One & Only

One & Only
43 - Berusaha Memenuhi Ekspetasi.


__ADS_3

Setelah memasukkan dua kuda kembali ke dalam kandang, Rio kembali ke luar dari dalam kandang untuk menemui Yura dan Arsha yang masih ada di sana.


"Nona Yura dan Putra Mahkota, masih ada di sini ... " kata Rio


"Ya, apa kudanya sudah aman?" tanya Yura


"Dua kuda sudah masuk ke dalam bilik pagarnya masing-masing di dalam kandang. Lalu, pengurus kuda yang tadi pergi ternyata sudah kembali saat kita berada di lapangan berkuda tadi. Sekarang dia sedang mengurus para kuda," jelas Rio


"Kalau begitu, terima kasih ... " ucap Yura


"Sama-sama, Nona Yura," balas Rio


"Lalu, ini ada uang untuk bayar ganti wortel yang dimakan oleh Nick dan Grace sebelum waktu makan siang mereka hari ini," ujar Yura sambil memberikan sekantong kecil uang koin pada Rio.


"Tidak perlu sampai bayar ganti wortelnya, lagi pula hanya berkurang sedikit," tolak Rio


"Tidak apa-apa, uang ini juga hanya sedikit. Belikan saja lagi wortel untuk tambahan, lalu kalau masih ada lebih uangnya bisa kau bagi dua dengan pengurus kuda di dalam. Aku harap Nick dan Grace tetap diberi wortel sebagai makan siangnya nanti," ujar Yura


"Kalau begitu, kuterima uangnya. Terima kasih, Nona Yura ... " ucap Rio


"Sama-sama," balas Yura


"Tuan Rio, terima kasih karena sudah ikut untuk mengawasiku saat latihan tadi," ucap Arsha


"Tidak perlu sungkan, Putra Mahkota. Itu juga sudah menjadi tugas saya sebagai pelayan di sini," sahut Rio


"Kalau begitu, karena urusan di sini sudah selesai, kami berdua permisi dulu ... " ujar Yura


"Ya, silakan. Lain kali, kalau perlu bantuan dariku, katakan saja," kata Rio


"Baiklah," sahut Yura dan Arsha secara bersamaan.


Setelah itu, Yura dan Arsha pun beranjak pergi dari sana.


"Senang sekali rasanya. Anggap saja kali ini aku sudh jadi lebih dekat dengan Nona Yura. Langkah perkembangan yang bagus," batin Rio sambil tersenyum senang.


Yura dan Arsha hendak kembali ke kamar.


"Apa yang ingin kau lakukan setelah ini, Arsha?" tanya Yura

__ADS_1


"Tentu saja, kita lanjut dengan latihan bela diri seperti kemarin," jawab Arsha


"Sepertinya kau ini tipe oranh yang pantang mundur saat punya tujuan, ya, Arsha. Baiklah, kalau itu yang kau mau. Ayo, kita mulai berlatih bela diri," ujar Yura


"Kali ini aku ingin berlatih di dalam kamarmu, Bibi. Bolehkah?" tanya Arsha


"Tentu saja, boleh. Ayo, kita ke kamar Bibi ... " jawab Yura


Saat mendekati lorong kamar, ada Arvan di sana yang juga hendak menuju ke kamarnya usai berkeliling sejenak.


Saat itu Arvan yang melihat Yura dan Arsha sedang menuju ke sana pun langsung mempercepat langkahnya menuju ke kamarnya. Tuan Penasehat itu bahkan mengabaikan pelayan yang menyapanya di lorong kamar dan bergegas masuk ke dalam kamarnya, lalu menutup pintu dengan rapat. Pelayan yang berjaga di lorong kamar pun terheran saat melihat tingkah laku Tuan Penasehat itu.


"Konyol sekali. Aku sudah seperti seorang pecundang yang tidak berani bertemu dengan gadis yang kusukai hanya karena aku sempat berniat menjauh darinya saat terus menyangkal perasaanku padanya dan kini aku justru merasa malu untuk berhadapan langsung dengannya setelah menyadari perasaanku terhadapnya," batin Arvan


"Menyedihkan sekali diriku ini," gumam pelan Arvan


Sebelum masuk ke dalam kamar, pelayan yang berjaga di lorong kamar menyapa Yura dan Arsha.


"Putra Mahkota akan bermain bersamaku di dalam kamarku, jadi tolong bawakan camilan dan minuman untuk kami seperti kemarin," pinta Yura


"Baik. Akan segera saya antarkan camilan dan minumannya ke kamar Nona Yura setelah menyiapkannya. Mohon ditunggu."


Setelah pelayan tersebut beranjak pergi dari sana, Yura pun masuk ke dalam kamarnya bersama Arsha.


"Jadi, apa kita akan langsung mulai latihannya atau kau mau istirahat dulu sejenak?" tanya Yura


"Langsung saja mulai latihannya, Bibi ... " jawab Arsha


"Bibi Yura sangat suka dengan semangat yang kau punya, itu bagus. Kalau begitu, kita mulai dari melakukan gerakan pemanasan lebih dulu sambil menunggu camilan dan minumannya datang," ujar Yura


"Baik, Bibi ... " sahut Arsha dengan patuh.


Kali ini tidak hanya Arsha seorang diri, Yura pun ikut melakukan gerakan pemanasan bersama keponakan lelakinya itu.


Saat sedang melakukan gerakan pemanasan bersama, ada suara ketukan pintu dari luar kamar. Yura pun menghentikan pemanasannya dan beralih untuk membukakan pintu.


"Arsha, kau teruskan pemanasannya. Bibi mau buka pintu dulu sebentar," kata Yura yang langsung beranjak menuju pintu kamarnya.


Sedangkan Arsha tampak terus fokus melakukan gerakan pemanasan seorang diri.

__ADS_1


"Nona Yura, saya datang untuk mengantarkan camilan dan minuman yang diminta," ucap pelayan tersebut begitu Yura membuka pintu kamarnya.


"Baik, terima kasih banyak. Seperti kemarin, nanti aku akan mengantar troli makanannya, kau tidak perlu terus menunggu," ucap Yura


"Sama-sama. Kalau begitu, saya permisi ...."


"Silakan dan terima kasih sekali lagi," ucap Yura


"Tidak perlu sungkan."


Yura pun kembali masuk ke dalam kamarnya sambil membawa troli makanan usai pelayan tersebut beranjak dari depan pintu kamarnya.


"Bibi, aku sudah selesai melakukan gerakan pemanasannya ... " kata Arsha


"Kalau begitu, setidaknya minumlah dulu sebelum mulai latihannya. Kau pasti lelah setelah latihan berkuda tadi," ujar Yura


"Baiklah," sahut Arsha


Yura pun menuangkan segelas minuman dari sebuah teko untuk keponakan lelakinya dan Arsha pun meneguk minuman yang telah dituangkah oleh Yura untuknya. Saat itu, Yura pun melepas cadar yang menutupi wajahnya dan ikut meneguk segelas minuman.


"Lalu, apa kau juga mau makan camilannya dulu, Arsha?" tanya Yura


"Tidak, kita lanjut mulai latihannya saja ... " jawab Arsha dengan penuh semangat.


"Baiklah, ayo ... " kata Yura


Yura pun memulai sesi latihannya menjadi guru bagi Arsha. Mengukur kemampuan dan kekuatan, Yura menentukan besarnya kekuatan yang harus dimiliki oleh Arsha agar bisa mempunyai kemampuan bela diri yang baik.


Arsha merasa tertantang dengan sesi latihan yang diberikan oleh Yura padanya kali ini. Namun, Arsha justru bertambah semangat tanpa putus asa dan tidak menyerah.


Lalu, Arsha berusaha memenuhi eskpetasi Yura pada latihan kali ini agar Bibi-nya itu merasa bangga padanya.


"Bagus sekali, Arsha! Benar seperti itu! Bibi tahu kau pasti bisa melakukannya dengan baik!" seru Yura sambil memuji keponakan lelakinya.


"Ini juga berkat latihan yang kau ajarkan padaku. Terima kasih, Bibi Yura," ucap Arsha dengan nafas yang sedikit terengah karena lelah usai berlatih.


"Kaulah yang hebat, tidak perlu bilang terima kasih. Sudah cukup latihannya sampai di sini saja," ujar Yura


Setelah mengatakan itu, Arsha langsung bergerak untuk duduk karena latihan telah usai dan mungkin bocah Putra Mahkota itu memang merasa lelah setelah berhasil mencapai target yang ditentukan saat latihan.

__ADS_1


__ADS_2