik. Kerja bagus, Yura, Arvan ... " kata Raja


"Namun, mohon maaf karena kali ini kami berdua hanya bisa memberikan informasi ini pada Anda tanpa menangkap siapa pun dari mereka yang bersalah," ujar Yura


"Tidak masalah karena aku punya caraku sendiri untuk menghukum mereka yang bersalah. Lalu, mungkjn mereka masih belum tahu jika kesalahan mereka telah terugkap. Hal ini memudahkan aku untuk memberi pukulan besar bagi mereka yang bersalah. Ingin membunuh keluarga kerajaan, aku pasti tidak akan membiarkannya begitu saja ... " ucap Raja


"Selain Duke Azariel, seperti yang saya katakan sebelumnya, yang ikut bersalah atas insiden penari kipas adalah orang dari toko senjata kapten, Captain Store. Lalu, ini ada sketsa wajah orang yang membuat dan memberikan kipas senjata pada penari saat itu. Saya juga mendapat informasi kali ini karena mengintrogasinya saat mabuk. Saya rasa Anda perlu tahu soal ini," kata Yura sambil memberikan selembar kertas dengan gambar sketsa wajah salah satu tersangka yang dibuat olehnya pada Raja.


"Setelah diintrogasi orang pada sketsa tersebut memiliki luka tambahan berupa goresan benda tajam pada pergelangan tangan sebelah kanan dan leher sebelah kirinya," sambung Yura


"Terima kasih banyak. Kalau bukan karena kalian berdua sampai sekarang aku pasti belum menemukan kejelasan atas insiden saat itu. Orang yang kuminta untuk menyelidiki hal ini saja masih belum bjsa mendapatkan hasil apa pun sampai sekarang," ucap Raja


"Tidak masalah karena memang saya sendiri yang ingin membantu dalam hal ini," ujar Yura


"Sebelumnya saya juga hanya menemani Yura dalam misi kali ini," sahut Arvan yang sedari tadi hanya diam.

__ADS_1


__ADS_2