
Rino pun hanya bisa melongo dan membiarkan saat Arvan langsung masuk ke dalam ruang kerja Istana Kerajaan begitu saja tanpa mendengarkan perkataannya. Yang penting dirinya tidak mengganggu pembicaraan antara Raja dan Yura, tidak seperti atasannya yang langsung menyelonong masuk begitu saja.
Sebenarnya memberi tahu kedatangan Ratu dan Arsha hanya menjadi alasan, karena Arvan lebih ingin tahu tentang pembicaraan apa yang dilakukan antara Yura dan Raja. Lalu, yang paling utama adalah karena Arvan ingin melihat wajah Yura.
Begitu Arvan masuk ke dalam ruang kerja Istana Kerajaan, pandangan kedua mata Raja dan Yura langsung sama-sama tertuju ke arah pintu masuk ruangan tersebut. Lalu, kakak san adik ipar itu seolah bertanya dengan tatapan kedua mata masing-masing, "ada apa denganmu, Arvan?"
"Maaf karena saya sudah lancang dengan langsung masuk dan mengganggu pembicaraan Anda dengan Yura, Baginda. Saya hanya ingin memberi tahu kalau Yang Mulia Ratu dan Yang Mulia Putra Mahkota sedang berjalan menuju ke sini," ujar Arvan
"Sepertinya kau menjadi panik karena aku bilang akan bicara secara rahasia dengan Baginda Raja, tapi tidak apa-apa, Arvan. Pembicaraanku dengan Baginda Raja sudah selesai," kata Yura
Arvan merasa sedikit menyayangkan hal itu, padahal dirinya sudah merasa penasaran dengan pembicaraan yang dilakukan oleh Raja dan Yura. Namun, saat dirinya masuk ke dalam ruangan, pembicaraan justru telah berakhir.
"Selagi Ratu dan Arsha belum datang ke ruangan ini, lalu karena kau sudah ada di sini. Arvan, kau pergilah temani Yura untuk melakukan penyelidikan," ucap Raja
"Apa yang sedang dimaksud Baginda adalah penyelidikan terkait insiden penari kipas sebelumnya? Saya ingat, Yura pernah mengatakan soal itu pada saya. Maaf karena saya lupa mengatakan hal ini pada Anda karena terlalu fokus pada banyaknya pekerjaan kemarin," ujar Arvan
"Itu tidak masalah karena Yura sudah lebih dulu mengatakannya padaku," kata Raja
"Benar, karena itulah saya memberi tahukan hal ini secara rahasia dan mengajukan untuk melakukan penyelidikan. Saya tidak ingin merepotkan siapa pun, jadi tolong biarkan saya melakukan penyelidikan seorang diri saja," ucap Yura
"Sudah kuputuskan, kau akan melakukan penyelidikan berdua dengan Arvan, Yura. Setidaknya jika sewaktu-waktu kakakmu merasa khawatir, dia bisa langsung kembali merasa tenang karena kau tidak pergi seorang diri melainkan bersama Arvan. Kuharap kalian berdua bisa bekerja sama dengan baik dan kembali dengan membawa hasil yang baik pula," ujar Raja
"Baiklah, sesuai keputusan Anda, saya akan pergi melakukan penyelidikan bersama Arvan. Namun, saya harap hal ini tidak membebani Arvan yang artinya harus meninggalkan urusan pekerjaan di sini," ujar Yura
"Itu tidak masalah. Karena selama kalian berdua pergi melakukan penyelidikan bersama, ada Asisten Arvan yang akan membantuku untuk mengurus semua pekerjaan yang menumpuk di sini," kata Raja
"Masih ada yang ingin saya sampaikan. Anda tenang saja, Baginda Raja. Istri dan anak Anda sudah sarapan pagi bersama saya tadi, lalu sepertinya alasan mereka berdua datang ke sini untuk hal yang serupa, yaitu ingin mengantarkan makanan untuk Anda," ujar Yura
__ADS_1
"Terima kasih sudah memberi tahu padaku informasi ini, Yura ... " ucap Raja
"Tidak masalah. Kalau begitu, saya permisi dulu, Baginda ... " ujar Yura yang lalu beranjak ke luar dari ruang kerja Istana Kerajaan.
"Kupikir hal apa yang ingin disampaikan oleh Yura terakhir kali barusan. Dia sampai bilang agar aku tenang, kukira dia akan mengatakan dia pasti akan baik-baik saja dan akan kembali tanpa terluka karena bagaimana pun juga misi penyelidikan adalah tugas yang lumayan beresiko, tapi dia malah sekedar memberi tahu soal jadwal makan istri dan anakku," ujar Raja
"Karena itu, Arvan, kuharap selama kau melakukan penyelidikan bersama Yura, kau juga akan melindungi adik iparku itu. Aku tidak ingin sampai dia kembali dengan luka dan membuat Ratu menjadi khawatir saat melihatnya nanti," sambung Raja
"Baik, Baginda. Saya mengerti dan saya pasti akan selalu melindungi Yura," kata Arvan
"Bagus, kalau kau mengerti. Lalu, kau tunggu apa lagi? Pergilah bersama Yura," ujar Raja
"Benar, baiklah. Maaf, Baginda. Saya permisi ... " kata Arvan yang lalu ikut beranjak ke luar dari ruang kerja Istana Kerajaan untuk menyusul Yura.
"Tanpa Anda memintanya pun saya akan melindungi Yura, Baginda. Karena saya menyukainya, tidak mungkin saya membiarkan orang yang saya suka terluka. Lalu, terima kasih karena Anda sudah memberi saya kesempatan untuk pergi bersama Yura meski pun ada misi yang harus kami berdua jalani bersama," batin Arvan
Tak lama setelah ke luar dari ruang kerja Istana Kerajaan, Arvan pun ikut menyusulnya ke luar. Saat itulah, Ratu dan Arsha sampai di depan ruang kerja Istana Kerajaan.
"Bibi Yura, kau masih ada di sini? Bukankah kau bilang mau langsung pergi?" tanya Arsha
"Bibi memang ingin langsung pergi, tapi Bibi pikir setidaknya Bibi juga harus meminta izin dan berpamitan dengan ayahanda Raja-mu sebelum benar-benar pergi. Setelah ini, Bibi akan langsung bersiap untuk pergi. Arsha, jadilah anak baik dan temani Ibunda Ratu selama Bibi pergi, ya," jelas Yura
"Baik, Bibi. Aku mengerti," kata Arsha
"Yang Mulia Ratu dan Yang Mulai Putra Mahkota, bukankah Anda berdua ingin bertemu dengan Baginda Raja? Silakan untuk langsung masuk," ujar Arvan
"Ya, aku dan Arsha masuk dulu ... " kata Ratu
__ADS_1
"Silakan." Rino ikut mempersilakan Ratu dan Arsha untuk masuk ke dalam ruang kerja Istana Kerajaan.
Ratu dan Arsha pun masuk ke dalam ruang kerja Istana Kerajaan untuk menemui Raja.
"Rino, aku akan pergi karena Baginda Raja memintaku untuk pergi bersama Yura. Kau tunggulah sampai Baginda Raja memanggilmu lebih dulu baru kau boleh masuk, karena mungkin saat ini Baginda Raja tidak ingin diganggu saat sedang bersama Yang Mulia Ratu dan Yang Mulia Putra Mahkota. Ingatlah untuk selalu bekerja dengan baik," ucap Arvan
"Saya mengerti, Tuan. Berhati-hatilah saat pergi, Tuan dan Nona," pesan Rino
"Kalau begitu, kami berdua pergi dulu, Rino. Teruslah semangat selama bekerja," ujar Yura
"Baiklah, Nona ... " sahut Rino sambil tersenyum kecil.
Lalu, Yura dan Arvan pun beralih pergi bersama.
Tidak pergi terlalu jauh, Yura menghentikan langkah kedua kakinya hingga Arvan pun ikut berhenti karenanya.
"Kenapa berhenti di sini, Yura? Ada apa?" tanya Arvan
"Kita akan langsung pergi setelah ini, jadi kita harus bersiap lebih dulu. Persiapkanlah barang yang harus kau bawa dan untuk berjaga-jaga bawalah barang lebih banyak karena mungkin urusan kita ini akan membutuhkan waktu yang lebih lama dari dugaan," jelas Yura
"Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu, kita akan kembali bertemu lagi di mana sebelum pergi?" tanya Arvan
"Kita akan pergi dengan menunggang kuda agar lebih leluasa, jadi bertemu lagi saja di kandang kuda sebelum pergi. Atau jika kau menunggu terlalu di sana dan aku belum kunjung kembali, temuilah aku ke penjara istana. Ada hal yang harus kuurus lebih dulu di sana," jawab Yura
"Baiklah. Sampai bertemu sebentar lagi," kata Arvan
Yura hanya mengangguk dan Arvan pun tidak bertanya lebih banyak lagi. Arvan dan Yura pun berpisah untuk bersiap masing-masing lebih dulu dan akan bertemu lagi sebelum pergi bersama nanti.
__ADS_1