One & Only

One & Only
41 - Seolah Sedang Terbang.


__ADS_3

Arsha tampak senang saat dapat melakukan sesi latihan dengan baik sesuai seperti yang diajarkan oleh Yura padanya.


"Kali ini cukup satu saja beri makan wortelnya. Sekarang kita siap melakukan tahap berikutnya. Namun, sebelum menaiki punggung kudanya, kita juga harus mengusap punggung kudanya. Cara ini dilakukan untuk memberi tahu kudanya bahwa ia harus siap sedia ditunggangi, juga mencegah kuda dari rasa stress atau panik jika kita menaikinya dengan terburu-buru," ujar Yura


"Kalau punggung kuda sudah dipasangkan pelana, kita bisa mengusapnya di bagian leher bawah yang dekat dan tersambung dengan bagian punggungnya. Berikan usapan lembut, jika kuda sudah tampak rileks dan kau sudah siap menaikinya, beri juga tepukan sebelum naik agar kuda tidak merasa terkejut dan mencegahnya untuk terlonjak atau berjungkit saat dinaiki. Lalu, naiklah dan duduk di atas punggung kuda serta ingatlah untuk berhati-hati," sambung Yura


Kini Yura sudah berada di atas punggung kuda dan duduk dengan nyaman. Arsha mengangguk dan beranjak naik ke atas punggung kuda untuk duduk setelah mengusap dan menepuk punggung kuda.


"Lalu, kau juga harus ingat hal ini, Arsha. Saat duduk di atas punggung kuda atau saat menjalankan kuda, kau harus santai dan rileks. Jangan tegang atau takut karena kuda bisa merasakan reaksi tunuhmu saat kau duduk di atas punggungnya. Kalau kau merasa tegang atau takut dan kuda merasakan itu, kudanya akan sulit dikendalikan bahkan hilang kontrol. Aturlah nafasmu dengan baik supaya bisa merasa rileks dan berhati-hatilah terhadap hal ini," ucap Yura


"Baik, aku mengerti ... " kata Arsha sambil mengangguk.


"Lalu, seperti yang sudah kau pelajari kemarin, sekarang cobalah mulai menjalankan kudanya. Guncang tali kendali kudanya secara perlahan dahulu," ujar Yura


Arsha pun mengangguk dan mulai menggerakkan tangannya untuk mengguncang tali kendali kuda yang dipegangnya secara perlahan agar kuda mulai melangkah maju. Lalu, Yura menyusul dengan melajukan Nick dan mensejajarkan langkah kuda dengan yang ditunggangi oleh Arsha.


"Biarkan terus berjalan perlahan. Kau harus merasakan sensasi saat berkuda lebih dulu. Jika, kau merasa senang tanpa stress, bisa menikmatinya tanpa rasa takut atau tenang, dan merasa rileks saat berada di atas kuda, kau boleh mempercepat laju kudanya. Jika memang ingin melakukannya, seperti yang sudah kau ketahui, kau tinggal mengguncang tali kendali kudanya sedikit lebih kencang dari yang pertama kau lakukan sebelumnya. Persiapkan dulu dirimu baik-baik saat hendak melakukannya," ucap Yura


Tampak Arsha sedang mengatur nafasnya. Menarik dan menghembuskan nafas secara perlahan. Lalu, Arsha mengguncang tali kendali kuda dengan lebih kuat dan kuda mulai melaju lebih cepat.


Yura pun kembali menyusul dan mengimbangi laju kuda dengan yang ditunggangi Arsha.


"Bagus, Arsha. Pertahankan keseimbanganmu dan laju kudanya. Fokus pada jalan di depan dan tetap berhati-hati, apa lagi jika kau ingin berbelok atau berbalik arah, maka lakukan secara perlahan," ujar Yura


Yura menghentikan laju kudanya sejenak dan memanggil Rio. Lelaki yang mendengar namanya diserukan oleh sang pujaan hati pun langsung berlarian menghampiri Yura yang masih berada di atas punggung kuda.


"Ya, ada apa, Nona Yura? Apa ada yang perlu kubantu?" tanya Rio


"Tolong kau perhatikan dan awasi Arsha, jangan jauh-jauh darinya. Aku ingin bawa Nick berlari sebentar setidaknya satu putaran. Sepertinya Nick sudah tidak sabar ingin menunjukkan kemampuannya padaku," jawab Yura meminta.

__ADS_1


"Baik, Nona Yura. Aku mengerti. Aku pasti akan terus mengawasi Putra Mahkota dan tidak akan pergi jauh. Aku pastikan Putra Mahkota tetap aman selama berada dalam pengawasanku. Nona Yura, tidak perlu khawatir ... " ucap Rio


"Mohon bantuan dan kerja sama darimu, Rio," kata Yura


Yura pun kembali menyusul laju kuda yang ditunggangi oleh Arsha.


"Arsha, bagaimana perasaanmu saat ini?" tanya Yura


"Aku merasa senang, tapi aku masih harus fokus, Bibi ... " jawab Arsha


"Tenang saja dan tidak perlu khawatir. Kau melakukannya dengan baik sejauh ini, kau pasti bisa terus melakukannya seperti ini," kata Yura


"Baik, Bibi. Terima kasih," ucap Arsha


"Kalau begitu, teruskan latihan seperti ini. Bibi akan membawa lari Nick sebentar, hanya satu putaran saja. Tidak perlu takut karena ada Tuan Rio yang terus mengawasimu dan Bibi akan segera kembali," ujar Yura


"Baik. Aku mengerti, Bibi," kata Arsha


HIYYAAA!!


Nick pun berlari sangat kencang membawa Yura bersamanya meninggalkan Grace yang berlari perlahan dengan Arsha di belakang.


Arsha pun terpaku memandangi Yura dari atas punggung kuda. Entah siapa yamg hebat antara kuda Nick atau Yura sendiri, rasanya Arsha juga ingin merasakan sensasi berlari dengan sangat cepat saat menunggang kuda seperti yang dilakukan oleh Bibi-nya, adik dari Ibu Ratu-nya.


"Keren, aku ingin menjadi hebat seperti Bibi ... " gumam pelan Arsha


"Anda pasti bisa menjadi lebih hebat bahkan melampaui kemampuan yang dimiliki oleh Nona Yura, Putra Mahkota. Anda hanya perlu tumbuh semakin dewasa ke depannya, apa lagi Anda adalah seorang lelaki yang pasti bisa lebih hebat dari seorang perempuan," ucap Rio


"Tolong perhatikan saat kau bicara, Tuan Rio. Jangan pernah meremehkan kemampuan seorang perempuan karena Bibi Yura adalah orang yang hebat," ujar Arsha

__ADS_1


"Saya salah bicara. Mohon maaf, Putra Mahkota," kata Rio


"Bagus kalau kau sadar itu," sahut Arsha


"Aku sama sekali tidak berniat meremehkan kemampuan Nona Yura, aku hanya ingin memberi semangat dan memuji Putra Mahkota, tapi sepertinya ucapanku telah membuat salah paham. Aku juga tahu dan sangat sadar kalau Nona Yura itu orang yang hebat dan karena hal itulah aku menyukainya. Aku hanya mengalah karena tidak bisa membantah ucapan Putra Mahkota," batin Rio


Tanpa sadar setelah obrolan singkat antara Arsha dan Rio, Yura sudah kembali setelah memacu kuda sejauh satu putaran dengan cepat dan menghampiri Arsha dengan memperlambat laju kudanya untuk mensejajarkan posisinya dengan kuda yang ditunggangi Arsha.


"Bibi Yura, kau sudah kembali ke sini, rupanya ... " ujar Arsha


"Tentu saja. Bibi sudah bilang akan segera kembali dan tidak mungkin jika Bibi meninggalkanmu di sini begitu saja," kata Yura


"Bibi, bagaimana rasanya setelah bisa mengendalikan kuda secepat itu?" tanya Arsha


"Rasanya menakjubkan. Seperti kau berlari di atas awan. Yang Bibi maksud adalah saking cepat lari kuda yang kau tunggangi, kau akan merasakan udara menerpamu dengan hebat, itu membuatmu merasa seolah sedang terbang ... " ungkap Yura


"Pasti rasanya sangat menyenangkan," sahut Arsha


"Tentu saja. Apa ka ingin mencoba bagaimana rasanya?" tanya Yura


"Apa aku bisa melakukannya?" tanya balik Arsha


"Itu tergantung pada dirimu sendiri. Cara melakukannya tidak jauh berbeda dengan yang telah Bibi ajarkan padamu. Lalu, kuncinya adalah kau harus siap dan percaya diri saat melakukannya. Jika kau merasa ragu lebih baik tidak usah kau lakukan sekarang karena masih banyak waktu untuk melakukannya pada kesempatan berikutnya," jawab Yura


"Baiklah, Bibi. Aku ingin melakukannya dan aku siap," kata Arsha


"Kalau begitu, kau hanya perlu membayangkan kalau kau adalah penunggang kuda yang hebat. Tidak perlu merasa bingung dengan cara melakukannya ... bukankah Bibi sudah pernah membawamu menunggang kuda yang sama sebelumnya? Saat kau duduk di atas kuda bersama Bibi kemarin, kau pasti bisa merasakan seperti apa gestur tubuh Bibi saat itu dan kau hanya perlu mengingatnya. Lalu, ingatlah sesuatu yang berlebihan itu pasti tidak berakhir baik, jadi meski kau harus merasa percaya diri, lakukan dengan secukupnya saja," ujar Yura


"Aku mengerti, Bibi Yura. Aku juga harus fokus dan berhati-hati," sahut Arsha

__ADS_1


"Tepat sekali! Kau juga tidak harus berlari bersama Grace secepat Bibi melakukannya dengan Nick, tapi kau hanya perlu meningkatkan laju kuda dari yang sekarang, itu cukup. Maka, lakukanlah ... guncang tali kendali kudanya! Semangat!" seru Yura


Mendapat teriakan semangat dari Yura, Arsha jadi merasa lebih percaya diri.


__ADS_2