One & Only

One & Only
85 - Kejutan Untuk Putra Mahkota.


__ADS_3

Beberapa hari sebelum Putra Mahkota pergi ke Akademi Kerajaan.


Secara khusus Raja makan sarapan pagi bersama Ratu dan Arsha karena ingin menyampaikan kejutan untuk Arsha sebelum akan pergi ke Akademi Kerajaan untuk bersekolah.


Usai sarapan pagi bersama, Raja meminta Arsha mengikutinya ke suatu tempat untuk memperlihatkan kejutan yang sudah disiapkan di sana. Ratu pun ikut bersama suami dan anaknya.


"Sebenarnya Ayah ingin membawaku ke mana? Padahal aku sudah akan pergi, kejutan apa yang akan Ayah berikan padaku?" tanya Arsha


"Kau lihat saja nanti. Ayah harap kau suka dengan kejutannya," jawab Raja


"Apa Ibu tahu sesuatu tentang kejutan yang akan Ayah berikan padaku?" tanya Arsha


"Sama sekali tidak. Ayah-mu mempersiapkan kejutan ini sendiri secara diam-diam tanpa kompromi dengan Ibu," jawab Ratu


"Kalau begitu, di mana bibi Yura? Aku ingin melihat kejutan yang diberikan oleh Ayah bersamanya," ujar Arsha bertanya.


"Ayah sudah menyuruh pelayan untuk meminta bibi Yura-mu agar lebih dulu berada di tempat kejutanmu sebelum ini, jadi pasti dia sudah ada di sana sambil menunggu sampai kau datang ... " jelas Raja


"Aku jadi semakin merasa penasaran," gumam Arsha


Yura langsung menuju ke suatu tempat sesuai yang dikatakan oleh pelayan suruhan Raja. Ternyata, Arvan sudah lebih dulu berada di sana.


"Kau juga ada di sini, rupanya. Apa kau juga diminta oleh Raja untuk datang ke tempat ini?" tanya Yura


"Ya, Raja ingin menyiapkan kejutan untuk Putra Mahkota Arsha sebelum pergi sekolah ke Akademi Kerajaan," jawab Arvan


"Begitu, rupanya. Jadi, ini kejutan untuk Arsha? Seekor kuda putih?" tanya Yura


"Benar. Karena Arsha sudah belajar bahkan suka berkuda, Raja ingin memberikan seekor kuda untuk dijadikan milik Arsha sendiri," jelas Arvan


"Kuda yang cantik. Tidak, karena sepertinya ini adalah kuda jantan, jadi ini adalah kuda yang tampan dan gagah," ujar Yura


"Benar, kuda ini seekor jantan. Apa kau sangat menyukai kuda, Yura?" tanya Arvan


"Ya, aku menyukai kuda seperti suka dengan senjata. Aku pun ingin mengoleksi kuda pada setiap warnanya. Namun, karena tidak pernah berdiam tempat yang sama karena sebelumnya selalu mengembara, jadi aku belum sempat mewujudkan keinginan ini," ungkap Yura


"Pada kebanyakan gadis lebih ingin mengoleksi gaun dan perhiasan, tapi kau sangat berbeda ... " ujar Arvan


"Aku juga menyukai yang seperti itu, tapi tidak terlalu. Seperti itu bukan yang diutamakan," kata Yura


"Sepertinya kau menyukai hal-hal yang cantik tanpa membedakannya," sahut Arvan

__ADS_1


"Memang benar. Sebentar, aku ingin mengambil sesuatu yang mungkin dibutuhkan nanti," ujar Yura yang langsung beralih pergi dari sana.


"Yura ingin mengoleksi kuda. Akan kuingat hal ini ... " batin Arvan sambil tersenyum.


Di sana Arvan seorang diri memegangi tali pengekang kuda sambil menunggu Yura kembali. Juga menunggu, Raja, Ratu dan Arsha yang belum datang.


Terus mengikuti arah jalan Raja, akhirnya Arsha dan Ratu sampai di suatu tempat. Itu adalah tanah lapang kosong berumput di dalam Istana Kerajaan. Di sana sudah ada Yura dan Arvan, serta seekor kuda putih.


"Bagaimana, Arsha? Apa kau suka dengan kejutannya?" tanya Raja


"Ayah memberi seekor kuda untukku sebagai kejutan?" tanya balik Arsha


"Benar. Kau ingin punya kuda milikmu sendiri, kan?" tanya balik Raja lagi.


"Ya, memang benar. Aku sangat suka dengan kejutannya, Ayah. Terima kasih banyak," ungkap Arsha


"Sama-sama, Putraku. Ini adalah kuda remaja yang belum dewasa. Tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu rendah, jadi sangat cocok untukmu. Maaf, Ayah baru memberikannya padamu saat kau sudah ingin pergi untuk sekolah ke Akademi Kerajaan," ujar Raja


"Tidak masalah, Ayah. Lagi pula, aku memang baru mempelajari cara berkuda dalam beberapa waktu terakhir ini. Selama aku sekolah di Akademi Kerajaan nanti, pasti aku dan kuda ini sudah sama-sama tumbuh besar dan tinggi," ucap Arsha


"Selama itu, Bibi yang akan merawat dan melatih kuda milikmu ini hingga menjadi kuda yang cerdas dan tangguh. Tenang saja," kata Yura


"Memang, tapi itu juga kami berdua baru tahu hari ini sebelum kau datang. Baginda Raja menyuruh Paman untuk membantu mempersiapkan kejutan untukmu," jawab Arvan


"Bahkan Bibi baru tahu setelah Paman Arvan sebelum kau datang barusan," sahut Yura


"Apa kau merasa senang, Arsha?" tanya Ratu


"Tentu saja, Bu. Aku sangat senang," ungkap Arsha


"Jadi, akan kau beri nama siapa kuda ini, Arsha?" tanya Yura


"Benar, kau harus memberinya nama. Ayah juga punya seekor kuda yang diberi nama, Bastian ... " kata Raja


"Bisakah Bibi mencarikan nama yang cocok untuk kuda ini?" tanya Arsha


"Meminta bantuan Bibi memilihkan nama, bisa saja. Karena ini adalah kuda jantan ... bagaimana kalau, Philip?" tanya balik Yura yang memberi saran.


"Philip, si kuda putih. Nama yang bagus, aku setuju ... " jawab Arsha


"Kalau begitu, kau harus mulai mengakrabkan diri dengan kuda milikmu dari sekarang, Arsha. Ini sudah Bibi bawakan wortel sebagai makanannya. Kau harus memberi makan kuda milikmu sendiri," ujar Yura sambil mengeluarkan sebuah wortel dari sekarung penuh berisi wortel.

__ADS_1


"Baiklah, Bibi. Aku akan melakukannya seperti yang pernah kau ajarkan padaku," kata Arsha sambil mengambil sebuah wortel yang diberikan oleh Yura.


Arsha pun berjalan ke hadapan kuda putih yang sudah menjadi miliknya dan mulai menyodorkan sebuah wortel pada kuda yang telah diberi nama Philip itu.


Awalnya kuda putih yang masih remaja itu terkejut saat tiba-tiba ada seseorang yang muncul di hadapannya. Namun, lama-lama kuda itu mendekat dan melahap wortel yang disodorkan oleh Arsha padanya. Arsha pun tersenyum saat kuda miliknya mulai mengunyah wortel pemberian darinya.


"Makanlah dan tidak perlu takut denganku ... " kata Arsha yang mengajak bicara pada kuda putih miliknya.


"Bagus. Namaku, Arsha. Dan kini namamu adalah Philip, sekarang kita berteman baik, ya ... " gumam Arsha sambil mengusap dan membelai kepala kuda putih itu.


"Apa kau ingin menunggangi kudanya? Kalau begitu, kau juga harus belajar memasang pelana pada punggung kuda. Bibi akan bantu mengajari caranya padamu," ujar Yura


"Ya. Mohon bantuannya, Bibi ... " kata Arsha


Setelah memberi makan beberapa wortel pada kuda putih, Arsha pun melepas tali pengekang dan mulai memasangkan pelana pada punggung kuda dengan bantuan Yura sebelum menunggangi kuda baru miliknya itu.


"Sekarang tunjukkanlah kemampuan berkudamu pada kami di sini. Lakukanlah seperti yang sudah kau pelajari sebelumnya," ucap Yura


"Aku mengerti, Bibi ... " sahut Arsha


Arsha pun mulai menaiki kuda miliknya. Dengan gerakan perlahan kuda putih itu mulai berjalan atas kendali Arsha.


Dengan beberapa kali hentakan pada tali kendali, Arsha mulai mengendalikan laju kuda untuk berlari pada kecepatan rata-rata.


"Sungguh tidak disangka, Arsha sudah mampu membawa kuda berlari secepat itu padahal belum lama mulai berlatih ... " kata Raja


"Apa itu tidak berbahaya untuknya?" tanya Ratu yang merasa khawatir melihat putranya berlari menunggang kuda dengan cepat.


"Aku sebagai gurunya yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada Arsha. Namun, dapat kujamin Arsha sudah belajar dengan baik dan akan baik-baik saja," jelas Yura


"Kau adalah guru yang hebat, Yura ... " puji Arvan


"Bukan aku, tapi Arsha-lah murid yang berbakat. Dia sangat cepat memahami apa pun yang diajarkan padanya," kata Yura


"Namun, katanya kemampuan seorang murid diturunkan dari gurunya. Kau yang telah menularkan bakatmu pada Arsha tanpa disadari," ujar Raja


"Terima kasih atas pujian Anda, Baginda Raja ... " ucap Yura


"Padahal yang kukatakan tadi juga pujian, tapi kenapa kau seolah lebih senang saat Raja memujimu, Yura? Apa kau sungguh tidak memandangku?" batin Arvan yang merasa sedih.


Setelah melakukan beberapa putaran, Arsha pun menghentikan laju kuda miliknya. Saat itulah Putra Mahkota dibanjiri beberapa pujian atas kemampuan dan bakatnya menunggang kuda.

__ADS_1


__ADS_2