
Saat ini Yura sedang membantu memeriksa barang milik Arsha yang akan dibawa selama berlibur di Vila Kerajaan. Saat itu, Arsha teringat suatu barang yang lupa dimasukkan ke dalam koper. Putra Mahkota Kerajaan itu pun mengambil sesuatu di kamar tersebut dan memasukkannya ke dalam koper barang miliknya. Itu adalah pedang kayu yang dipakai berlatih bersama Yura.
"Arsha, apa kau yakin ingin membawa pedang kayu itu? Bukannya tujuan kita pergi kali ini adalah untuk berlibur? Apa kau juga ingin berlatih di sana nanti?" tanya Yura
"Hmm ... aku sangat senang berlatih pedang denganmu, Bibi. Jadi, aku juga akan melakukannya dengan baik di sana nanti. Lagi pula, selagi kau juga ikut berlibur bersama kami, Bibi. Jadi, kau juga bisa melatihku di sana. Bukankah kita harus melakukan dengan sungguh-sungguh saat memulai sesuatu? Jadi, kurasa aku juga harus terus berlatih dengan sungguh-sungguh di mana pun tempatnya," jelas Arsha
Yura pun tersenyum mendengar jawaban dari keponakannya itu. Rupanya bocah lelaki itu memiliki sifat seorang yang berusaha keras tanpa kenal lelah dan pantang menyerah. Yura menyukai sifat Putra Mahkota Kerajaan itu.
"Aku mengerti. Itu adalah pemikiran yang bagus, Arsha. Tapi, apa kau tega menyia-nyiakan rencana liburan yang Ayahanda Raja buat untuk sibuk berlatih di sana? Maksud Bibi, hargailah waktu liburan kali ini untuk berkumpul dengan Ayahanda Raja dan Ibunda Ratu selagi mereka melepas kesibukan mereka di sini. Sementara waktu saat liburan, berlatihnya libur dan dan ditunda dulu," ujar Yura
"Begitu, ya. Benar juga, tapi sangat disayangkan ... " kata Arsha
"Lagi pula, bukankah Arsha sudah berjanji untuk merahasiakalau Bibi Yura yang mengajarimu berlatih pedang? Di dalam istana saja, kita berlatih secara tersembunyi. Bagaimana kalau saat kita berlatih di sana dan ada yang melihat kita yang artinya rahasia kita terbongkar? Akan gawat jadinya. Sebagai gantinya saat ada kesempatan, Bibi Yura akan mengajarimu latihan bela diri tanpa senjata saat di Vila Kerajaan nanti. Kita bisa melakukan latihan di ruangan tertutup. Bagaimana, mau tidak?" tanya Yura yang memberi penawaran lain sebagai solusi.
"Benarkah, Bibi? Bibi janji akan mengajari aku, ya?" tanya balik Arsha
"Ya, Bibi pasti menepati janji ... " jawab Yura
"Baiklah, kalau begitu ... " kata Arsha yang langsung mengeluarkan pedang kayu dari dalam koper dan mengembalikannya ke tempat asal.
"Jadi, sekarang apa kau yakin sudah mengemas semua barang yang diperlukan untuk dibawa?" tanya Yura
"Sudah semua, Bibi. Terima kasih karena sudah membantu aku memeriksa ulang barang bawaanku," jawab Arsha
"Sama-sama. Kalau begitu, ayo kita kembali temui Ibu Ratu-mu," ujar Yura
"Baik, Bibi. Ayo ... " sahut Arsha
"Biar Bibi yang membawa koper punyamu," kata Yura
Dengan membawa koper milik Arsha, Yura pun beranjak untuk menemui Ratu bersama Arsha.
Begitu kembali menemui Ratu, tampak Ratu sudah siap dan menunggu anak dan saudari kembarnya.
__ADS_1
"Apa kau sudah siap, Kak?" tanya Yura
"Sudah. Kita hanya tinggal menemui Baginda Raja dan Arvan," jawab Ratu
"Barang milikmu yang aku kemas tadi, apa kau sudah memeriksanya lagi sebelum kita benar-benar pergi? Apa ada sesuatu yang terlewat olehku?" tanya Yura
"Aku sudah memeriksa ulang barang yang kau kemas untukku tadi dan tidak ada yang terlewat," jawab Ratu
"Baiklah, ayo kita temui Baginda Raja dan Arvan," kata Yura
"Saya akan membantu bawakan koper milik Ratu," sahut Dina, pelayan Ratu yang masih menemani Ratu di sana.
Mereka pun beranjak bersama ke luar dari kediaman Ratu dan langsung bertemu dengan Raja dan Arvan yang juga baru ke luar dari kediaman Raja.
"Jadi, kalian semua sudah siap untuk pergi?" tanya Raja
"Ya, kami sudah siap untuk pergi, Baginda ... " jawab Ratu
Sedangkan Arsha hanya mengangguk dan Yura hanya tersenyum sebagai jawaban atas pertanyaan dari Raja.
"Meski pun, rencana liburan kali ini mendadak, aku sudah mengirim kabar pada penjaga Vila Kerajaan semalam kalau hari ini kita akan datang dan menyuruh mereka untuk menyiapkan makanan sejak pagi. Apa kalian semua tidak keberatan makan saat kita sampai di sana nanti?" tanya balik Raja
"Begitu, rupanya. Karena Baginda Raja sudah mempersiapkan semuanya, tentu saja tidak akan jadi masalah," jawab Yura
"Ya, tidak masalah ... " sahut Ratu
"Apa itu adalah barang bawaan milik Yang Mulia Ratu?" tanya Arvan
"Benar, saya akan bantu membawakannya sampai ke kereta barang," jawab Dina, pelayan Ratu.
"Kalau begitu, serahkan saja pada saya. Biar saya yang bawa sekalian," ujar Arvan yang langsung mengambil alih koper milik Ratu dari tangan pelayan Dina.
"Lalu, Yura ... serahkan juga koper yang kau bawa. Biar aku juga saja yang membawanya," sambung Arvan
__ADS_1
"Tidak perlu, kedua tanganmu sudah penuh, Arvan. Ini barang milik Putra Mahkota dan tidak berat, biar aku saja yang bawa," kata Yura yang langsung menahan gerakan tangan Arvan yang hendak mengambil alih koper milik Arsha dari tangannya.
"Arvan, koper yang lebih dulu kau bawa, bukankah itu milik Baginda Raja? Lalu, di mana barang bawaan milikmu? Bukankah kau juga akan ikut pergi bersama kami? Milikmu juga ada di mana, Yura?" tanya Ratu
"Koper barang milikku sudah lebih dulu kutaruh di dalam kereta barang yang sudah menunggu di luar sebelum datang ke kediaman ini," jawab Yura
"Milik saya pun sama," sahut Arvan
"Jadi, kalian berdua memasukkan koper barang ke dalam kereta barang secara bersamaan?" tanya Raja
"Saya tidak melihat Arvan saat memasukkan koper barang ke dalam kereta barang. Saya hanya sendiri saat itu," ungkap Yura
"Itu benar. Saat saya memasukkan koper barang ke dalam kereta barang, sudah ada satu koper lain di sana, mungkin itu adalah milik Yura," jelas Arvan
"Ayahanda, kapan kita akan berangkat menuju Vila Kerajaan kalau masih terus berada di sini?" tanya Arsha
"Ada yang sudah tidak sabar, rupanya. Baiklah, ayo kita berangkat sekarang ... " ujar Raja
Mereka semua pun beranjak ke luar dari Mansion utama kerajaan dan menghampiri kereta kuda yang sudah siap menunggu. Saat itu Arvan langsung menuju ke kereta barang untuk memasukkan koper barang milik Raja dan Ratu ke dalamnya.
"Putra Mahkota, apa mau Bibi bantu untuk masuk ke dalam kereta kuda?" tanya Yura sambil tersenyum.
"Tidak perlu, Bibi. Aku bukan anak kecil. Aku bisa masuk sendiri," jawab Arsha
"Hati-hati saat melangkah naik untuk masuk ke dalam sana," pesan Yura
"Ayahanda, Ibunda, apa aku boleh masuk lebih dulu?" tanya Arsha
"Ya, masuklah lebih dulu, Arsha ... " jawab Ratu
"Yura, bukankah kau harus memasukkan koper barang milik Arsha ke dalam kereta barang? Lebih baik kau bantu Arvan memasukkan koper barang ke dalam kereta barang," ujar Raja
"Baik, Baginda ... " sahut Yura dengan patuh.
__ADS_1
Arsha pun lebih dulu beranjak masuk ke dalam kereta kuda yang akan ditumpanginya bersama Raja dan Ratu, sedangkan Yura berjalan ke arah kereta barang.