
Hari ini adalah waktu keberangkatan Arsha menuju ke Akademi Kerajaan. Dengan tujuan untuk belajar dan menuntut ilmu bersama lebih banyak orang dan teman, Arsha pun pergi meninggalkan Istana Kerajaan untuk sekolah karena kemungkinan besar Sang Putra Mahkota juga akan tinggal di asrama yang ada di Akademi Kerajaan.
Setelah semua selesai bersiap, Raja dan Ratu mengantarkan Arsha menuju ke kereta kuda sebelum berpisah seraya saling berpamitan. Di sana juga ada Yura yang akan mengantarkan Arsha sampai ke Akademi Kerajaan.
"Arsha, kau harus belajar yang rajin dan jangan sampai tertinggal pelajaran ... " pesan Raja
"Putraku, sering-seringlah mengirim surat untuk Ibu di sini. Atau Ibu yang akan mengirim surat padamu ke Akademi Kerajaan," pinta Ratu
"Baiklah, Ayah, Ibu. Aku mengerti," kata Arsha
"Baginda Raja dan Yang Mulia Ratu, tenang saja. Arsha pasti baik-baik saja selama berada di Akademi Kerajaan, meski jauh dari Istana Kerajaan. Saya yang akan mengantarnya kali ini," ucap Yura
"Arsha, ayo pamit dulu dengan Ayah Raja dan Ibu Ratu sekali lagi sebelum pergi," sambung Yura
"Ayah, Ibu, aku pergi dulu ... " pamit Arsha
"Kalau begitu, kami akan segera pergi. Permisi," ujar Yura yang ikut berpamitan karena akan pergi bersama untuk mengantar Arsha ke Akademi Kerajaan.
Usai berpamitan, Yura dan Arsha pun beranjak naik dan masuk ke dalam kereta kuda. Setelah itu pun kereta kuda mulai bergerak pergi meninggalkan Istana Kerajaan untuk menuju ke Akademi Kerajaan.
Setibanya di Akademi Kerajaan dan begitu turun dari kereta kuda, sudah ada Kepala Yasasan Akademi yang menyambut Sang Putra Mahkota bersama seorang pekerja Akademi Kerajaan tersebut.
"Selamat datang di Akademi Kerajaan, Yang Mulia Putra Mahkota!"
"Selamat pagi," balas Yura menyapa.
"Perkenalkan saya adalah Ibu asuh, nama saya adalah Yura. Dan ini adalah-" Ucapan Yura terpotong saat memperkenalkan diri.
"Kami sudah tahu. Anda membawa Putra Mahkota Arsha untuk bersekolah di sini. Benar begitu, bukan?"
"Saya datang sebagai murid untuk belajar. Tolong panggil saya dengan nama saya saja," pinta Arsha yang membuka suara.
"Seperti yang Anda dengar, Arsha mungkin merasa tidak nyaman dengan sebutan seperti tadi ... " kata Yura
"Baiklah. Mengenai panggilan, saya akan menyesuaikan dengan keinginan Murid Arsha."
Ada pelayan yang ikut pergi dari Istana Kerajaan yang menurunkan barang yang telah dibawa dan akan dipakai oleh Arsha selama bersekolah di Akademi Kerajaan dari kereta kuda.
"Pekerja kami akan mengantar dan membantu membawakan barang Murid Arsha ke kamar asrama yang akan ditempatinya nanti."
Pelayan Istana Kerajaan dan pekerja Akademi Kerajaan pun pergi bersama menuju ke kamar asrama sambil saling membantu membawa barang.
"Nona Yura dan Murid Arsha, silakan ikuti saya."
__ADS_1
Yura dan Arsha pun mengikuti Kepala Yasasan Akademi menuju ke suatu tempat. Di sana Yura diminta untuk mengurus dan mengisi formulir pendaftaran ulang Arsha untuk menjadi murid yang akan mulai bersekolah di Akademi Kerajaan.
"Pengisian formulir kali ini sangat penting dan dibutuhkan karena tidak semua murid pendaftar akan bersekolah di sini karena terkadang pihak keluarga memutuskan untuk membatalkannya. Namun, dengan mengisi formulir pendaftaran ulang ini, Arsha sudah resmi terdaftar menjadi salah satu murid yang bersekolah di Akademi Kerajaan."
"Baiklah, saya mengerti dan ini formulirnya yang sudah selesai saya isi ... " kata Yura sambil menyerahkan formulir pendaftaran ulang pada Kepala Yayasan Akademi.
Yura memang telah mengetahui segala hal tentang keponakan lelakinya hingga dapat dengan mudah mengisi formulir data diri Arsha.
"Meski pun urusan pendaftaran ulang sudah selesai, jangan terburu-buru untuk pergi. Saya sarankan untuk ikut berkeliling di sini."
"Bagaimana kalau kita berkeliling dulu, Arsha? Apa kau mau berkeliling bersama Bibi?" tanya Yura
"Ya, Bibi. Mari, kita berkeliling bersama ... " jawab Arsha
Yura dan Arsha pun mulai berkeliling bersama dengan Kepala Yasasan Akademi yang memandu jalan.
Mereka berkeliling ke cukup banyak tempat penting. Seperti bangunan kelas, laboratorium, aula besar, lapangan, taman, bahkan rumah kaca.
"Di dalam bagunan rumah kaca ini, kami membudi-dayakan berbagai macam tanaman yang terkadang nantinya juga akan digunakan sebagai kebutuhan penelitian dalam pelajaran. Apa Nona Yura dan Murid Arsha ingin melihat-lihat ke dalam?"
"Rumah kaca di Istana Kerajaan saja, saya belum pernah melihat sampai ke dalamnya, jadi saya rasa tidak perlu. Namun, cepat atau lambat Arsha pasti akan melihatnya dan nantinya akan bisa menceritakannya pada Bibi," jawab Yura
"Akan aku ingat untuk menceritakannya padamu nanti, Bibi Yura ... " kata Arsha
Masih lanjut berkeliling, kali ini tempat yang dituju adalah bangunan asrama.
Sampai di sana, Yura merasa ada yang memerhatikannya dari jauh hingga menjadi tidak fokus dengan penjelasan yang diberikan oleh Kepala Yayasan Akademi.
"Mohon maaf. Bangunan di sebelah sana itu untuk apa, kalau boleh saya tahu?" tanya Yura
"Letaknya yang bersebelahan dengan bangunan asrama murid, itu adalah bangunan asrama khusus untuk para guru."
"Pada waktu masih libur dan belum mulai bersekolah ini, apa sudah ada guru yang menempati bangunan di sana itu?" tanya Yura
"Pada waktu libur, para guru juga diliburkan. Namun, karena sudah mendekati hari masuk sekolah memang sudah ada beberapa guru yang kembali menempati dan tinggal di asrama tersebut."
"Begitu, rupanya ... " gumam Yura sambil menatap ke arah bangunan asrama khusus para guru yang seperti ada orang yang memerhatikannya dari sana.
"Karena sudah sampai di sini, bagaimana kalau kita melihat ke kamar yang akan ditempati Murid Arsha?"
"Ya, boleh saja. Saya ingin lihat kamarnya seperti apa," jawab Yura
"Baiklah. Mari, ikuti saya ke sebelah sini."
__ADS_1
Yura dan Arsha pun beranjak nenuju ke tempat lain sambil terus mengikuti langkah Kepala Yayasan Akademi.
"Mungkin hanya perasaanku saja," batin Yura yang mengabaikan perasaannnya yang seolah sedang diperhatikan oleh seseorang dari kejauhan.
"Aku dengar Putra Mahkota akan bersekolah di sini dan yang sedang bersama Kepala Yayasan Akademi tadi pasti adalah Putra Mahkota yang dibicarakan itu, tapi siapa perempuan tadi. Meski wajahnya tertutup cadar, aku yakin kalau yang disembunyikan adalah wajah yang sama dengan Ratu. Namun, meski pun sama itu bukan dia karena setahuku Ratu tidak memiliki tahi lalat di kelopak matanya. Jadi, siapa dia? Apa mungkin itu adalah keluarga Ratu? Aku hanya pernah melihat kakak lelaki Ratu, tapi kudengar Ratu memiliki seorang adik. Apa mungkin itu adalah dia, adik perempuan Ratu yang kemungkinan besar adalah kembar? Sudah lama sekali aku tidak melihat Ratu, bahkan Putra Mahkota pun sudah sebesar itu ... " batin seseorang dari kejauhan.
Kepala Yayasan Akademi pun membuka pintu suatu kamar.
"Ini adalah kamar yang akan ditempati Murid Arsha selama sekolah di sini."
"Apa boleh minta waktunya untuk biarkan kami berdua di sini? Saya ingin bicara dengan Arsha sambil melihat ke dalam kamarnya," ujar Yura meminta.
"Tentu saja, boleh. Kalau begitu saya permisi dulu."
Yura dan Arsha pun masuk ke dalam kamar asrama, sedangkan Kepala Yayasan Akademi beranjak pergi meninggalkan keduanya di sana.
"Mulai sekarang kau bahkan akan berbagi kamar dengan temanmu, setidaknya kau tidak akan merasa kesepian. Jadi, kau harus mulai belajar untuk bisa beradaptasi dan bersosialisasi, Arsha ... " ucap Yura
"Bibi Yura, sudah mengajariku tentang banyak hal. Tentu saja, aku akan berusaha melakukan yang terbaik. Tenang saja," sahut Arsha
"Aku percaya kau pasti bisa melakukannya. Kalau begitu, Bibi akan membantu mengemas barangmu ke dalam lemari," ujar Yura
"Aku sudah akan tinggal di asrama, jadi biarkan aku melakukannya sendiri ... " kata Arsha
Arsha pun mulai mengemas dan memindahkan barang miliknya dari koper barang ke dalam lemari yang tersedia di dalam kamar asrama tersebut.
"Padahal baru sebulan ini aku mengenalnya, tapi Arsha sudah menjadi pribadi yang lebih baik. Dia bahkan sudah lebih rendah hati dan tidak mengharuskan orang lain untuk memanggilnya sebagai Putra Mahkota. Baru sebulan mengenal dan dekat dengan keponakanku, tapi kami sudah harus berpisah. Sungguh disayangkan karena ini demi kebaikannya sendiri," batin Yura
Setelah dari kamar asrama, akhirnya Yura akan kembali ke Istana Kerajaan dan meninggalkan Arsha di Akademi Kerajaan.
Ditemani oleh Kepala Yayasan Akademi, Arsha pun mengantarkan Yura yang hendak pergi menuju ke kereta kuda yang sama dengan yang digunakan saat datang ke sana.
"Meski tidak bisa berjanji, Bibi akan menjengukmu di sini sesekali. Belajarlah yang rajin dan jadilah anak yang patuh, Arsha ... " ujar Yura berpesan.
"Tidak perlu khawatir. Karena kami masih akan memperbolehkan murid untuk kembali ke kediamamnya selama akhir pekan dan hari Minggu. Ini adalah kebijakan untuk para murid baru yang bersekolah di Akademi Kerajaan setidaknya sampai waktunya penilaian tengah semester nanti."
"Kau dengar itu, jadi tidak perlu khawatir, Arsha ... " kata Yura
"Alu mengerti, Bibi. Aku juga akan sering-sering mengirim surat. Tenang saja," sahut Arsha
"Kalau begitu, Bibi pergi dulu. Baik-baiklah bersekolah di sini," pamit Yura
Yura pun beranjak naik dan masuk ke dalam kereta kuda yang kemudian bergerak pergi meninggalkan Arsha bersama Kepala Yayasan Akademi Kerajaan.
__ADS_1