
"Baiklah. Kalau begitu, aku akan menceritakannya dari awal yang kutahu. Dari yang kudengar dahulu ada 4 suku yang wilayahnya tidak termasuk dari negara mana pun. Namun, keempat wilayah suku ini terletak di masing-masing daerah pinggiran suatu negara kerajaan yang berbeda. Masing-masing suku tersebut adalah suku Utara, suku Selatan, suku Timur, dan suku Barat," ungkap Yura yang mulai bercerita sesuai yang diminta padanya.
"Dari yang terdengar suku Utara dan suku Selatan telah musnah karena wilayahnya direbut paksa oleh negara terdekat dengan kedua wilayah suku tersebut. Dengan dalih bahwa kedua negara kerajaan itu merasa bahwa wilayah kedua suku itu adalah daerah pinggiran yang memang telah dimiliki oleh negara kerajaan, maka terjadilah perang perebutan wilayah hingga akhirnya suku Utara dan suku Selatan musnah karena berusaha mempertahankan kedua wilayah suku mereka," sambung Yura
"Lalu, apa yang terjadi dengan dua suku yang tersisa, Bibi?" tanya Arsha
"Suku Timur dan suku Barat yang memiliki hubungan erat dengan kedua suku lainnya yang sudah musnah itu merasa sedih karena semua yang telah terjadi hingga kedua suku yang tersisa membuat perjanjian dari suatu kesepakatan. Kedua suku berjanji dan sepakat bahwa akan melindungi wilayah dan anggota suku masing-masing agar tidak musnah seperti kedua suku lainnya. Hingga suatu hari suku Barat menerima perdamaian dan menggabungkan wilayah dengan negara Kerajaan ini," jelas Yura
"Setelah mendengar kalau suku Barat telah bergabung dengan Negara Kerajaan Chuya, suku Utara menjadi marah karena menganggap suku Barat telah melanggar perjanjian yang telah disepakati oleh kedua suku dahulu. Setelah sempat mengungkap kemarahan, semua menjadi tenang antara suku Barat dan suku Timur. Namun, ternyata setelah bertahun-tahun berlalu, setelah suku Timur bergabung dengan negara Kerajaan Brande, suku Timur malah meminta bantuan pihak kerajaan Brande untuk menyerang wilayah suku Barat dari negara Kerajaan Chuya agar suku Barat kembali berdiri menjadi wilayah pribadi tanpa termasuk negara mana pun," sambung Yura
"Saat itulah perang antar suku terjadi dan aku termasuk yang membantu perang itu berakhir. Suatu hari aku yang kebetulan lewat melihat pertempuran, aku yang awalnya hanya ingin lewat mau tak mau harus ikut dalam pertempuran itu apa lagi saat aku juga ikut jadi sasaran meski tidak tahu apa yang terjadi. Aku tidak bisa diam saja, aku juga sempat mengobati banyak orang di sana. Pertarungan terjadi kurang lebih selama sebulan tanpa henti," lanjut Yura lagi.
Yura pun menceritakan secara lengkap apa saja yang telah terjadi saat itu.
__ADS_1
"Aku tidak mengerti, Bibi. Suku Timur bahkan juga sudah bergabung dengan negara Kerajaan Brande, tapi kenapa mereka malah menyerang suku Barat padahal sebelumnya saling berhubungan baik? Apa suku Timur ingin suku Barat memisahkan diri dari negara Kerajaan Chuya dan menjadi wilayah pribadi lagi bahkan setelah suku Timur bergabung dengan negara Kerajaan Brande? Lalu apa yang ingin dilakukan suku Timur setelah itu kalau keinginannya berhasil tereujud? Apa suku Timur ingin melepaskan diri dari negara Kerajaan Brande dan menjadi wilayah pribadi lagi? Tidak akan semudah itu, kan?" tanya Arsha
"Entahlah, Arsha. Mungkin itu adalah bentuk keegoisan dari suku Timur itu sendiri atau ada campur tangan negara Kerajaan Brande yang menyiasati suku Timur untuk mencari keuntungan pribadi dengan membuat perpecahan antar dua suku, itu adalah masalah internal antara suku Timur dengan negara Kerajaan Brande dan Bibi tidak tahu apa pun soal itu. Mungkin ada orang lain yang tahu lebih jelas soal itu semua," jawab Yura
"Lalu, apa Bibi Yura tahu soal alasan suku Barat bersedia bergabung dengan negara Kerajaan Chuya kita padahal sudah ada perjanjian kesepakatan dengan suku Timur?" tanya Arsha
"Sebenarnya Bibi juga tidak tahu pasti soal itu dengan jelas, tapi saat Bibi berada di wilayah suku Barat, Bibi pernah mendengar kalau suku Barat menganggap perjanjian kesepakatan dengan suku Timur untuk melindungi wilayah masing-masing agar tidak musnah seperti suku Utara dan suku Selatan adalah suatu usaha untuk mempertahankan wilayah dan anggota suku agar tetap ada dan utuh, terlepas dari apa pun caranya," ungkap Yura
"Makanya, saat negara Kerajaan Chuya menawarkan perdamaian dan penggabungan wilayah, suku Barat bersedia menerima penawaran tersebut. Karena negara Kerajaan Chuya kita juga menjanjikan perlindungan pada suku Barat, pasti akan berbeda jadinya kalau negara Kerajaan Chuya kita mendeklarasikan perang dan perebutan wilayah. Namun, sepertinya suku Timur tidak ingin suku Barat tergabung dengan negara Kerajaan Chuya kita dan ingin suku Barat tetap menjadi wilayah pribadi yang berdiri sendiri," sambung Yura
"Dulu pada masa-masa itu itu, ada surat yang datang dari wilayah suku Barat tanpa nama pengirim yang isinya memberi tahukan dan meminta pihak Kerajaan untuk membantu memeriksa kondisi pasca pertempuran antar suku. Saat itu adalah masa pengangkatan aku dan Yuna dari Putra dan Puri Mahkota menjadi Raja dan Ratu. Semua orang sangat sibuk dan kalau bukan karena ada kiriman surat itu kami tidak tahu keadaan suku Barat saat itu. Apa pengirim surat itu adalah dirimu, Yura?" tanya Raja
"Benar, saya yang mengirim surat itu. Karena saat itu saya sudah harus pergi mengembara lagi, jadi saya ingin meninggalkan wilayah suku Barat dengan tenang jika ada pihak Kerajaan yang memastikan semua baik-baik saja," jawab Yura
__ADS_1
"Padahal aku segera pergi ke wilayah suku Barat setelah surat itu sampai di Istana Kerajaan. Sayang sekali kau sudah pergi saat itu hingga kita tidak bisa bertemu saat itu," ujar Arvan
"Saat itu aku memang sudah pergi dari kediaman tempat menginap di suku Barat, tapi aku belum benar-benar pergi meninggalkan wilayah suku Barat. Aku menunggu di suatu padang rumput wilayah suku Barat sambil melihat dari kejauhan. Saat dari jarak kejauhan itu aku melihat ada utusan kerajaan yang datang menuju wilayah suku Barat, barulah aku pergi meninggalkan wilayah suku Barat. Sepertinya yang kusangka utusan kerajaan adalah dirimu, Arvan," ucap Yura
"Kalau begitu, pantas saja saat aku datang saat itu sudah ada orang suku Barat yang menyambutku di sana. Sepertinya mereka bukan sedang menyambut kedatanganku, melainkan mereka habis mengantarkan kepergian penyelamat suku Barat yang berjasa dan pemberani," ujar Arvan
"Penyelamat apanya? Aku hanya orang yang kebetulan lewat," sahut Yura
"Jika saat itu kau berada di wilayah suku Barat, kenapa kau tidak mampir untuk pulang ke rumah umtuk mengunjungi keluarga atau bahkan ke Istana Kerajaan untuk melihatku, Yura?" tanya Ratu
"Sudah kubilang saat itu aku hanya kebetulan lewat untuk mencari sesuatu, bahkan jika tidak ada pertarungan itu aku sudah langsung pergi pada hari itu juga. Saat aku menetap untuk membantu wilayah suku Barat, aku sudah mengirim surat ke rumah. Bahkan di surat yang aku kirim ke Istana Kerajaan, aku juga sudah memberi selamat untuk Raja dan Ratu baru setelah diadakan acara penobatan," jelas
"Tapi, kau bahkan tidak menulis nama pengirim pada suratnya saat itu. Mana kutahu kalau itu adalah surat yang kau kirim?" tanya Ratu
__ADS_1
"Aku hanya lupa menuliskan nama pada suratnya saat itu," jawab Yura
Saat itu, Arvan tampak terdiam memikirkan sesuatu.