One & Only

One & Only
105 - Guru Akademi Kerajaan.


__ADS_3

Pada hari Sabtu pagi, Yura beranjak menuju ke kediaman Ratu tanpa tahu apa yang sedang menantinya hari itu.


Begitu sampai di kediaman Ratu, Yura bertemu dengan Pevita dan Rio yang menyapanya saat terus berjaga di depan pintu.


"Selamat pagi, Nona Yura ... " sapa Pevita dan Rio secara bersamaan.


"Pagi, Pevita, Rio. Semangat yang bagus, kalian berdua. Teruskan kerja kalian, berjagalah dengan baik," balas Yura


"Baik, Nona," sahut Pevita dan Rio dengan patuh.


"Kalau begitu, aku masuk dulu ... " ujar Yura


"Silakan masuk, Nona Yura," kata Pevita dan Rio secara bersamaan.


Yura pun melewati penjagaan Pevita dan Rio, lalu membuka pintu dan masuk ke dalam kediaman Ratu.


Begitu masuk, di dalam kediaman juga ada yang menyambutnya. Salah satunya adalah seorang anak lelaki yang menyapanya dengan riang gembira.


"Bibi Yura!" serunya memanggil sambil menyapa.


"Arsha, kau ada di sini. Kapan kau datang dan sampai?" tanya Yura pada keponakan lelakinya.


"Aku sampai belum lama ini, aku sengaja pergi dari Akademi Kerajaan pagi-pagi sekali. Aku datang dengan kereta kuda Akademi Kerajaan," jawab Arsha yang datang mengunjungi Ratu pada kediaman di Istana Kerajaan dari Akademi Kerajaan saat akhir pekan.


"Rupanya, aku masih sangat lambat jika dibandingkan kereta kuda Akademi Kerajaan itu. Padahal aku juga sudah bersiap dari pagi buta, tapi aku masih kalah dengan Arsha yang bahkan datang dari jauh hanya untuk datang ke kediaman Ratu," gumam Yura


"Bagaimana kabarmu, Bibi Yura?" tanya Arsha


"Aku selalu baik. Apa kau tidak menanyakan kabar Ibunda Ratu-mu?" tanya balik Yura usai menjawab.

__ADS_1


"Kami sudah megobrol sedikit sebelum kau datang, Yura. Namun, kenapa kau baru datang hari ini, Arsha? Bukankah katanya kau boleh mengunjungi rumah setiap akhir pekan? Lalu, ini sudah sebulan sejak kau pergi ke Akademi Kerajaan. Bukankah harusnya kau sudah 4 kali pulang ke Istana?" tanya Ratu pada Sang Putra Mahkota.


"Maaf, Ibu. Aku hanya ingin lebih dulu beradaptasi di asrama Akademi Kerajaan agar bisa menjadi contoh pribadi yang disiplin bagi teman murid lainnya. Namun, aku sudah mengirim surat setiap minggu dan pada akhirnya aku juga dikalahkan oleh rasa rindu hingga memutuskan untuk pulang hari ini," ungkap Arsha


"Ibu juga merindukanmu, Sayang. Anak pintar, ternyata kau sudah bisa jadi lebih dewasa lagi dengan memberi contoh baik bagi temanmu. Itu sangat bagus," ucap Ratu


"Bagaimana dengan keseharianmu selama di Akademi Kerajaan, Arsha? Apa kau sudah punya banyak teman?" tanya Yura


"Belajar dengan guru yang berbeda dan banyak murid lain terasa menyenangkan. Memang ada dan sudah mendapat teman, namun tidak bisa dibilang banyak juga. Karena tidak mudah mendapat teman yang benar-benar tulus meski semuanya adalah anak seusiaku," jawab Arsha


"Mencari dan mendapat teman yang tulus sejak dulu pun memang sulit. Namun, hanya dengan terus bersikap baik dan tulus pasti dengan sendirinya akan ada banyak yang ingin berteman denganmu dengan tulus juga. Kau hanya perlu bersabar," ucap Yura


"Arsha, apa kau datang ke sini hanya seorang diri dengan kereta kuda beserta kusirnya yang mengantarmu?" tanya Ratu


"Soal itu aku datang bersama salah satu guru Akademi yang ikut menemaniku. Guruku bilang, dia ada suatu urusan hingga ikut pergi denganku. Namun, aku tidak tahu dan tidak bertanya tentang dan dengan siapa ia punya urusan. Aku juga berpisah begitu saja dengan guruku setelah turun dari kereta kuda," jelas Arsha


"Benarkah seperti itu? Lalu, siapa nama gurumu itu?" tanya Ratu


Setelah mengobrol bersama, akhirnya Yura menemani Ratu dan Arsha pergi untuk menemui Raja.


Saat sedang sibuk bekerja, pintu ruang kerja Istana Kerajaan diketuk dari luar hingga Rino beralih untuk membukakan pintu. Namun, tak lama kemudian Rino kembali dan langsung menghampiri Arvan.


"Tuan, ada tamu yang ingin menemui Baginda Raja," kata Rino


"Jika yang datang adalah Yang Mulia Ratu, maka biarkan langsung masuk saja. Kita bisa ke luar setelah Yang Mulia Ratu masuk," ujar Arvan


"Bukan Yang Mulia Ratu yang datang, melainkan seorang lelaki. Saya tidak mengenalinya. Namun, katanya dari Akademi Kerajaan. Namanya adalah Dean," ucap Rino


"Jika dari Akademi Kerajaan, mungkin ini tentang Yang Mulia Putra Mahkota. Biar aku menemuinya lebih dulu," kata Arvan yang langsung beranjak ke luar dari ruang kerja Istana Kerajaan.

__ADS_1


"Anda pasti adalah Tuan Penasehat Besar Kerajaan. Selamat pagi dan senang bertemu dengan Anda. Saya datang dengan keperluan untuk menemui Baginda Raja. Dari Akademi Kerajaan atas nama guru yang mengajar Yang Mulia Putra Mahkota, saya adalah Dean. Mohon izin untuk itu." Arvan langsung tampak terkejut begitu melihat tamu yang datang.


"Saya akan memberi tahu tentang kedatangan Anda pada Baginda Raja. Mohon tunggu sebentar lagi," kata Arvan yang kembali masuk ke dalam ruang kerja Istana Kerajaan.


Setelah memberi tahu pada Raja, Rino menghampiri tamu tersebut untuk mempersilakannya masuk dan menemui Raja.


Tamu yang merupakan guru Akademi Kerajaan pun masuk ke dalam ruang kerja Istana Kerajaan untuk menghadap dan menemui Raja secara bertatap muka langsung.


"Saya tidak tahu apa boleh lagi pantas bagi saya datang ke sini untuk menemui Anda seperti ini. Namun, karena telah memberanikan diri dan diberi izin, mohon terima salam dan hormat dari saya untuk Baginda Raja," ucapnya yang langsung membungkukkan badan.


Sama seperti Arvan, Raja pun tampak terkejut saat melihat kehadiran tamu tersebut. Bahkan Raja sampai bangkit dari balik meja kerjanya dan berjalan menghampiri ke depan tamu yang datang.


"Kudengar kau adalah guru dari Akademi Kerajaan. Senang bertemu denganmu dan salam kenal. Kuterima salam dan hormat darimu. Mohon tegakkan badan," kata Raja seolah ingin melihat dengan lebih jelas sosok tamu tersebut.


"Mohon maaf jika ada sikap saya yang tidak sopan di hadapan Anda," sahutnya saat berangsur menegakkan badannya.


"Namamu, Dean ... rupanya, kakak datang. Sudah kembali, syukurlah ... " ujar Raja yang langsung berhambur memeluk tamu di hadapannya.


"Saya sungguh merasa senang dan terhormat bisa bertemu dengan Anda secara langsung seperti ini. Semoga Anda diberkahi umur panjang dan sehat selalu," ucapnya, Dean.


"Terima kasih sudah mendoakanku, tapi sudah cukup salam dan hormatnya. Bagaimana kabarmu selama ini, Kak?" tanya Raja yang berangsur melepaskan pelukannya.


"Seperti yang bisa Anda lihat, saya baik-baik saja dan saya memulai kembali semuanya dengan menjadi guru di Akademi Kerajaan sejak saat sekolah itu baru dibangun. Syukurlah pihak mereka mau menerima saya yang melamar pekerjaan di sana," ungkap Dean


"Mari, kita duduk bersama dulu. Rino, tolong katakan pada pelayan untuk membawakan minuman," kata Raja yang langsung mengajak Dean untuk duduk bersama di sofa pada ruangan tersebut.


"Baik, Baginda Raja ... " sahut Rino dengan patuh.


Rino pun beranjak ke luar dengan rasa penasaran yang menghantam sanubari dirinya.

__ADS_1


Akademi Kerajaan memang baru selesai didirikan pada 4 tahun yang lalu dan selama 1 tahun setelahnya, pihak sana lebih dulu merancang sistem operasional dan jadwal belajar saat bersekolah nantinya hingga sekolah baru dibuka saat 3 tahun yang lalu dan Dean langsung diterima bekerja menjadi guru di sana.


Sedangkan sejak zaman dahulu, para kaum bangsawan, kerajaan dan rakyat lainnya lebih sering mendatangkan guru ke kediaman masing-masing.


__ADS_2