One & Only

One & Only
53 - Mengurus Kepulangan ke Istana Kerajaan.


__ADS_3

Usai membantu mengemas milik Arsha, Yura dan Arsha pun beralih menuju ke kamar Raja dan Ratu.


Sebelum masuk, tentu saja Yura mengetuk pintu kamar tersebut lebih dulu.


Tok-tok-tok.


"Ibunda, Ayahanda, ini aku datang bersama Bibi Yura ... " kata Arsha dari luar kamar.


"Masuklah," sahut dari dalam kamar.


Yura yang mengetuk pintu, Arsha yang memberi tahu kedatangan. Lalu, Yura pun membuka pintu kamar tersebut setelah diperbolehkan masuk dan gadis bercadar itu pun masuk bersama Arsha ke dalam kamar Raja dan Ratu.


"Permisi ... " gumam Yura


"Arsha, kau datang bersama Bibi Yura, rupanya ... " ujar Ratu


"Kak, kau hanya sendiri? Di mana Baginda Raja?" tanya Yura


"Baginda Raja sedang mengurus kepulangan kita ke Istana Kerajaan, seperti meminta kusir untuk bersiap, menyiapkan kereta kuda dan kuda itu sendiri ... " jawab Ratu


"Ya ampun, Baginda Raja sampai mengurus hal seperti itu seorang diri. Harusnya serahkan saja urusan seperti itu padaku. Harusnya tadi aku langsung pergi mengurusnya dan tidak usah pergi bersama Arvan untuk bicara dengannya," ujar Yura


"Tidak apa-apa, Yura. Baginda Raja bilang ingin sekalian melihat agar semuanya dipersiapkan dengan baik," kata Ratu


"Apa yang sedang Ibu lakukan? Apa Ibu sedang mengemas barang?" tanya Arsha


"Ya, ini adalah barang milik Ayahanda-mu yang sedang Ibu kemas," jawab Ratu


"Kalau begitu, biar kubantu kau mengemas barangmu juga," ujar Yura


"Aku juga ingin membantu," kata Arsha


"Arsha, apa kau sudah selesai mengemas barang milikmu?" tanya Ratu


"Sudah, Bu. Aku dibantu oleh Bibi Yura saat mengemasnya," jawab Arsha


"Arsha, tolong kau ambilkan barang milik Ibunda Ratu dari lemari. Lalu, biar Bibi yang mengemasnya ke dalam koper barang," ucap Yura


"Baiklah. Aku mengerti, Bibi ... " sahut Arsha


"Berhati-hatilah saat mengambil barang yang diletakkan di atas dan mohon bantuanmu," pesan Yura


"Tidak perlu khawatir, Bibi. Aku bisa melakukannya," kata Arsha

__ADS_1


Ratu telah mengeluarkan semua barang milik Raja dari dalam lemari dan meletakkannya di atas ranjang, hingga Ratu bisa dengan mudah mengemas barang milik Raja.


Sedangkan, Arsha dan Yura bekerja sama mengemas barang milik Ratu. Arsha yang akan mengeluarkan barang milik Ratu dari dalam lemari dan Yura yang akan mengemas semuanya ke dalam koper barang.


Sebenarnya Yura bisa melakukannya seorang diri. Namun, karena Arsha sudah lebih dulu mengajukan diri untuk ikut membantu, Yura pun membiarkan Arsha melakukan bagiannya. Yura hanya ingin mengajari dan menanamkan pada diri Arsha cara saling membantu dan bekerja sama. Agar Putra Mahkota itu bisa memiliki jiwa sosial yang baik.


"Jadi, bagaimana percakapanmu dengan Arvan, Yura? Apa saja yang kalian berdua bicarakan?" tanya Ratu


"Sudah diselesaikan. Arvan pernah memintaku untuk menceritakan suatu kisah untuknya dan aku hanya menepati janji saat itu," jawab Yura


"Apa hanya sebatas itu?" tanya Ratu


"Ya, memangnya hal apa lagi yang bisa kami berdua bicarakan? Aku tidak seakrab itu dengannya sampai membicarakan hal penting lainnya," jawab Yura


"Apa ada yang kau sembunyikan dariku, Yura?" tanya Ratu


"Tidak ada kok, Kak," jawab Yura


"Yura, kau tidak punya masalah dengan Arvan, kan?" tanya Ratu


"Memangnya bisa ada masalah apa antara aku dan dia? Hubungan kami memang hanya seperti ini. Tidak dekat dan tidak juga jauh ... " jawab Yura


"Kalau pembicaraan Bibi Yura dan Paman Arvan sudah selesai, itu artinya semua baik-baik saja, kan? Bukankah tadi Bibi Yura juga bilang kalau semuanya berakhir dengan lancar?" tanya Arsha


Yura dan Arsha pun telah usai mengemas barang milik Ratu. Ratu pun telah usai mengemas barang milik Raja. Namun, Ratu tampak memikirkan sesuatu


Ratu merasa yakin jika ada yang sedang disembunyikan oleh Yura, meski tidak tahu tentang apa. Seolah ada yang mengganjal. Apa lagi saat Arsha berkata kalau semuanya berakhir dengan lancar, itu seperti merujuk pada hubungan antara Yura dan Arvan yang telah berakhir sebelum keduanya sempat memulai.


Padahal Ratu masih sangat berharap Yura dan Arvan akan bisa berjodoh. Padahal Ratu masih mengira hubungan antara saudari kembarnya dan Penasehat Besar sekaligus Dokter Kerajaan itu akan berjalan dengan baik. Namun, dengan yang terdengar kali ini seolah Yura dan Arvan tidak bisa bersatu.


"Ibu, aku dan Bibi Yura sudah selesai mengemas barang milik Ibu," kata Arsha


"Benar. Terima kasih karena kalian berdua sudah mau membantu mengemas barang," ucap Ratu


"Sama-sama," balas Arsha


"Kak Yuna, apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" tanya Yura


"Hmm ... aku hanya sedang berpikir, kata Raja, kita tidak perlu terburu-buru kembali ke Istana Kerajaan, lalu kapan kita akan pergi dari Vila Kerajaan ini?" tanya balik Ratu


"Soal itu, Raja pasti memberi tahu kita jika semua persiapannya sudah selesai. Atau, apa kau masih ingin mengunjungi suatu tempat di Vila Kerajaan ini, Kak Yuna?" tanya balik Yura lagi.


"Tidak, bukan seperti itu ... " jawab Ratu

__ADS_1


"Aku mungkin mengerti yang kau maksud. Kau hanya tidak ingin terlalu lama menunggu karena itu bisa membuatmu merasa bosan," ucap Yura


Ratu pun hanya tersenyum sebagai respon atas ucapan Yura.


"Ternyata, sejak dulu dugaan dan prasangka Yura selalu saja tepat sasaran. Memang ada yang mengganggu pikiranku, tapi itu bukan soal menunggu, melainkan tentang hubunganmu dengan Arvan, Yura. Aku harap hubungan kalian berdua bisa semakin baik bahkan sampai berjodoh," batin Ratu


"Aku rasa Kak Yuna tidak perlu tahu soal yang aku bicarakan dengan Arvan. Termasuk dan terutama soal Arvan yang menyukainya sudah sejak lama. Bukan karena apa, aku tidak ingin Kak Yuna dan Arvan jadi merasa canggung, terlebih lagi aku tidak ingin hubungan rumah tangga Ratu dan Raja jadi rusak jika kenyataan tentang hal ini diketahui dan tersebar ke luar. Biarkan hubungan antara aku dengan Arvan saja yang memburuk, jangan sampai yang lain pun ikut terganggu karena hal ini," batin Yura


Setelah itu, Raja pun masuk ke dalam kamar tersebut.


"Ada Arsha dan Yura juga di sini, rupanya ... " kata Raja


"Hormat dan salam sejahtera bagi Baginda Raja," ucap Yura sambil sedikit menunduk.


"Tidak perlu memberi salam hormat, Adik ipar ... " sahut Raja


Yura pun hanya mengangguk kecil sebagai respon atas perkataan Raja.


"Aku baru saja habis membantu Ibu mengemas barang bersama Bibi Yura, Ayah ... " ucap Arsha


"Benarkah? Bagus, kalau begitu ... " ujar Raja


"Ayah, jadi kapan kita akan kembali ke Istana Kerajaan?" tanya Arsha


"Kalau semua barang sudah selesai dikemas, kita akan kembali secepatnya. Atau mungkin ada yang punya pendapat lain?" tanya balik Raja


"Lebih cepat kembali, maka lenih baik. Jadi, tidak perlu menunda pekerjaan yang sudah menumpuk lagi," jawab Ratu


"Maaf sekali lagi kalau liburan kali ini lebih cepat berakhir dari yang sudah direncanakan sebelumnya," ujar Raja


"Itu bukan suatu masalah," kata Ratu


"Ya, tidak apa-apa, Ayah ... " sahut Arsha


"Saya baru ingat. Koper barang milik Arsha yang sudah dikemas masih ada di dalam kamarnya. Apa perlu saya pindahkan ke suatu tempat?" tanya Yura


"Itu, tidak perlu kau yang melakukannya. Biar nanti minta pelayan yang mengurusnya," jawab Raja


"Kalau begitu, saya permisi ingin mengemas barang lebih dulu," ujar Yura


"Ya, silakan. Kau tidak perlu terburu-buru melakukannya, Yura," kata Raja


"Saya mengerti. Permisi ... " sahut Yura yang langsung beranjak pergi ke luar dari kamar tersebut.

__ADS_1


Yura pun beralih menuju ke dalam kamarnya sendiri dan langsung mengemas barang bawaan miliknya ke dalam koper barang.


__ADS_2