
Pada malam harinya Yura memasuki aula besar Istana Kerajaan untuk menghadiri pesta penyambutan kemenangan dengan menggunakan gaun berwarna hijau emerald. Gadis itu tampak anggun dan dipercantik dengan rambut yang digulung sebagian dengan hiasan pin penjepit dan dibiarkan tergerai pada sebagian besarnya.
Begitu Yura melangkah masuk ke dalam aula besar Istana Kerajaan, semua pandangan tertuju pada dirinya seolah kecantikannya mampu menyita perhatian seluruh peserta pesta yang semuanya adalah para lelaki, kecuali para pelayan perempuan yang juga berada di sana.
Berbeda dengan saat berada di medan perang yang membuatnya tampak seperti gadis tangguh, di sana Yura berjalan dengan penuh keanggunan menuju ke hadapan Raja sebagai pemimpin pesta kali ini.
Yura langsung membungkuk hormat saat berhadapan dengan Raja. Memberi hormat selayaknya gadis bangsawan dan bukan lagi seperti prajurit tangguh.
"Salam sejahtera bagi Baginda Raja," ucap Yura
"Akhirnya kau muncul juga, Adik ipar ... " kata Raja
"Maafkan atas keterlambatan saya ini, Baginda Raja," ujar Yura
"Aku mengerti jika kau harus mempersiapkan diri sebelum mendatangi acara pesta ini. Tegakkanlah badanmu, Yura. Untuk saat ini semua yang hadir bisa melupakan sejenak formalitas selama pesta berlangsung. Aku harap semua yang ada di sini menikmati acara pesta kali ini," ucap Raja
"Baiklah, Baginda Raja ... " sahut Yura yang langsung menegakkan tubuhnya.
"Aku memiliki pertanyaan. Sebagai prestasi dan kontribusi kalian dalam memenangkan perang kali ini, apa yang kalian inginkan sebagai hadiah?" tanya Raja
"Izin untuk menjawab lebih dulu. Jika diberi kesempatan untuk meminta, saya ingin waktu libur. Terlepas apa pun yang saya lakukan, saya ingin itu terbebas dari segala pekerjaan," jawab Yura
"Itu bukan permintaan yang istimewa. Apa kau tidak punya permintaan lain, Yura?" tanya Raja
"Tidak ada, Baginda. Hanya itu yang saya perlukan," jawab Yura
"Permintaan yang sangat wajar dan bisa dimaklumi. Ya, kalian semua memang butuh waktu terbebas daei pekerjaan untuk menikmati waktu bersama keluarga dan orang terdekat. Terlepas dari apa pun yang lain inginkan, aku akan memberi waktu libur untuk kalian semua yang bebas menentukan kapan ingin mengambil waktu libur ini. Namun, setiap dari kalian yang ingin mengambil jatah libur ini tetap harus meminta izin pada pihak Istana Kerajaan lebih dulu," ucap Raja
Saat itu, Yasha melangkah maju mendekat ke arah Yura dan berhadapan dengan Raja.
__ADS_1
"Kakak ipar, apa kau punya permintaan khusus?" tanya Raja
"Tidak ada, Baginda. Saya melangkah maju ke hadapan Anda karena ada yang ingin saya berikan pada Anda," jawab Yasha
"Maksudmu kotak yang kau bawa itu? Apa itu sebenarnya?" tanya Raja
"Kotak ini berisi surat tanah dari 5 wilayah Negara Kerajaan Brande yang berhasil kami dapatkan dan sekarang kelima wilayah tersebut telah menjadi bagian dari Negara Kerajaan Chuya. Maafkan saya yang terlambat dan baru memberikannya sekarang karena lupa. Sebagai Pemimpin Negara, saya serahkan kotak yang isinya telah saya sebutkan pada Anda," ungkap Yasha yang terus melangkah maju untuk memberikan kotak yang dibawa olehnya pada Raja.
"Apa yang kau berikan padaku saat ini berarti membuktikan bahwa kita telah memperluas wilayah Negara Kerajaan Chuya. Ini berkat kalian semua yang telah berjasa," ujar Raja
Yasha pun kembali melangkah mundur hingga mensejajarkan diri dengan Yura.
"Apa tidak ada hal lain yang ingin kau sampaikan padaku, Yasha? Misalnya seperti yang ingin kau jadikan permintaan?" tanya Raja
"Tidak ada, Baginda. Permintaan saya tidak berbeda dengan yang diminta oleh Yura dan saya akan meminta izin pada pihak Istana Kerajaan sebelum mengambil jatah libur itu nanti," jawab Yasha
"Baiklah. Apa yang lain tidak memiliki dan ingin memberi tahu permintaan kalian padaku?" tanya Raja
"Baiklah, kalian bisa memikirkannya perlahan-lahan lebih dulu. Kalian bisa mengatakannya kapan pun saat ingin," kata Raja
"Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan. Karena selain kalian semua telah kembali dengan membawa kemenangan atas peperangan, hari ini anak ketiga sekaligus Putri Mahkota Negara Kerajaan Chuya telah lahir," sambung Raja
"Selamat pada Baginda Raja dan Yang Mulia Ratu!"
"Terima kasih atas ucapan selamat dari kalian semua. Karena itu di hari yang membahagiakan ini, aku juga ingin mengajukan permintaan. Sangat disayangkan bahwa Yang Mulia Ratu tidak bisa ikut hadir dalam acara pesta kali ini pasca persalinannya. Jadi, aku ingin Arvan dan Yura menggantikan kami berdua untuk berdansa," ucap Raja
Arvan yang mendampingi Raja dengan berdiri di sisi belakangnya dan Yura yang berada di hadapan Raja sama-sama merasa terkejut mendengar permintaan yang baru saja dilontarkan oleh Raja.
"Mohon maaf, Baginda Raja. Acara kali ini hanya dihadiri oleh seluruh pasukan Negara Kerajaan Chuya. Sebenarnya untuk apa harus melakukan dansa?" tanya Yura
__ADS_1
"Lagi pula, kalau memang ingin ada yang berdansa, itu bisa dilakukan sendiri oleh Anda. Tidak ada masalahnya jika Anda berdansa dengan adik ipar Anda sendiri. Atau kalau tidak, biarkan kakak beradik Haris yang melakukannya," ujar Arvan
"Maaf, tapi aku tidak mahir berdansa ... " sahut Yasha
"Tidak ada salahnya kalian berdua melakukan permintaan khusus dariku untuk kali ini saja. Aku rasa yang lain juga ingin melihat kalian berdansa," kata Raja
Pada akhirnya, Raja mendorong maju Arvan untuk berhadapan langsung dengan Yura. Kalau saja Arvan tidak sigap menghentikan langkahnya saat didorong oleh Raja mungkin saja saat ini lelaki itu sudah memeluk Yura dengan tidak sengaja.
"Sepertinya gerakan Baginda Raja terlalu kuat. Apa kau baik-baik saja, Arvan?" tanya Yura dengan suara lembut dan pelan.
"Ya, untungnya Baginda Raja hanya mendorongku bukan menghunuskan senjata padaku," jawab Arvan
"Sepertinya kau masih terbayang-bayang medan perang yang penuh dengan senjata," kata Yura
"Yura, bagaimana kalau kita lakukan saja sesuai permintaan Baginda Raja? Baginda Raja tidak akan melepaskan kita sebelum memenuhi permintaannya," ujar Arvan sambil mengulurkan tangannya untuk disambut oleh Yura.
"Baiklah, kalau begitu. Sepertinya kita memang tidak punya pilihan lain," sahut Yura sambil mengulurkan tangan untuk menyambut tangan Arvan yang kosong di hadapannya.
Tiba-tiba saja alunan musik langsung terdengar. Lalu, Arvan dan Yura pun melangkah ke posisi tengah ruangan tersebut. Keduanya saling memberi salam pada satu sama lain sebelum mulai berdansa. Setelah itu yang terjadi adalah semua mata fokus tertuju pada kedua insan yang melakukan dansa bersama.
"Apa Baginda Raja memang sedang menjodohkan adik iparnya dengan pekerja terbaiknya?"
"Ketua Yasha juga tidak ada komentar apa pun, apa dia sudah merestui hubungan adiknya dengan Tuan Penasehat Besar?"
"Bukan itu yang paling penting. Tapi, apa hubungan keduanya memang benar antara Tuan Arvan dan Nona Yura?"
"Entahlah, yang paling penting itu keduanya tampak serasi dan sangat cocok."
"Kalau ingin membahas soal restu, kakak itu tidak penting. Yang penting itu restu kedua orangtua. Namun, sepertinya tuan dan nyonya Haris pasti akan merestui kalau calon menantunya lelaki hebat dan terpandang seperti Tuan Arvan."
__ADS_1
"Apa kalian sadar kalau Nona Yura tampil sangat cantik dan berbeda kali ini? Tidak seperti di medan perang yang selalu memakai setelan celana dan rambut diikat, kini Nona Yura memakai gaun dengan rambut yang digerai. Terlihat sangat anggun, pantas saja Tuan Arvan menyukainya."
Tepat sebelum musik berhenti, ada yang memasuki aula besar Istana Kerajaan. Itu adalah Tuan dan Nyonya Haris. Pasangan keluarga Earl itu terkejut dengan apa yang dilihat di tengah aula besar itu. Setelah musik dansa berhenti, kini giliran Yura yang terkejut melihat kedatangan kedua orangtuanya di sana tepat setelah ia dan Arvan saling memberi salam usai dansa berakhir.