
Setelah mendapat lembaran kertas undangan, Yura dan Arvan pun beranjak pergi meninggalkan toko senjata tersebut.
Dengan menunggangi kuda masing-masing, Yura dan Arvan berjalan menjauh dari toko senjata. Lalu, membuat rencana selanjutnya.
"Apa yang akan kita lakukan setelah ini, Rara?" tanya Arvan
"Ya, bagus. Kau harus terus memanggilku seperti itu selama kita berada di luar sini untuk menjalankan misi. Karena kita masih harus kembali ke toko senjata tadi sepertinya kita harus menetap di suatu tempat di dekat sini," jawab Yura
"Kebetulan aku tahu sebuah penginapan tak jauh dari sini. Kalau begitu, kita ke sana saja," ujar Arvan
"Baiklah. Silakan tunjukkanlah jalannya. Soal rencana selanjutnya akan kita bahas setelah sampai di penginapan saja," kata Yura
"Ikuti aku ... " sahut Arvan
Arvan pun menunggang kuda lebih dulu untuk menunjukkan jalan agar Yura mengikutinya dari belakang. Hingga tibalah keduanya di depan sebuah penginapan yang tampak tidak terlalu mewah.
"Hanya ini penginapan terdekat yang kutahu dan bukan penginapan yang mewah," kata Arvan
"Tidak apa-apa, bukan masalah. Justru bagus untuk menghemat uang karena uangku akan lebih banyak dihabiskan untuk keperluan misi. Bahkan karena sebelumnya aku pikir hanya akan pergi sendiri, aku malah berpikir untuk hanya membangun tenda tidur atau tidur di atas pohon supaya bisa sambil memantau keadaan sekitar," ucap Yura
"Kalau begitu, ayo kita masuk ... " ujar Arvan
Saat Yura dan Arvan beranjak turun dari atas punggung kuda masing-masing, langsung ada seorang penjaga penginapan yang menghampiri keduanya.
"Permisi, Tuan dan Nona. Saya adalah penjaga di penginapan ini. Apa Anda berdua ingin menginap di penginapan kami?"
"Benar, kami berdua baru saja ingin masuk," jawab Arvan
__ADS_1
"Kalau begitu, biar saya yang mengurus kudanya. Saya akan memasukkan kedua kuda ke dalam penitipan kuda di penginapan kami."
"Bagus, kebetulan saya sedang bingung untuk menaruh kuda kesatangan saya di mana. Kalau begitu, kami berdua serahkan kuda milik kami padamu dan ini uang tip untukmu. Tolong jangan dilihat dari jumlahnya," ujar Yura sambil memberi kantong kecil berisi uang koin.
"Terima kasih banyak, Nona."
Yura dan Arvan pun mengambil barang-barang yang berada di atas punggung kuda masing-masing sebelum kuda dimasukkan ke kandang penitipan dan sebelum Yura dan Arvan masuk ke dalam penginapan.
"Rara, berikan barang bawaan milikmu padaku, biar aku yang membawanya ... " ucap Arvan
"Kau urus saja barang bawaan milikmu sendiri. Aku bisa membawa barang bawaan milikku sendiri dan tidak perlu bantuanmu," kata Yura
Lalu, Yura dan Arvan pun masuk ke dalam penginapan. Keduanya langsung menuju ke meja pemesanan.
"Selamat datang di penginapan kami, Tuan dan Nona. Anda berdua ingin memesan berapa kamar dengan tipe apa dan untuk berapa lama?" tanya pegawai penginapan yang bertugas melayani pemesanan yang lebih dulu menyapa.
"Maaf, Tuan, Nona. Penginapan kami hanya tersedia sedikit tipe kamar dengan satu kasur dan untuk saat ini semua kamar dengan tipe itu sudah terisi penuh. Kalau ingin menunggu sampai kamar dengan tipe itu, baru ada yang kosong setelah 5 hari ke depan dan itu pun hanya satu kamar. Namun, saya menyarankan kamar dengan 2 kasur untuk Anda berdua. Kebetulan kamar dengan tipe ini masih tesedia beberapa. Apa Tuan dan Nona masih bersedia memesan dan menginap di penginapan kami atau pesanan dibatalkan?" tanya pegawai penginapan usai mengecek ulang buku daftar pemesanan kamar.
Yura dan Arvan terkejut dengan apa yang dikatakan oleh pegawai penginapan tersebut. Terutama Arvan yang langsung menoleh dan menatap ke arah Yura.
"Jangan lihat aku. Aku tidak tahu penginapan lain dan bukankah kau bilang ini adalah satu-satunya penginapan di sekitar sini?" tanya Yura
"Benar, Nona. Tidak ada penginapan lain di sekitar sini. Penginapan lain yang paling dekat berjarak 3 KM dari sini. Jadi, bagaimana keputusannya? Anda berdua jadi memesan kamar atau tidak?"
"Baik, baiklah. Kami pesan 1 kamar dengan 2 kasur untuk 3 hari. Tolong cepat karena kami ingin istirahat," jawab Yura yang terpaksa mengambil keputusan karena Arvan hanya asik menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.
"Baiklah. Ini kunci kamar dengan nomor kamar 34 yang terletak di lantai kedua, jika dari sini kamar terletak di deretan sebelah kanan. Mohon maaf, harus saya tulis pemesanan kamar ini atas nama siapa?"
__ADS_1
"Tulis atas nama Rara saja. Kau ambil kunci kamarnya dan bergerak cepatlah." Yura yang bicara pada pegawai penginapan dan Arvan secara bergantian, lalu langsung berbalik pergi.
Yura langsung berjalan ke arah tangga penginapan untuk menuju ke lantai 2. Arvan pun langsung mengejarnya usai mengambil kunci kamar dan mengatakan terima kasih pada pegawai penginapan yang selalu tersenyum itu.
Namun, rupanya Yura tidak benar-benar meninggalkan Arvan. Bahkan keduanya naik ke lantai 2 bersama untuk mencari kamar yang telah dipesan sambil berjalan berdampingan.
Karena telah diberi petunjuk, Yura dan Arvan hanya memerhatikan kamar pada deretan sebelah kanan hingga berhasil menemukan kamar yang tepat, yaitu dengan nomor 34.
"Cepat buka kunci kamarnya, aku ingin segera masuk ... " kata Yura
"Yura, apa kau yakin tidak masalah jika kita berdua menggunakan dan menginap di satu kamar yang sama?" tanya Arvan sambil memutar kunci untuk membuka pintu kamar.
"Karena aku sudah membuat keputusan dan mengambil pesanan kamarnya artinya aku tidak masalah. Kalau kau merasa keberatan, kenapa tidak kau saja yang memutuskan dan memesan kamarnya sesuai keinginanmu? Tadi kau malah diam seribu bahasa seperti orang bisu. Namun, aku peringatkan kau. Aku memiliki pengendalian diri yang baik, jadi kuharap kau pun tidak macam-macam padaku," jawab Yura
"Tentu saja, aku tidak akan menyakitimu ... " kata Arvan
"Karena aku menerima misi dan mengikutimu untuk melindungimu, Yura. Bukan sebaliknya, jadi sangat tidak mungkin aku menyakitimu," batin Arvan
Setelah Arvan membuka kunci pintu, pintu kamar tersebut pun terluka. Yura pun langsung melangkah masuk ke dalam kamar penginapan tersebut.
"Lagi pula, apa yang perlu dikhawatirkan? Ada 2 ranjang di sini. Kita akan tidur di ranjang masing-masing," ujar Yura
"Ya, kau memang benar ... " kata Arvan
"Meski begitu, tetap saja aku tidak pernah menyangka akan seperti ini jadinya dan mengalami hal seperti ini pada waktu seperti ini. Entah ini adalah berkah atau musibah. Apa ini hal baik atau buruk?" batin Arvan
Begitu masuk ke dalam kamar penginapan, Yura langsung memilih salah satu ranjang di antara dua ranjang yang ada di dalam kamar tersebut. Gadis bercadar itu lebih memilih ranjang yang ada di dekat jendela kamar.
__ADS_1
Yura pun langsung merapikan dan membereskan barang bawaan miliknya.