One & Only

One & Only
77 - Membeli Buah Tangan.


__ADS_3

Di dalam kereta kuda sewaan, Yura dan Arvan saling duduk berhadapan. Namun, keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Yura sibuk memikirkan tentang barang apa saja yang akan dibelanjakannya nanti dan informasi serta petunjuk apa yang akan didapat setelah mendatangi toko senjata nanti. Sedangkan, Arvan fokus berpikir untuk mengabadikan momen saat ini ke dalam ingatannya.


Sangat jarang, bahkan baru kali ini Arvan berada di dalam kereta kuda yang dinaikinya bersama Yura. Hingga lelaki itu tak ingin melupakan momen tersebut.


Yura terus mengarahkan pandangannya ke luar melalui jendela kereta kuda. Sementara, Arvan sering kali mencuri pandang ke arah gadis bercadar yang berada dan duduk di depannya. Karena meski Yura terus menatap ke arah lain, Arvan tidak bisa terus menerus secara terang-terangan memandanginya karena pasti Yura merasa risih saat menyadarinya.


Tanpa Arvan ketahui, sebenarnya Yura sadar jika lelaki itu terus mencuri pandang ke arahnya. Namun, Yura memilih membiarkan dan mengabaikan tingkah laku Arvan yang menurutnya aneh itu. Padahal Arvan bukan orang aneh, hanya saja lelaki itu tidak bisa jujur bahwa dirinya menyukai Yura.


"Yura, selagi ada di dalam kereta kuda, apa kau tidak mau melepas cadar yang kau pakai itu?" tanya Arvan


"Tidak perlu dilepas karena kita berada di dalam kereta ini tidak akan lama," jawab Yura


Sebelum masuk menaiki kereta kuda, Yura dan Arvan sudah sama-sama berpesan pada kusir untuk pergi menuju ke daerah pusat pertokoan. Keduanya berada di dalam kereta kuda kurang lebih selama 20 menit hingga sampai ke tempat tujuan. Saat kereta kuda berhenti bergerak karena telah sampai di tujuan, Yura dan Arvan pun beranjak ke luar dari dalam kereta kuda.


Arvan lebih dulu turun dan hendak membantu Yura melangkah turun saat ke luar dari kereta kuda.


"Mari kubantu, pegang tanganku saat turun dan berhati-hatilah ... " kata Arvan yang berusaha bersikap selayaknya gentle-man untuk memberi kesan baik pada gadis yang disukainya.


"Terima kasih. Namun, aku bisa sendiri ... " ucap Yura yang langsung menolak bantuan dari Arvan.


Meski pun dengan memakai jubah yang sama seperti rok lainnya, Yura melangkah turun ke luar dari kereta kuda dengan mudah tanpa bantuan, tidak seperti Nona bangsawan lainnya yang kesulitan melangkah saat memakai gaun.


Arvan pun hanya bisa menarik kembali tangannya yang terasa kosong karena Yura tidak menyambutnya. Meski pun merasa sedih, Arvan berusaha bersabar.


Yura dan Arvan pun menghampiri kusir di kursi pengendara untuk membayar biaya sewa kereta kuda.


"Apa Tuan dan Nona ingin saya menunggu agar bisa mengantar saat pulang nanti?"


"Tidak perlu menunggu kami berdua karena akan ada urusan sampai larut malam," jawab Yura


"Kalau begitu, terima kasih atas bayarannya, Nona, Tuan."

__ADS_1


"Terima kasih kembali karena sudah mengantar kami sampai tujuan," ucap Yura


"Saya permisi dulu, Nona dan Tuan."


"Ya, selamat bekerja ... " kata Yura


Kereta kuda yang disewa itu pun beranjak dibawa pergi oleh kusir untuk meneruskan pekerjaannya.


"Kau tidak perlu mengganti uangku yang tadi dibayarkan untuk sewa kereta kuda," kata Arvan


"Ya, terserah kau saja ... " sahut Yura


"Tempat mana yang akan kita tuju lebih dulu?" tanya Arvan


"Aku ingin belanja untuk dijadikan buah tangan lebih dulu," jawab Yura


"Barang apa yang ingin kau beli untuk dijadikan buah tangan?" tanya Arvan


"Hmm ... pertama, kita ke toko perhiasan dulu," jawab Yura


Begitu masuk, lonceng pintu pertanda pelanggan datang pun berbunyi hingga pelayan toko langsung bersiap di tempatnya.


"Selamat datang, pelanggan yang terhormat."


Yura dan Arvan pun berjalan mendekat ke meja deretan perhiasan yang dipajang.


"Apa ada yang bisa saya bantu? Anda berdua ingin mencari perhiasan seperti apa?"


"Tolong tunjukkan gelang dengan permata berwarna unggu atau merah jambu," pinta Yura


"Baiklah. Ini adalah koleksi gelang permata dengan warna yang Anda cari, yaitu merah jambu dan ungu."


Yura memerhatikan satu per satu gelang yang dikeluarkan untuk diperlihatkan padanya. Lalu, Yura menunjuk dua gelang sekaligus. Satu gelang emas kuning dengan permata berwarna merah jambu dan satu gelang emas putih dengan permata berwarna ungu.

__ADS_1


"Saya ingin dua gelang ini. Tolong dikemas di dalam satu kotak yang sama," kata Yura


"Baik, Nona. Akan saya ambilkan dulu kotak perhiasan untuk kedua gelang ini dulu." Pelayan toko pun beralih untuk mengambil kotak perhiasan.


"Rara, apa kau hanya membeli untuk dijadikan buah tangan saja? Apa kau tidak ingin beli untuk dirimu sendiri juga?" tanya Arvan


"Aku bisa membelinya lain kali untuk diriku sendiri. Kali ini beli untuk tepati janji lebih dulu. Ini lebih penting," jawab Yura


Arvan pun ikut melihat-lihat perhiasan yang ada di sana.


Pelayan toko pun kembali dengan membawa kotak perhiasan untuk menempatkan gelang yang telah dipilih oleh Yura di dalamnya. Lalu, Arvan pun meminta pelayan tersebut sambil berbisik pelan untuk membungkus perhiasan pilihannya ke dalam kotak saat Yura sedang memilih perhiasan lainnya.


Seperti permintaan Arvan, pelayan toko tersebut mengambil perhiasan yang dipilih Arvan untuk dibungkus secara diam-diam saat Yura masih sibuk memilih perhiasan lain.


"Anda butuh perhiasan seperti apa lagi, Nona?" tanya pelayan tersebut pada Yura usai membungkus perhiasan untuk Arvan.


"Saya ingin bross dengan permata berwarna kuning keemasan itu dan sepasang pin dengan warna yang sama di sana," pinta Yura sambil menunjuk dua perhiasan yang berbeda.


"Bross dan sepasang pin dengan warna permata yang sama, yaitu kuning keemasan. Anda ingin membumgkusnya di dalam satu kotak yang sama lagi atau dipisah, Nona?"


"Kali ini tolong dibungkus secara terpisah," jawab Yura


"Baiklah, akan saya siapkan kotak perhiasannya dulu."


Setelah gelang, bross, dan sepasang pin. Yura juga memilih 3 pasang anting mutiara dengan warna yang berbeda. Semuanya dibungkus ke dalam kotak perhiasan ubtuk dibeli oleh Yura.


Setelah melakukan pembayaran, Yura memasukkan semua perhiasan yang telah dibelinya ke dalam koper barang yang telah dibawa dan memang disiapkan untuk mengemas barang belanjaan yang dibeli untuk dijadikan buah tangan itu.


Sedangkan perhiasan yang Arvan pilih secara diam-diam sudah dibayar secara terpisah dan disimpan oleh lelaki itu di dalam saku pakaiannya di balik jubah yang dipakainya saat ini.


Setelah dari toko perhiasan, Yura dan Arvan beranjak mengunjungi beberapa toko lainnya. Seperti toko pakaian beserta aksesoris hingga ke toko buku.


Keduanya menghabiskan waktu bersama mengunjungi beberapa toko untuk membeli barang. Seperti sepasang kekasih yang sedang kencan.

__ADS_1


Yura menikmati acara berbelanjanya karena membayangkan ekspresi senang dari orang-orang yang dibawakan buah tangan darinya setelah kembali ke istana Kerajaan nanti. Namun, Arvan malah menikmati kebersamaannya dengan Yura seolah keduanya benar-benar sedang berkencan.


__ADS_2