One & Only

One & Only
17 - Memilih Kamar.


__ADS_3

Usai makan pagi bersama, mereka pun dipersilakan untuk memilih kamar yang akan ditempati. Mereka semua akan mengambil 4 kamar, yaitu 1 kamar untuk Raja dan Ratu, 1 kamar untuk Putra Mahkota, 1 kamar untuk Dokter Penasehat Arvan, dan 1 kamar untuk saudari kembar Ratu.


Raja mengantarkan Putra Mahkota untuk memilih kamar sesukanya bersama Arvan, sedangkan Yura menemani Ratu memilih kamar untuk ditempati bersama Raja nanti.


Sebenarnya, Yura hanya ingin terus menemani saudari kembarnya ke mana pun untuk melindunginya. Meski pun, tempat itu adalah Vila milik Kerajaan sekali pun, Yura terus berjaga-jaga dan waspada demi keselamatan Ratu. Sedangkan, Raja ingin memanjakan putra kesayangannya dengan Ratu agar bisa berkeliling bersama dengan dalih memilih kamar disertai pengawalan bersama Arvan. Pria yang paling dihormati di negeri ini hanya ingin mengakrabkan diri dengan sang anak karena biasanya hanya sibuk bekerja.


Setelah memilih kamar, koper barang pun diantarkan ke masing-masing kamar yang telah dipilih.


"Ini koper barang milikmu dan Raja? Kalau begitu, biar aku periksa isi kopermu dulu supaya lebih aman," ujar Yura usai memeriksa seluruh isi permukaan di dalam kamar tersebut.


"Koper barang milik Raja biar aku yang periksa," kata Ratu


"Jangan, maksudku biar aku selesaikan memeriksa koper barang milikmu dulu supaya aku bisa ikut memantau saat kau memeriksa koper barang milik Raja. Kalau-kalau ada seseorang memasukkan benda yang berbahaya jika disentuh di dalamnya, aku bisa langsung melarangmu untuk menyentuhnya," ucap Yura


"Ini memang agak merepotkan, harusnya tadi Arvan biarkan saja aku mengurus semua koper barang sendiri. Jadi, setelah itu tidak perlu repot untuk memeriksanya lagi seperti ini," sambung Yura


"Kau sendiri yang membuat dirimu menjadi repot. Sebenarnya kau bisa saja membiarkan para pelayan membantu mengurus masalah penginapan kita di sini dan tidak perlu banyak merasa curiga, tapi kau bersikeras ingin melakukannya sendiri," ujar Ratu


"Aku seperti ini juga demi kebaikan dan keselamatan. Meski pun, tempat ini adalah Vila milik Kerajaan, di sini tetaplah dunia luar bagimu yang selalu berada di dalam Istana Kerajaan. Di dalam Istana Kerajaan saja kau bisa mendapat celaka, apa lagi di luar sini yang tempatnya bahkan jarang ditempati," kata Yura


"Maafkan aku, Yura. Kami mengajakmu untuk ikut berlibur ke sini, supaya kau tidak merasa suntuk di Istana Kerajaan, tapi kau malah masih saja bekerja keras untuk kami bahkan saat berlibur seperti ini. Kau juga pasti merasa sangat khawatir saat aku lama tak sadarkan diri," ucap Ratu


"Tidak masalah, Kak. Seperti katamu, aku sendirilah yang ingin seperti ini. Aku memang sempat merasa sangat khawatir tentang keadaanmu sebelumnya, tapi yang penting sekarang kau sudah baik-baik saja. Tidak seperti gadis lain pada umumnya, aku ini kuat dan cepat, jadi aku pasti bisa mengurus banyak hal dengan baik. Makanya, biarkan aku terus berada di dekatmu dan memastikan keamananmu seperti ini. Kau hanya perlu memerhatikanku dengan perasaan bangga," ujar Yura


"Tentu saja, aku merasa bangga padamu. Kau adalah adikku yang sangat baik," kata Ratu

__ADS_1


Usai memeriksa langsung isi koper barang milik Ratu, Yura pun memerhatikan dengan seksama saat saudari kembarnya sedang memeriksa isi koper milik sang suami.


Yura tidak bisa ikut campur atau memeriksa langsung barang milik suami sang kakak yang merupakan orang terhormat di negeri ini, oleh karena itu Yura hanya bisa memerhatikannya dari samping.


Semua tampak aman, hingga bagian paling bawah koper milik Raja ditemukan sesuatu.


"Sudah kubilang, bukan? Tidak ada yang mencurigakan pada koper barang kami," ujar Ratu


"Tunggu dulu. Kalau memang begitu, itu apa di bagian paling bawah koper milik Raja?" tanya Yura


Itu adalah beberapa lembar kertas dan buku besar. Ratu pun mengambilnya.


"Ini adalah dokumen istana," ungkap Ratu


"Raja-ku memang sangat sibuk," kata Ratu


"Aku memang sempat tak menyangka saat Raja mengatakan usulan untuk berlibur, karena kupikir hal seperti ini tidak bisa dilakukan oleh Raja yang selalu sibuk dengan pekerjaannya," ucap Yura


...


Arsha masih sibuk melihat pemandangan indah dari jendela kamar yang akan ditempati olehnya.


"Ayahanda, bukankah kata Anda ini adalah kamar terbaik di Vila ini? Jadi, aku sungguh boleh memakai kamar ini untuk diriku sendiri?" tanya Arsha


"Tentu saja. Sesuai kataku, kau boleh memilih kamar mana pun yang kau inginkan, termasuk kamar terbaik di sini," jawab Raja

__ADS_1


"Terima kasih, Ayahanda ... " ucap Arsha


"Arsha, Ayah ingin melihat Ibunda Ratu-mu dulu. Karena kau masih ingin melihat pemandangan dari kamar ini, Ayah tinggal dulu. Paman Arvan yang akan menemanimu di sini," ujar Raja


"Baik, Ayahanda ... " kata Arsha


Raja pun beralih untuk menemui Ratu. Dengan bertanya pada pelayan yang masih berada di lorong-lorong kamar Vila, Raja bisa menemukan kamar yang dipilih oleh Ratu dengan mudah.


Begitu masuk ke dalam kamar, dilihatnya Ratu dan Yura yang langsung menyambut dengan salam hormat.


"Kami baru saja memeriksa barang di dalam koper," kata Ratu


"Karena Raja sudah ada di sini, kalau begitu saya permisi ke luar ... " ujar Yura


"Yura, kau tidak perlu lagi memeriksa atau memastikan keamanan di setiap tempat di Vila ini. Sejak berencana untuk membawa kalian semua berlibur ke sini aku sudah meminta bahkan mengirim orang dari Istana Kerajaan untuk menyisir dan mengadakan inspeksi dadakan di seluruh tempat di Vila ini. Semuanya sudah dipastikan keamanannya. Kau juga pasti tahu bahwa sesuatu yang berlebihan itu juga tidak baik," ucap Raja


"Karena Baginda Raja sudah berkata seperti itu, kau boleh menikmati waktumu sendiri dengan berkeliling di sekitar Vila ini. Aku tahu kau suka yang seperti itu, melihat-lihat tempat yang baru kau kunjungi," ujar Ratu


"Kalau begitu, saya akan menuruti perkataan Baginda Raja dan Yang Mulia Ratu, tapi izinkan saya untuk memeriksa kamar yang ditempati Putra Mahkota. Ini akan jadi yang terakhir," ujar Yura


"Kau memang keras kepala. Baiklah, terserah kau saja. Di sana juga ada Arvan yang sedang menemani Arsha. Kau tanyakan saja kamar terbaik pada pelayan di lorong kamar di sanalah kamar Arsha," kata Raja


"Baik, terima kasih, Baginda ... " ucap Yura


Yura pun beranjak pergi dari kamar Raja dan Ratu tersebut, lalu beralih menuju ke kamar yang ditempati oleh Putra Mahkota. Tentu saja, setelah bertanya pada salah satu pelayan yang berada di lorong kamar.

__ADS_1


__ADS_2