One & Only

One & Only
97 - Melibatkan dan Terlibat.


__ADS_3

Saat Yura sedang berjalan menuju ke kediaman Ratu, banyak mata para pekerja Istana Kerajaan yang mengarah padanya. Entah itu tatapan tajam atau lirikan sinis, semua berbisik-bisik di belakangnya dari kejauhan. Yura menyadari hal itu dan mengabaikannya.


Yura sudah menduga hal seperti ini akan terjadi. Namun, ia tidak menyangka kalau rumor akan gosip yang telah terjadi semalam akan tersebar dengan sangat cepat. Meski begitu, Yura pun bisa menebak siapa sumber yang pertama kali menyebarkan rumor tersebut.


"Rupanya, gosip tersebar dengan sangat cepat dalam waktu hanya semalam. Namun, aku tahu kalau Selir Kedua dan kedua pelayannya pasti ada di balik tersebarnya gosip itu ... " batin Yura yang terus berjalan seperti biasa dengan mengabaikan orang-orang yang bergosip sambil menatap ke arahnya.


"Lihatlah, dia pasti menganggap cadarnya bisa menjadi pemikat. Bisa-bisanya semalam dia membuka cadar untuk merayu Baginda Raja."


"Yang tidak disangka, ternyata dia adalah saudari kembar Yang Mulia Ratu. Dia menggunakan wajahnya yang mirip dengan Yang Mulia Ratu untuk memikat dan merayu Baginda Raja."


"Sungguh, sangat licik. Bisa-bisa dia mengkhianati Yang Mulia Ratu yang merupakan saudari kembarnya sendiri dengan mengharapkan posisi untuk menjadi Selir Baginda Raja."


Kurang lebih, seperti itulah desas-desus yang terdengar. Bahkan awalnya tidak semua orang tahu bahwa dirinya adalah saudari kembar Ratu dan kini identitasnya telah terungkap meski tetap memakai cadar hanya karena gosip yang bahkan tidak benar.


Saat itu ada Pevita dan Rio yang bertemu dengannya dan akhirnya mereka berjalan bersama menuju ke kediaman Ratu.


"Selamat pagi, Nona Yura ... " sapa Rio


"Selamat pagi. Harusnya pada jam ini kalian berdua sudah ada di kediaman Ratu untuk melindunginya. Lain kali kalian berdua harus bergerak lebih pagi lagi," ujar Yura


"Dimengerti, Nona. Namun, sepertinya banyak orang yang menatap ke arah sini. Atau ini hanya perasaan saya saja?" tanya Pevita


"Biarkan dan abaikan saja mereka," jawab Yura


"Yang seperti ini sudah sering kami lihat saat bekerja di Vila Kerajaan, mereka pasti sedang bergosip. Sungguh, seperti tidak ada kerjaan saja ... " kata Rio


"Yang mereka lihat hanya aku. Gosip sudah tersebar dengan sangat cepat. Apa kak Yuna juga sudah mendengarnya? Namun, sepertinya Pevita dan Rio masih belum mengetahuinya, jadi kuharap kak Yuna juga sama. Bagaimana pun juga harus aku sendiri yang meluruskan kesalah-pahaman ini dengan kak Yuna," batin Yura


Begitu tiba di kediaman Ratu, Yura dan Pevita beranjak masuk, sedangkan Rio berjaga di depan pintu.

__ADS_1


Pevita masuk karena melaporkan kedatangannya dengan Rio dan menunggu perintah langsung dari Ratu. Namun, karena Ratu tidak menurunkan perintah atau tugas apa pun, Pevita pun beranhak ke luar dan berjaga di depan pintu bersama Rio.


Karena di dalam kediaman sudah ada Yura dan Manda, pelayan Ratu yang mempunyai kemampuan bela diri. Maka cukuplah keduanya melindungi Ratu dari dekat di dalam kediaman Ratu. Jadi, Pevita dan Rio ditugaskan untuk berjaga di depan pintu kediaman Ratu.


"Yura, kenapa kau kaku seperti itu? Seperti tidak biasa saja, duduklah. Apa kau sudah makan? Kalau belum, mari makan bersamaku ... " ujar Ratu


"Aku sudah makan sebelum datang ke sini. Silakan Kak Yuna makan saja," kata Yura


"Kini keseharianku jadi kembali seperti dulu. Bahkan tidak ada Arsha yang menemaniku makan bersama," gumam Ratu


Sebenarnya Yura pun belum makan atau mengonsumsi apa pun sebelum datang ke kediaman Ratu. Namun, Yura berkata seperti itu karena merasa bersalah pada Ratu, meski pun apa yang telah terjadi semalam bukanlah perbuatannya sendiri. Dan saat Ratu dengan berbaik hati menawarkan dirinya untuk makan bersama, maka rasa bersalah Yura semakin bertambah besar.


"Kalau Arsha ada di sini, dia pasti akan membenciku setelah apa yang terjadi. Dia pasti tidak lagi menganggapku sebagai Bibi-nya lagi karena merasa terlalu kecewa padaku," batin Yura


Bukan hanya di luar kediaman Ratu, bahkan kini ketiga pelayan pribadi Ratu pun memandangi Yura sambil saling berbisik.


Yura yang juga sudah menduga hal sejauh ini pun tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah dalam diam.


"Kalau begitu, duduklah jika kau memang ingin bicara. Jangan terus berdiri seperti itu," ujar Ratu karena sedari tadi Yura masih terus berdiri dengan tegak.


Namun, alih-alih beranjak duduk, Yura justru malah bersimpuh berlutut di hadapan kaki Ratu.


"Kak, aku sudah berbuat kesalahan besar. Kumohon tolong beri hukuman untukku," ucap Yura meminta setelah menunggu sampai Ratu menyelesaikan makannya.


"Memangnya kesalahan besar apa yang bisa kau perbuat di usia ini? Jangan bilang ... kau tidak membunuh orang, kan?" tanya Ratu yang masih belum tahu apa yang telah terjadi dan apa yang sedang dimaksud oleh Yura.


Yura menggeleng pelan. Saat itu, Ratu baru menyadari bahwa ini adalah masalah serius. Karena Yura bahkan tidak mau membicarakannya sambil duduk dan lebih memilih bersimpuh lutut di bawahnya.


"Aku sungguh merasa bersalah padamu dan akan semakin bersalah jika aku yang mengatakannya langsung padamu. Aku hanya tidak ingin kau menjadi salah paham dan membuat hubungan kita berdua menjadi buruk, tapi aku sadar kalau ucapanku yang ambigu ini justru dapat membuat kekhawatiranku menjadi nyata. Percaya atau tidak, bukan aku yang berbuat sejauh itu. Namun, aku pun tidak bisa mencegah lebih banyak, tapi kesalahan itu bahkan tidak benar-benar terjadi. Sekarang apa yang harus aku lakukan?" tanya Yura

__ADS_1


"Kau adalah saudari kembarku, Yura. Terkadang kau menjadi jauh lebih dewasa dan terkadang juga sebaliknya. Apa kau sungguh tidak bisa mengatakan padaku, apa yang telah terjadi?" tanya balik Ratu


Yura hanya terdiam.


"Baiklah, aku akan berusaha mengerti dirimu. Ini seperti permainan lama. Kau berkata merasa bersalah atas kesalahan yang bukan kau perbuat, jadi kesalahanmu adalah tidak bisa mencegah sesuatu terjadi, tapi kesalahan itu bahkan tidak benar-benar terjadi. Kau tidak sanggup mengatakannya karena masalah ini melibatkan orang yang mungkin kau anggap penting dan bisa membuat hubungan kita memburuk karena terjadi kesalah-pahaman," tutur Ratu


"Aku tidak pernah takut dengan apa pun, sekali pun seluruh orang di dunia ini salah paham terhadapku. Namun, yang membuatku merasa takut adalah jika kau yang salah paham hingga membuat hubungan kita menjadi buruk. Aku sungguh tidak ingin hal itu terjadi," ucap Yura


"Sungguh, teka-teki yang rumit. Apa ada yang berusaha menjebakmu? Kalau begitu, aku minta agar kau mengatakan beberapa hal terkait. Masalahmu kali ini melibatkan siapa dan siapa yang terduga ikut terlibat?" tanya Ratu


"Itu, selir kedua yang melibatkan aku dan dalam hal ini bukan hanya aku, tapi juga ada Baginda Raja. Selir kedua membuat rencana agar tampak seolah aku dan Baginda Raja, kami berdua saling terlibat ... " jawab Yura


"Sudah kubilang, jangan sampai kau dijadikan target oleh kedua selir. Harusnya kau tidak terlibat. Selir kedua pasti berusaha mempersulit dirimu bahkan merusak hubungan kekeluargaan antara kau dan aku, juga antara aku dan Raja ... " kata Ratu


"Sudah kubilang, aku tidak takut. Yang kutakutkan adalah penilaianmu terhadapku menjadi buruk dan hubungan kita menjadi rusak. Lalu, tidak peduli jika ada yang menargetkan diriku, asalkan tidak menargetkan dirimu. Akan aku terima sekali pun ada yang melukaiku, tapi bahkan mereka malah ingin merusak hubungan baik antara kita dan kau dengan Raja. Mungkin mereka menganggap aku adalah kelemahanmu. Aku jadi merasa, apa aku tidak seharusnya ada di sini agar hubunganmu dengan Raja tidak rusak karena aku? Apa aku harus pergi dari Istana Kerajaan ini?" tanya Yura


"Baik kau atau Raja, aku tahu kalian berdua orang seperti apa. Kalian tidak mungkin mengkhianatiku. Kita adalah keluarga, jadi tidak ada yang bisa merusak hubungan ini. Kau tidak perlu pergi, biar aku saja yang membahas masalah ini dengan Raja. Setelah ini aku akan mengantarkan makanan sekalian menemui Raja untuk membahas masalah ini," jawab Ratu


"Kak Yuna, jangan sampai hubunganmu dengan Raja menjadi rusak karena aku atau adanya masalah kali ini. Seperti aku yang tidak ingin kau salah paham denganku, kumohon jangan salah paham atau marah pada Raja," ucap Yura


"Kau tenang saja. Kalian berdua adalah orang yang selalu bisa kupercaya. Aku hanya ingin menanyakan agar tahu apa yang telah terjadi, karena kau tidak sanggup mengatakannya sendiri padaku. Aku sangat tahu jika ada masalah yang rumit seperti ini kau pasti enggan untuk makan, kau pasti berbohong saat mengatakan sudah makan ... " ujar Ratu


"Karena kau mungkin tidak nyaman makan denganku karena rasa bersalahmu setelah apa yang telah terjadi meski pun itu bukan salahmu, maka pergilah untuk makan di tempat lain. Pokoknya kau harus makan karena kalau kau ingin menyelesaikan masalah kali ini, kau harus tetap sehat. Jadi, jangan sampai lupakan makan ... " sambung Ratu


"Baiklah, Kak. Maaf, karena aku tidak bisa mengantarkanmu untuk menemui Raja dan terima kasih sudah mauendengarkan aku bahkan membantuku menyelesaikan masalah ini bersama," kata Yura


"Tidak masalah. Karena ini juga menyangkut Raja, jadi ini adalah masalah kita bersama. Terima kasih juga karena sudah mengatakan hal ini padaku, meski pun kau tidak bisa mengatakan secara keseluruhannya. Aku tidak berharap hal serupa akan terjadi lain kali, tapi kuharap kau akan selalu ingat untuk menceritakan apa pun itu padaku ... " ucap Ratu


"Aku mengerti. Kalau begitu, aku pergi dulu. Permisi," ujar Yura yang lalu beranjak ke luar dari kediaman Ratu.

__ADS_1


Yura sudah menduga. Sejak Ratu memintanya mengatakan siapa yang terlibat dan melibatkan siapa, dan saat Yura menjawabnya, maka Ratu pasti sudah bisa menebak apa yang telah terjadi. Yura merasa sedikit lega saat Ratu tidak salah paham padanya dan justru malah ingin membantunya menyelesaikan masalah tersebut.


__ADS_2