One & Only

One & Only
116 - Jangan Menyerah Sebelum Mencoba.


__ADS_3

Akhirnya, izin untuk pergi ke daerah perbatasan dari Raja telah berhasil dikantongi oleh Yura. Setidaknya jika ada yang ingin melarang atau mencegahnya, Yura hanya perlu mengatakan dirinya telah diberi izin secara langsung oleh Raja.


"Baginda Raja, Saya harap Anda tidak mengingkari perkataan Anda barusan yang telah memberi izin untuk saya pergi ke daerah perbatasan," ujar Yura


"Sebenarnya aku lebih suka saat kau memanggilku dengan sebutan Kakak ipar dan bicara santai denganku. Kalau begitu, apa kau akan langsung pergi sekarang juga, Yura?" tanya Raja


"Ya, saya sudah selesai bersiap dan akan langsung berangkat pergi ke daerah perbatasan setelah ini. Karena kalau tidak pergi sekarang pasti akan ada yang melarang saya untuk pergi. Karena itu maaf jika saya tidak bisa ikut bersama Anda dan Yang Mulia Ratu kembali ke Istana Kerajaan, maaf juga karena untuk sementara waktu saya tidak bisa melindungi Anda dan Yang Mulia Ratu," jawab Yura


"Saya harap Anda bisa mencarikan alasan yang tepat untuk diberi tahu pada Yang Mulia Ratu dan yang lain saat dan selama saya pergi. Sekali lagi, terima kasih banyak, Baginda Raja. Saya pamit undur diri," sambung Yura


Yura pun beralih pergi dari sana. Tak jauh dari sana, Rio juga beranjak pergi setelah tak sengaja mencuri dengar pembicaraan antara Yura dan Raja.


Setelah selesai bersiap untuk pergi, Yura berpapasan dengan Pevita dan Rio begitu ke luar dari kamarnya.


"Pevita, Rio, kenapa kalian berdua ada di sini? Kenapa tidak terus berjaga di dekat Yang Mulia Ratu?" tanya Yura


"Kami berdua baru saja selesai bersiap karena sudah akan kembali ke Istana Kerajaan," jawab Pevita


"Nona Yura, jangan pergi seorang diri. Setidaknya ajak dan bawalah kami berdua untuk pergi bersamamu ke daerah perbatasan," ucap Rio


"Jangan bicara terlalu keras. Sulit mendapat izin untuk pergi, jangan sampai ada orang yang mendengar dan akhirnya malah melarangku. Kalian berdua tidak bisa ikut pergi denganku karena aku ingin kalian berdua untuk tetap melindungi Yang Mulia Ratu selama aku tidak ada. Ini adalah tugas penting untuk kalian berdua. Aku hanya mengenal dan bisa percaya pada kalian berdua, karena itu tolong lindungi kakakku. Kumohon," ujar Yura


"Baiklah, Nona. Percaya saja pada kami. Kami berdua akan senantiasa ingat dan melaksanakan tugas dari Anda. Kami berdua tidak akan pernah meninggalkan Yang Mulia Ratu seorang diri atau membiarkannya terluka. Kami berdua akan selalu melindungi Yang Mulia Ratu dengan segenap jiwa raga," kata Pevita


"Aku jadi merasa lega setelah mendengarnya. Kalau sampai aku mendengar Yang Mulia Ratu terluka, aku sendiri yang akan memberi hukuman pada kalian berdua. Namun, kalian berdua harus bisa melindungi diri sendiri agar bisa melindungi orang lain. Karena itu keselamatan diri kalian berdua adalah yang paling utama. Jangan sampai Yang Mulia Ratu terluka dan kalian berdua pun tidak boleh terluka," ucap Yura


"Lalu, sepertinya sejak kalian berdua bertugas melindungi Yang Mulia Ratu bersamaku, kita masih belum pernah berlatih bersama. Jika aku kembali dengan selamat nanti, maka aku sendiri yang akan membuatkan jadwal untuk kita berlatih bersama. Kalian bisa menantikan hal itu karena ini adalah janji dariku yang pasti akan kutepati. Semoga saja," sambung Yura


"Kami berdua pasti akan menantikannya dan Nona Yura pasti kembali dengan selamat sambil membawa kemenangan dan kedamaian setelah berperang melawan negara kerajasn tetangga. Kami sangat yakin itu. Seperti Nona yang percaya pada kami, kami pun percaya padamu, Nona Yura ... " sahut Rio


"Baiklah, cukup sampai di sini saja. Aku sudah harus pergi," kata Yura

__ADS_1


"Aku melupakan sesuatu. Semua senjata dan obat atau ramuan milikku memang sudah lengkap, tapi Grace masih berada di Istana Kerajaan. Aku tidak punya kuda untuk pergi. Kalau aku pinjam kuda dari vila ini, maka harus izin pada ibu atau ayah, takutnya malah tidak bisa pergi karena dilarang ... " gumam pelan Yura


"Nona Yura, tolong tunggu di sini sebentar saja. Aku akan segera kembali dengan membawakan sesuatu untukmu," ucap Rio


"Aku harus pergi secepatnya, maka kau juga harus cepat ... " kata Yura yang masih memberi kesempatan waktu untuk Rio sebelum pergi.


Rio pun langsung bergegas pergi dengan berlari. Sementara, Yura memunggunya bersama Pevita di sana.


"Pevita, kalau Rio terlalu lama dan aku pergi lebih dulu sebelum dia kembali, tolong sampaikan pada temanmu itu permintaan maaf dariku," ucap Yura


"Baik, Nona Yura. Akan saya sampaikan nanti," kata Pevita


"Lalu, Pevita ... bukankah kau sudah terlalu pasif? Jika kau menginginkan sesuatu apa pun itu, kau harus coba untuk meraih dan menggapainya. Jangan pernah menyerah sebelum mencoba karena itu artinya kau kalah sebelum berperang," ujar Yura


"Apa yang Anda maksud, Nona?" tanya Pevita


"Bukankah kau menyukai Rio?" tanya balik Yura


"Saya tidak mengerti dengan yang sedang Nona bicarakan," jawab Pevita


"Rio pernah berkata padaku kalau dia menyukai gadis yang lembut sekaligus berani dan kau sudah punya kedua sifat itu, jadi kau tidak perlu mengubah dirimu demi mendapat rasa suka darinya. Yang kau butuhkan hanya menunjukkan ketulusanmu dan sedikit lebih berani lagi. Semoga kalian berdua berjodoh," sambung Yura


"Terima kasih atas saran dan Anda yang pura-pura tidak tahu selama ini. Sekarang saya tahu apa yang harus saya lakukan setelah ini," ucap Pevita


"Tidak masalah dan jangan khawatir karena aku tidak menyukai Rio, kau pasti tahu kalau aku sudah menolak perasaannya. Sepertinya aku sudah harus pergi dan tidak bisa menunggu Rio lagi," kata Yura


"Tidak peduli pergi dengan apa, yang penting aku harus pergi sekarang juga ... " sambung Yura seraya bergumam.


Saat itulah, Rio datang sambil menunggang seekor kuda dan langsung memanggil Yura.


"Karena tidak bisa ikut denganmu, setidaknya Nona bawalah Nick bersamamu. Seperti yang Nona tahu, kuda ini sudah dilatih untuk ikut berperang. Pasti bisa membantumu, larinya juga sangat cepat ... " ujar Rio usai turun dari atas punggung kuda.

__ADS_1


"Bukankah Nick sudah menjadi milikmu karena itu sekarang dia bersamamu, kan?" tanya Yura


"Meski begitu, Nick setuju ikut dan menjadi milikku karena aku berjanji padanya akan membawanya untuk bertemu lagi. Sekarang aku sudah menepati janjiku. Seingatku sebelumnya Nona juga pernah berjanji akan bertemu lagi dengan Nick. Kalau Nona membawa Nick bersamamu, dia pasti akan merasa senang ... " jawab Rio


"Apa benar aku boleh membawa Nick? Kalau Nick pergi denganku, lalu bagaimana denganmu setelah ini?" tanya Yura


"Tentu saja, boleh. Jangan pedulikan aku. Aku bisa meminjam atau mencari kuda lain," jawab Rio


"Terima kasih banyak, Rio," ucap Yura


"Sama-sama, Nona. Senang bisa membantumu," sahut Rio


Yura pun berjalan mendekat ke arah kuda hitam yang tampak tangguh bernama Nick itu. Sebelimnya itu adalah kuda hitam dari Vila Kerajaan.


"Senang bertemu denganmu lagi, Nick ... " gumam Yura menyapa kuda hitam dengan langsung memeluknya.


"Aku akan pergi berperang ke tempat yang berbahaya. Apa kau ingin ikut denganku, Nick?" Yura bertanya dan mengajak kuda hitam itu bicara usai melepas pelukan dan sedikit menjauhkan dirinya.


Seolah mengerti dengan yang dikatakan oleh Yura, Nick si kuda hitam langsung meringkik dan menghentakkan dua kaki depannya di atas tanah sambil melangkah maju mendekati Yura pertanda merasa antusias dengan ajakan dari Yura.


"Baiklah, kita akan pergi bersama. Kau akan ikut denganku, aku akan membawamu ... " kata Yura


Yura pun meletakkan dan menata sebagian barang bawaan miliknya dengan mengikatnya di atas punggung kuda. Pevita dan Rio pun membantunya.


"Terima kasih sudah mau membantuku. Setelah ini kalian berdua kembalilah untuk bersiap kembali pergi menuju ke Istana Kerajaan bersama Baginda Raja, Yang Mulia Ratu, dan yang lainnya. Jaga diri kalian berdua. Aku pergi dulu," ucap Yura


"Nona Yura, juga jaga diri baik-baik ... " sahut Rio


"Berhati-hatilah, Nona Yura ... " pesan Pevita


Yura hanya mengangguk dan langsung beranjak naik ke atas punggung kuda. Yura menarik tudung jubah yang dipakai olehnya untuk menutupi kepalanya, lalu pergi dengan menunggung kuda hitam bernama Nick.

__ADS_1


"Aku akan pergi lebih dulu karena harus mengurus sesuatu. Tolong buka gerbangnya," kata Yura pada penjaga gerbang Vila Keluarga Haris yang hanya mengetahui bahwa dirinya akan kembali ke Istana Kerajaan.


Gerbang Vila pun dibuka. Tanpa memberi tahu dan hanya sedikit yang tahu tujuan asli kepergiannya, Yura pun melajukan kuda bukan menuju ke Istana Kerajaan, melainkan pergi ke daerah perbatasan.


__ADS_2